<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998</id><updated>2012-01-06T02:15:20.161+07:00</updated><title type='text'>eyanks</title><subtitle type='html'>satu bumi.. satu kehidupan...
adalah HAK mendapatkan rasa aman dari ancaman bencana
adalah HAK mendapatkan kehidupan yang bermartabat
adalah HAK mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat

please, see to my photo galery at : http//fotothink.com/eyanks</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-3129302058230639347</id><published>2011-05-25T12:28:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T12:28:19.563+07:00</updated><title type='text'>Nasruddin, Bapak Lela Sangkuriang</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Nasruddin, Bapak Lele Sangkuriang&lt;/h2&gt;&lt;span&gt;Selasa, 10 Mei 2011 10:12  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecebong, anak kodok, muncul di kolam, membuat Nasrudin gembira karena  dia mengira kecebong itu anak ikan lele. Kegembiraannya itu sirna dan  dia tersipu malu ketika diberi tahu bahwa yang dikira anak ikan lele itu  adalah kecebong. Kodok betina yang masuk ke kolam tanpa diketahui,  bertelur dan menetas bersama dua indukan ikan lele betina dan seekor  jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pengalaman pertama Nasrudin (61) sejak delapan tahun lalu saat belajar beternak ikan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Kecebong disangka anak lele. Ngerakeun pisan (sangat memalukan)," kata  Nasrudin, menuturkan awal usahanya menjadi peternak ikan lele delapan  tahun lalu, di Saung Pertemuan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan  Swadaya (P4S) Jaya Sentosa, awal November lalu. Saung itu berdiri di  tepi puluhan kolam ikan lele yang terbuat dari terpal dan tembok di  lahan seluas 12.000 meter persegi di Kampung Sukabirus, Desa Gadog,  Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dia  tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor  berkat lele sangkuriang yang mulai dikembangbiakkan pada 2011. Dia  mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar 100.000 lele  sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air  Tawar Sukabumi. Nama sangkuriang yang diberikan itu memang diambil dari  legenda Tanah Pasundan untuk menandakan lokasi asal pembiakan lele jenis  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lele sangkuriang ini merupakan perbaikan genetik  melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2)  dan jantan lele dumbo generasi keenam (F6). Induk betina (F2) berasal  dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia pada  1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas penyuluh pertanian dan perikanan setempat  memberikan bimbingan beternak ikan secara benar. Berkat ketekunannya,  Nasrudin berhasil mengembangkan ikan lele sangkuriang.    &lt;p&gt;Dia kini sudah menjadi "pendekar lele", bukan saja mahir dalam  membesarkan lele dengan jurus-jurus yang jitu, tetapi juga mampu  mengobati lele yang diserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat  herbal ramuannya sendiri. Obat ini diberikan cuma-cuma kepada yang  memerlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Letkol" &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2005,  dia menjadi pelatih bagi kelompok dari sejumlah daerah, termasuk  sejumlah karyawan perusahaan swasta dan pemerintah menjelang pensiun  yang ingin beternak lele. Namanya pun sohor menjadi "Nasrudin Lele" dari  Desa Gadog. Bahkan, kalangan pembudidaya lele dan warga setempat  menjuluki Nasrudin dengan sebutan Bapak Letkol—akronim dari Lele Kolam  yang dipelesetkan menjadi Letkol—sehingga dia kemudian disebut "Letkol"  Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani lele sangkuriang dari Desa Gadog ini kini  lebih jauh berangan-angan membantu pemerintah mengurangi angka  pengangguran dengan memelihara lele. "Budidaya lele tidak terlalu sulit,  teknologinya juga mudah dan tiga bulan sudah bisa dipanen. Masyarakat  kecil bisa membudidayakan lele di halaman rumahnya. Cukup dengan lahan  minim, hanya dengan luas 1 meter x 1 meter, serta modal Rp 75.000 untuk  bibit dan pakan, sudah bisa beternak lele skala kecil," kata Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia tak segan-segan membagi pengetahuan memelihara lele secara benar  kepada mereka yang ingin membudidayakan lele. Dia juga siap membantu  mereka yang datang menimba ilmu di P4S Gadog tanpa dipungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejumlah petugas penyuluh pertanian dan perikanan serta pakar perikanan  pun mendukung kegiatan Nasrudin membudidayakan lele sangkuriang dan  melakukan pelatihan. Dukungan ini membuat Nasrudin bersemangat dan  bertambah yakin akan angan-angannya untuk menjadikan Desa Gadog sebagai  sentra budidaya lele sangkuriang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, 7 September lalu,  Nasrudin diangkat menjadi Ketua Gabungan Kelompok (Gapok) Budidaya Ikan  Lele Sangkuriang "Cahaya Kita" untuk wilayah tengah Provinsi Jabar  dengan pusat aktivitas di wilayah Kabupaten/Kota Bogor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1,5 juta benih &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin yang puluhan tahun  sebagai petani padi dan kemudian beralih menjadi pembudidaya lele ini,  bersama kelompok pembenih lele sangkuriang yang tergabung dalam Gapok  Cahaya Kita, ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang  setiap bulan untuk memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang  yang saat ini berjumlah sekitar 50 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan produksi  benih sebanyak itu, kelompok budidaya/pembesar ikan lele sangkuriang  diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan lele di wilayah Jakarta.  Adapun kebutuhan lele di wilayah Jabotabek diperkirakan sekitar 75 ton  sehari. Pemasoknya bukan saja berasal dari petani lele Jabar, tetapi  juga dari Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini boro-boro memasok ke Jakarta,  untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kota/Kabupaten Bogor saja  kekurangan. Kami peternak lele sangkuriang di daerah Gadog dan  sekitarnya, meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, baru  mampu memproduksi sekitar 3 ton per hari dari kebutuhan sekitar 10 ton,"  kata "Letkol" Nasarudin. Dari kolamnya sendiri, Nasrudin baru mampu  memasok sekitar 2 ton per minggu kepada pelanggannya. Lele sangkuriang  dijual Rp 10.500-Rp 11.000 per kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan budidaya  lele cukup cerah. Apalagi, menurut Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota  staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, ikan  lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan. Konsepnya kini sedang  disiapkan. Ikan lele saat ini sudah digemari oleh kalangan bawah sampai  atas. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat  mempromosikannya dengan menikmati ikan lele di kampung lele Boyolali,  Jateng, tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andil pedagang tenda pecel lele di  Jabotabek dan daerah lainnya cukup besar dalam meningkatkan produksi  ikan lele. "Sekarang lele juga dijual di restoran, bahkan sampai ke  daerah Kalimantan Barat yang dulu tak suka ikan lele," kata Muhamad  Abduh Nur Hidayat, penasihat Gapok Cahaya Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lele  sangkuriang yang dirilis sebagai varietas unggul oleh Menteri Kelautan  dan Perikanan Rokhmin Dahuri pada 2004 ini lebih cepat dipanen  dibandingkan jenis ikan lainnya dan tahan penyakit. Ukurannya lebih  besar dibandingkan lele jenis lain. Dua bulan sudah bisa dipanen. Rasa  dagingnya juga lebih gurih dibandingkan lele jenis lain. "Karena itu,  tak heran kalau lele sangkuriang disukai konsumen," kata "Letkol"  Nasrudin.(&lt;a href="http://kompas.com/" target="_blank"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-3129302058230639347?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.co.id/' title='Nasruddin, Bapak Lela Sangkuriang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/3129302058230639347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=3129302058230639347' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/3129302058230639347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/3129302058230639347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2011/05/nasruddin-bapak-lela-sangkuriang.html' title='Nasruddin, Bapak Lela Sangkuriang'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-7351575626301671658</id><published>2009-04-11T19:48:00.003+07:00</published><updated>2009-04-12T00:18:48.042+07:00</updated><title type='text'>KETIKA RINDU ITU DATANG...</title><content type='html'>Kenapa naik gunung? karena dia (gunung/puncak) ada di sana.&lt;br /&gt;Jawaban atau kalimat  itu melegenda dan menjadi kata-kata  "sakti" para penggemar mendaki gunung. bahkan diberkembang bagi kegiatan2 alam bebas lainnya. Kalimat jawaban itu mungkin muncul secara spontan dari seorang George Herbert Leigh Mallory, yang menutup mata untuk selamanya pada kebekuan The North Face - Mount Everest, 8-9/6/1924.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mallory is famously quoted as having replied to the question "why do you want to climb Mt. Everest?" with the retort: "because it's there", which has been called "the most famous four words in mountaineering".  Recently some questions have been raised regarding the authenticity of that quote, and whether Mallory had actually said it, with a possibility the quote was invented by a newspaper reporter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bagi pecandu naek turun gunung, gunung-gunung yang bertebaran di muka bumi ini adalah magnet. bertambahnya usia, kesibukan atau apapun.. tidak bisa menghapus rasa rindu dan keinginan untuk kembali... mendaki.. menghirup udara segar pegunungan.. menikmati aroma tanah berhumus atau nyanyian angin. Puncak gunung itu.. terus melempar senyum, melambai dan menggoda. Tinggal, sebarapa para "pensiunan" pendaki gunung kuat menahan gejolak hatinya... Untuk kembali packing seluruh kebutuhan pendakian dalam Carrier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumedang,  Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gunung Tampomas (1.684 mdpl) begitu anggun sekalgus angkuh. Nama gunung itu begitu terkenal pada tahun 1981, tepatnya 27 Januari bersamaan dengan bencana tenggelamnya sebuah kapal penumpang yang menggunakan nama gunung di Kabupeten Sumedang - Jawa Barat. Tampomas II, terbakar dan tenggelam di  Kepulauan Masalembo. Tragedi memilukan akibat kelalaian management transportasi yang menyebabkan ratusan putra bangsa meninggal ini menyeret Iwan Fals berceloteh lewat bait syairnya yang tajam.. celoteh camar tolol dan cemar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ukuran gunung buat kegiatan mendaki, Tampomas tidak begitu menantang. Ketinggian sebuah gunung kerap menjadi ukuran para penggiat pendaki untuk memasukan ke dalam list "harus di jajal". dan Tampomas sebuah gunung "kerdil" dengan ketinggian di bawah 2.000 mdpl. apa menariknya??? wal hasil, tidak begitu banyak para pengejar "puncak" menjajal track dan menggapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum manis dan lambaian tampomas terlalu ramah. Menyapa dan menebar pesona setiap kaki mulai memasuki kampung halaman, di Kaki gunung ini. Rutinitas kerja dan berkeliling antar pulau membuat rindu menjajaki jalan setapak diantara hijau dedaunan hutan kian akut. Let's climbing.. go track.. go to the top..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki masa liburan sekolah dasar,  lambayan ramah sang gunung pun dipenuhi. sekaligus memenuhi keinginan si sulung untuk mengijak atap bumi. Berenam, aku mulai memenuhi rasa rindu akan gunung. Menghitung mundur, terakhir mendaki gunung Merapi, tahun 2002. artinya, lima tahun telah terlewati memendam rasa rindu akan mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kawasan konservesi yang memprihatinkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendakian dimulai dari TPA (tempat pembuangan akhir) sampah. sepanjang jalan menuju post 1,  bertebaran lubang2 dari si tangan besi "begho" yang mengeruk tambang galian C.  tak jelas.. mana batas kawasan hutan lindung kawasan hutan gunung Tampomas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPA sampah ditempatkan di ketinggian.. berdampingan dengan hutan lindung.. dibawahnya.. mesin desel dari beegho tak pernah berhenti. mengeruk pasir dan batu untuk kebutuhan pembangunan fisik tanpa henti.... sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, dampak sampah yang ditempatkan pada dataran tinggi bagi kehidupan dibawahnya. pencemaran... apalagi, management sampah di negeri ini, tidak memilih sambah jenis berbahaya dan beracun, organic maupun anorganic. pencemar itu meresap ke dalam tanah.. menguap mencemari udara dan juga terbawa air hujan, menyatu dengan  air permukaan yang menjadi sumber kehidupan warga di kawasan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara, tambang2 pasir tanpa kontrol yang jelas.. merusak bentang alam dan ekosistem kawasan. pada beberapa dusun, secara nyata telah menyebabkan kelangkaan air bersih. Bahkan pada musim kemarau, air pun menjadi barang mahal. satu kasus tragis pun terjadi.. salah satu warga harus meregang nyawa akibat berebut mengairi sawahnya. Kelangkaan air yang tek pernah terjadi sebelumnya. Belum lagi debu2 yang setia menyelimuti perumahan penduduk bersamaan sang truck berbadan besar pengangkut pasir melintas perkampungan. Kerusakan jalan.... akibat jalan yang tak sanggup menerima beban kendaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menuju Puncak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;perjalanan menuju pucak gng Tampomas sedikit menjemukan. Deretan pohon di dominasi tanaman monokultur, Pinus. Menjelang puncak, baru hutan alam dapat ditemui. dimulai dari tanaman pakis bertubuh bongsor. dan berbagai tanaman khas dataran tinggi (hutan tropis pegunungan) satu persatu mulai memarkerkan keperkasaannya; jamuju (podocarpus imricatus), saniten (castanea argentaea), rotan (calamus sp), Kadaka (Dryanaria sp), rasamala (altingia excelsea) dll. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Begitu indah.. begitu sempurna. Hutan tanpa campur tangan manusia dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Kesempurnaan alam dengan bumbu nyanyian riang satwa liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sanghyang lawang.. sanghyang taraje.. dan beberapa nama khas sunda bisa memaksa bulu kuduk berjingkrak. segenap cerita mistik bertebaran di kampung bawah. tentu semakin lengkap dengan berbagai sesaji yang berserakan di beberapa tempat yang dianggap kramat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang puncak.. goa akibat proses erupsi gunungapi ratusan tahun lampau menyeringai. selamat datang hai manusia angkuh... begitu kira2 sang goa bergumam. jaga sisa hutan ini dengan tanganmu.. lindungi dengan segenap kemampuanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiga ratus meter dari puncak utama  gng tampomas, terdapat makam tua. Makan yang dipercaya sebagian orang sebagai makan asli Prabu Siliwangi dan pengikutnya. Namun, ada juga yang mempercayai, makan kramat itu merupakan tempat peristirahat sang penyebar Islam di tatar sunda. entah lah... yang jelas, di areal pemakaman tersebut cukup banyak tenda darurat yang digunakan para pencari kesaktian dan pencari kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rindu itu kembali datang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;setelah turun dari gunung itu.. kerinduan untuk mendaki gunung tidak lah sirna. justru sebaliknya.. semakin menggebu.. lagi.. lagi.. and lagi&lt;br /&gt;Mulai lah bersama si sulung, Sodya Yadyaunnajabah (Dea), mulai melist gunung mana yang kira2 akan dijadikan sasaran berikutnya. Merapi, Lawu dan Semeru adalah target berikutnya yang akan kami daki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hati kecil.. Gunung Leuser adalah obsesi. Gunung yang memang tidak banyak orang mendapatkan keberuntungan sampai ke puncaknya. Bukan karena tinggi gunung ini, tapi karena perjalanan yang membutuhkan waktu lama. dan tentu saja keamanan yang tidak di jamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Burni Telong Di Bener Meriah pun memamerkan tubuh indahnya.. let's climb me..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-7351575626301671658?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/7351575626301671658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=7351575626301671658' title='49 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/7351575626301671658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/7351575626301671658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2009/04/ketika-rindu-itu-datang.html' title='KETIKA RINDU ITU DATANG...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>49</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-8216704869925684428</id><published>2009-02-05T09:59:00.002+07:00</published><updated>2009-02-05T12:28:59.272+07:00</updated><title type='text'>perempuan perkasa itu....</title><content type='html'>"yan... pun (sudah) sholat???, jangan menunda waktu sholat, awal waktu!!!" kata mengingatkan dari sang perempuan paling perkasa itu masih terngiang lekat di otakku. terpatri kuat dan permanen menembus alam dunia fana ini. dia sang perempuan paling mulia... yang tak pernah lelah mengingatkan semua anak-anaknya untuk tetap menjalankan perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata2 itu begitu lekat.. namun kerap kuabaikan... entah karena kesibukan mengerjakan sesuatu, atau hanya karena malas beranjak.. Kata-kata itu kembali datang.. menghantam pikiran bak palu godam.. sholat, ngaji, dan jaga persaudaraan.. adalah tiga kata yang kerap diulang-ulang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bisa, mengajarlah... ajarkan ilmu kepada orang lain yang membutuhkan.. mengajar ngaji, atau apapun.. adalah pekerjaan paling mulia.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh satu tahun yang lalu, tepatnya 1977, sang perempuan perkasa itu harus menghadapi kenyataan.. mengemban amanat membesarkan anak-anaknya dan...... memastikan semuanya sekolah. SEORANG DIRI. Sang suami tercinta, harus meninggalkan beliau mengarungi kehidupan dunia fana... menemui Sang Khaliq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enam anak, yang semuanya masih menempuh pendidikan bukan lah beban yang ringan. dua orang telah memasuki perguruan tinggi di Jogjakarta, dan 4 sisanya masih duduk di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah... apa yang ada dibenak sang perempuan perkasa itu.. untuk menjaga tekad, membawa amanah.. Ilmu adalah bekal yang terbaik untuk kehidupan, mungkin itu yang menjadi dopping dalam menjaga semangatnya tetap menyala. rupiah demi rupiah dikumpulkan.. untuk anaknya agar terus bisa tetap sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun.... berganti. Sampai amanah tersebut terlaksana sempurna. Enam anak2nya pun dapat menyelesaikan sekolah. Sarjana... dan 4 diantaranya dpt meraih  master dan bersiap memasuki doktor. Tak terbayang... bagamiana system pengelolaan kehidupan dilakukan dengan sempurna.. hanya seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang perempuan perkasa itu... tak berdaya menghadapi usia..&lt;br /&gt;namun, tugas berat menjalani kehidupan.. mengantarkan putra - putrinya memasuki gerbang kehidupan real telah sempurna dilakukan. sangat sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum bangga.. tak pernah pudar. senyuman itu pun abadi sampai sang perempuan perkasa itu menghembuskan nafas terakhirnya.... Kamis, 29 Januari 2009 pukul 16.00 wib. Tak putus menyebutkan Asma Allah... tak putus menjalankan ibadah... tak putus tetap mengingatkan anak2nya... saudara2nya untuk teguh menjalankan perintah Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 5 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari sang anak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-8216704869925684428?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/8216704869925684428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=8216704869925684428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/8216704869925684428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/8216704869925684428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2009/02/perempuan-perkasa-itu.html' title='perempuan perkasa itu....'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-8020131396920873382</id><published>2007-05-14T21:23:00.000+07:00</published><updated>2007-05-14T23:39:05.689+07:00</updated><title type='text'>PAK OGAH DAN KREATIFITAS SURVIVOR</title><content type='html'>Sumedang - Garut - Tasik, perjalanan yang cukup melelahkan juga. Tapi, lebih melelahkan ketika melihat fenomena yang mungkin sudah biasa. Ya, tidak kurang dari 15 titik kita akan bertemu Pak Ogah. Inget film Unyil kan sekarang lagi diputer lagi di stasiun TransTV. Film anak2 yang dulu sangat populer di tahun 80-an. Pak Ogah yang selalu minta "cepe", setiap diminta jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena Pak Ogah tiba2 mencuat ketika muncul fenomena pemuda yang mencoba bergaya polisi mengatur lalu lintas. Imbalan "cepe" dari sang sopir lah yang menyebabkan jasa menyebrangkan kendaran dari jalan atau gank oleh segerombolan pemuda dilekatkan dengan pak ogah. Awalnya hanya diperkotaan, dengan padatnya kendaraan bermotor. Namun, tiba2 di pedesaan pun fenomena pak ogah pun ada, khususnya di jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya pengaturan lalu lintas yang seharusnya menjadi tugas Polisi Lalu Lintas dan Instansi Perhubungan pun semakin berkembang. tidak lagi hanya per-empat-an jalan dijadikan daerah operasi, tapi juga ditikungan tajam, tanjakan curam, jalan rusak atau longsoran. Bahkan dijalanan sepi yang dianggap angker, kerap pula dijadikan operasi pak ogah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh memprihatinkan. sedemikian sulitkan mata pencaharian didapat di Negeri yang konon makmur. Subur dan kaya raya. Sehingga group legendaris Koes Plus pun menorehkan tintanya dan merangkai nada : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. tiada badai tiada topan kutemui. Ikan dan Udang menghampiri dirimu&lt;/span&gt;". Negeri yang dikenal juga sebagai zambrud katulistiwa. Tapi mengapa fenomena pak ogah begitu merata. tidak hanya pemuda, tapi juga anak2 kecil dan orang tua. mengharap keridoan pengguna jalan melemparkan uang logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu parahkah pengangguran kita, atau memang jiwa pengemis bangsa ini telah sangat parah? Apakah tanah negeri ini tidak lagi dapat menghasilkan sesuatu untuk menghidupi secara layak. sehingga, mengemis menjadi pilihan untuk menambah pendapatan? tidak hanya pak ogah, anak2 jalanan pun semakin banyak. Pengemis-pengemis dengan beragam gaya pun hadir menghiasi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kah mata pencaharian yang layak buat anak2 negeri ini. Tidak cukupkah ruang-ruang untuk berusaha. Atau, memang anak negeri ini pemalas. lebih suka meminta2 untuk bisa mendapatkan sesuatu. Seperti para pemimpin negeri ini yang lebih banyak meminta dari pada memberi. Kalaupun dalam sumpah jabatannya.. akan mengabdikan jiwa dan raga untuk bangsa ini.. puiiiihhhhh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-8020131396920873382?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/8020131396920873382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=8020131396920873382' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/8020131396920873382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/8020131396920873382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2007/05/pak-ogah-dan-kreatifitas-survivor.html' title='PAK OGAH DAN KREATIFITAS SURVIVOR'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116878637849526238</id><published>2007-01-14T21:48:00.000+07:00</published><updated>2007-01-14T22:03:08.180+07:00</updated><title type='text'>GENESIS GERAKAN MAHASISWA 1998, Marsudi 2003</title><content type='html'>ini saduran dari http://mashudi.blogdrive.com/archive/5.html&lt;br /&gt;marik banget sih.. jadi aku masukin aja deh... siapa tahu ada yang perlu untuk berbagai kepentingan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday, March 06, 2006&lt;br /&gt;GENESIS gerakan mahasiswa 1998&lt;br /&gt;(c) mashudi 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan Gerakan Mahasiswa (GM) di Indonesia selalu menarik karena tidak dapat dilepaskan dengan sejarah perkembangan negara Indonesia. Bahkan, keberadaan GM selalu berpengaruh pada situasi politik nasional. Meskipun sudah berkali-kali "diberangus" oleh penguasa di setiap jamannya, GM selalu muncul dengan sikap kritis dan tuntutan untuk memperbaiki keadaan politik nasional.&lt;br /&gt;Secara historis, peran GM dalam perubahan politik di Indoensia sangatlah besar. Misalnya, perubahan kekuasaan dari rejim Orde Lama ke rejim Orde Baru pada tahun 1965, peran GM sangat besar dalam melegitimasi kekuasaan Sukarno. Begitu pula pada tahun 1998, tanpa kehadiran ribuan GM di gedung MPR/DPR, sangatlah sukar untuk membuat Soeharto mundur dari jabatan presiden. Bahkan, jika dilihat jauh ke belakang, peran GM lah yang membidani lahirnya negara Indonesia. Sebagai misal adalah didirikannya Boedi Oetomo pada 1908, yang meskipun bersifat primordial etnik, organisasi GM pertama di Jawa ini telah berhasil memberikan semangat kepada mahasiswa dan pemuda lainnya untuk bercita-cita merdeka.&lt;br /&gt;Diskusi mengenai GM mahasiswa di Indonesia penuh dengan dinamika, karena selalu mengalami perubahan karakter dan bentuk pada setiap jamannya. Soewarsono (1999: 1) menyebut bahwa sejarah awal Indonesia moderen tentang GM memiliki empat "tonggak", yaitu "angkatan 1908", "angkatan 1928", "angkatan 1945" dan "angkatan 1966". Selanjutnya, Soewarsono menyebut bahwa keempat angkatan tersebut adalah generasi-generasi dalam sebuah "keluarga", yaitu sebuah catatan-catatan prestasi "satu generasi baru" tertentu.&lt;br /&gt;Masing-masing dari keempat angkatan di atas memiliki bentuk dan karakter serta relasi-relasi dengan kelompok yang lain yang khas dibanding angkatan-angkatan yang lain. Namun, tidaklah dapat dikatakan bahwa tiap-tiap angkatan tersebut selalu membawa perubahan dan kemajuan bagi jamannya. Tetapi, tiap-tiap angkatan tersebut dapat pula menjadi pengekor atau epigon yang menerima melalui pewarisan (Soewarsono, 1999: 1-2). Dengan demikian, diskusi mengenai GM di Indonesia, tidak selalu berbicara mengenai perubahan yang positif, tetapi juga dapat sebaliknya. Hal ini tergantung dengan konteks situasi dan relasi-relasi yang dibangun oleh GM itu sendiri.&lt;br /&gt;Selain keempat angkatan tersebut, terdapat satu angkatan generasi lagi yang paling mutakhir dan sangat bepengaruh tidak hanya pergantian politik kekuasaan saja, tetapi juga pada proses demokratisasi di Indonesia, yaitu "angkatan 1988". Pada angkatan ini, GM telah berhasil menjatuhkan kekuasaan Presiden Soeharto yang sebelumnya telah berkuasa selama 32 tahun. Selain itu, GM juga mempengaruhi munculnya wacana demokratisasi dan civil society. Meskipun demokrasi dan civil society secara relatif belum sepenuhnya berhasil diterapkan dalam realitas politik di Indonesia, namun peran GM telah menyebabkan proses-proses tersebut dapat dimulai.&lt;br /&gt;Tulisan ini akan mendiskusikan tentang GM angkatan 1998 dengan menggunakan pendekatan prosesual. Pendekatan ini akan melihat keragaman dan kesamaan antar kelompok GM, perubahan-perubahan karakternya dan strategi-strategi yang digunakan untuk melawan rejim penguasa serta kontinyuitasnya. Proses dan peristiwa-peristiwa dari suatu fenomena sosial merupakan suatu rangkaian yang saling berkesinambungan. Pemahaman tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan berlangsungnya relasi-relasi antara peristiwa satu dengan peristiwa lain merupakan bagian dari penjelasan yang harus dilakukan (Winarto, 1999). Untuk itu, suatu kajian tentang proses harus mampu menunjukkan hubungan yang berangkai dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain, dengan keterkaitan satu sama lain (Winarto, 1999).&lt;br /&gt;Selain itu, pendekatan ini juga menekankan adanya perbedaan (difference). Konsep-konsep mengenai emosi, agen, gender dan tubuh individu, secara kultural telah dibentuk melalui perbedaan-perbedaan. Dalam artikelnya yang berjudul "Theories of Culture Revisited", Keesing (1994) menyatakan bahwa selayaknya teori kebudayaan yang dikembangkan tidak akan membuat asusmi-asumsi dengan batas-batas yang tertutup, tetapi biarkan dia memberikan konsep-konsep yang kompleks dan beragam.&lt;br /&gt;Aspek lain yang perlu ditekankan dalam pendekatan ini adalah memotret adanya dinamika suatu kelompok masyarakat. Kebudayaan mempunyai karakter yang dinamis dan selalu mengalami perubahan. Untuk itu, antropolog hendaknya menekankan bagaimana mekanisme dan proses yang berlangsung dalam suatu kelompok masyarakat, hingga hal-hal tersebut dimiliki bersama atau tidak, vice-versa (Winarto, 1999: 26).&lt;br /&gt;GM 1998&lt;br /&gt;GM telah menjadi faktor yang sangat menentukan dalam perubahan kekuasaan dari rejim Orde Baru Soeharto ke rejim yang konon katanya "reformasi". Ribuan mahasiswa yang menduduki gedung DPR di senayan pada bulan Mei 1998 telah membuat anggota dewan tidak dapat bekerja secara efektif. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi anggota dewan untuk memenuhi tuntuan mahasiswa melengserkan Soeharto dari jabatan presiden. Peristiwa tersebut bukanlah peristiwa yang pertama kali dalam sejarah perubahan kekuasaan di Indonesia. Pada tahun 1965, GM juga telah berhasil memelopori perubahan kekuasaan dari rejim Sukarno ke rejim Orde Baru Soeharto. Sebelumnya, pada 1945, peranan mahasiswa dan pemuda sangatlah penting sehingga Sukarno bersedia membacakan teks proklamasi.&lt;br /&gt;Keberadaan GM tidaklah taken for granted yang tiba-tiba muncul begitu saja. Perkembangan GM selalu berkaitan erat dengan situasi sosial dan politik, dimana ia merupakan respon dari ketidak-beresan situasi sosial dan politik yang menurut mereka tidak adil. GM akan selalu bergerak dan terus bergerak jika melihat kekuasaan yang menindas rakyat. GM ini sangat sulit untuk dibendung gerakannya, meskipun sudah dilarang oleh penguasa. Sebagai misal adalah GM 1998, yang sejak tahun 1978 telah "ditertibkan" oleh Orde Baru melalui serangkaian regulasi yang membuat GM sulit bergerak. Namun, ternyata GM selalu terus bergerak dengan strategi yang justru lebih kreatif. Berikut ini adalah sejarah kehadiran GM 1998 serta serangakan strategi yang digunakannya.&lt;br /&gt;Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK).&lt;br /&gt;Peristiwa penting yang patut dicatat dalam sejarah GM 1998 adalah kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), Dr. Daoed Joesoef. Nomor: 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Kebijakan ini dianggap telah mematikan GM karena membebani mahasiswa dengan serangkaian kewajiban kuliah dan melarang kegiatan politik di kampus. Pada intinya kebijakan ini adalah menjustifikasi pembubaran dan dihilangkannya organisasi mahasiswa yang selama ini merupakan sarana demokratis mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip pemerintahan mahasiswa (Harahap dan Basril, 1999: 55). Sebelumnya, lembaga kemahasiswaan merupakan sarana untuk menentang kebijakan pemerintah maupun perguruan tinggi. Dengan dibubarkannya lembaga pemerintahan kampus, pemerintah Orde Baru berharap GM tidak lagi turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi politik.&lt;br /&gt;Dikeluarkannya kebijakan NKK ini merupakan respon pemerintah atas serangkain peristiwa demonstrasi yang dilakukan oleh GM pada tahun 1973-1978. Terutama setelah peristiwa Malapetaka 17 Januari 1974 (Malari 1974), GM diawasi secara ketat.2 Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 028/1974 yang dianggap membatasi aktivitas GM.&lt;br /&gt;Antara tahun 1975-976, protes yang dilakukan oleh GM terhadap kebijakan pemerintah Orde Baru sedikit mereda. Namun, setelah pemilu tahun 1977, gelombang aksi meningkat lagi. Di Jakarta, mahasiswa UI kembali melakukan aksi memprotes pelaksanaan pemilu yang dianggap tidak adil, karena pihak birokrasi dan militer dianggap memihak ke Golkar. Mereka mengganggap tidak sah dan menolak kemenangan Golkar pada pemilu 1977. Aksi serupa juga terjadi di beberapa daerah, misalnya di Bandung, mahasiswa ITB membentuk Gerakan Anti Kebodohan (GAK), di Yogyakarta, mahasiswa UGM mengusung "keranda matinya demokrasi", bahkan di Surabaya, sejumlah mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat keamanan.&lt;br /&gt;Peristiwa penting yang patut dicatat adalah ketika ketua Dewan Mahasiswa (DM) UI, Lukman Hakim berhasil mengadakan pertemuan 67 DM dan Senat Mahasiswa (SM) se-Indonesia dengan menggunakan dana kegiatan mahasiswa yang berasal dari SPP. Peristiwa tersebut telah membuat khawatir penguasa. Sanit (1999: 58) menuliskan kekhawatiran pemerintah dengan mengutip pernyataan Soedomo sebagai berikut:&lt;br /&gt;"…Staf Komando Soedomo menyatakan bahwa secara sistematis melalui DM, mahasiswa telah melawan hukum dan konstitusi; mahasiswa telah menggunakan disksui untuk membangun opini untuk mengganti kepemimpinan nasional; tuduhan melalui Ikrar Mahasiswa tanggal 28 November di Bandung bahwa presiden telah menyeleweng dari UUD 1945 adalah melawan kekuasaan MPR; kedatangan DM se-Indonesia ke MPR untuk menyatakan ketidakpercayaan kepada lembaga itu pada tanggal 7 Januari 1978 merendahkan lembaga itu;.."&lt;br /&gt;Segera setelah Soedomo mengeluarkan surat pernyataan tersebut, beberapa tindakan represif diambil oleh pemerintah Orde Baru. Sejumlah kampus diduduki oleh militer dan beberapa koran seperti Kompas, Sinar harapan, Merdeka, Pelita, Indonesian Times, Sinar Pagi dan Pos Sore dilarang terbit (Sanit, 1999: 58). Selanjutnya, untuk menunjukkan sikapnya terhadap GM tersebut, pemerintah melalui Menteri P dan K, Dr. Daoed Joesoef mengeluarkan keputusan Nomor: 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Kemudian, di bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi, Menteri P dan K juga mengeluarkan SK No. 0124 yang memberlakukan Sistem Kredit Semerter (SKS) dengan mekanisme mengajar dan belajar terprogram secara intensif. Konsekuensi dari kebijakan tersebut adalah mewajibkan mahasiswa menyelesaikan sejumlah beban studi untuk setiap semester yang secara keseluruhan terdiri dari 8 sampai 12 semester untuk jenjang S-1 (Sanit, 1999: 59-60).&lt;br /&gt;Akibat dari kebijakan tersebut telah membuat aktivitas politik GM menjadi berkurang. Selain harus menyelesaikan beban studi ang berat, ketatnya pembinaan non akademik mahasiswa telah menyebabkan terbatasnya waktu mahasiswa untuk melakukan gerakan-gerakan kritik terhadap pemerintah. Selain itu, pemerintah juga melakukan "pembinaan ideologi" terhadap mahasiswa melalui penataran P-4 (Pendidikan, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).&lt;br /&gt;Kelompok Diskusi dan Pers Mahasiwa&lt;br /&gt;Serangkaian tindakan represif dan kebijakan yang dilakukan untuk meredam GM ternyata sangat efektif. Dapat dikatakan bahwa sejak tahun awal 1980-an, aktivitas GM mulai surut. Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Untuk menghindari tindakan represif dari rejim Orde Baru, mahasiswa merubah strateginya. Mereka tidak lagi berteriak turun ke jalan, tetapi dengan membentuk kelompok-kelompok studi (KS) sebagai cara merespon dan mengekspresikan kekecewaannya kepada penguasa. Pada tahun 1983, beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara membentuk Kelompok Studi Proklamasi (KSP) yang bermarkas di jalan Proklamasi. KS ini kemudia diikuti oleh mahasiswa dari UI, IAIN, Unas dan IKIP Jakarta. Diskusi yang biasanya diselenggarakan pada Minggu siang mendiskusikan topik ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;Setelah KSP, di Jakarta muncul Kelompok Studi Indonesia (KSI), Lingkaran Studi Indonesia (LS), Indonesian Students Forum for International Studies (ISAFIS), KS Pena dan lain-lain. Kemudian, di beberapa kota lainnya lain juga muncul fenomena yang sama: di Bandung muncul KS Thesa, KS Free School for Socio-Analysis; di Yogyakarta muncul KS Palagan, KS Teknosofi, KS Girli, KS F-16; di Surabaya muncul Kelompok Diskusi Surabaya dan Kelompok Analisa Sosial.&lt;br /&gt;Selain membentuk KS, GM di beberapa kampus juga mengaktifkan penerbitan kampus atau pers mahasiswa (persma). Beberapa media yang lahir pada masa pertengahan 1980-an adalah: majalah Suara Mahasiswa di UI; majalah Balairung di UGM: majalah Arena di IAIN Yogyakarta dan majalah Himmah di UII; majalah Opini dan Manunggal di Undip; dan majalah Dialogue di Unair. Meskipun diterbitkan dengan cara yang sederhana dan oplah yang terbatas, kehadiran majalah kampus ini sempat menjadi media alternatif mengenai berita-berita sosial dan politik yang tidak dimuat di media umum nasional dan lokal.&lt;br /&gt;Munculnya KS dan persma tidak lantas membuat mahasiswa berpuas diri. Sebagian dari mereka masih merasa kurang puas hanya dengan melakukan diskusi dan menulis. Mereka tetap mencari cara lain yang lebih efektif untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap ketidakadilan sosial dan politik. Salah satu alternatifnya adalah membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun demikian, aktivitas LSM ini benar-benar dilakukan di luar kampus, yaitu bermarkas di luar kampus dan bekerja tidak mengatasnamakan diri sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;Badan Koordinasi Mahasiswa (BKM)&lt;br /&gt;Masih tidak puas dengan bentuk-bentuk aktivitas yang sudah dilakukan di atas, GM kembali membentuk jaringan lebih yang lebih luas. Di Bandung muncul Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung (BKMB) dan Badan Koordinasi Mahasiswa Jakarta (BKMJ). Pembentukan komite-komite ini merupakan realisasi dari apa yang menjadi topik-topik diskusi sebelumnya. Mereka merasa bahwa berdiskusi saja tidak cukup, untuk itu mereka membentuk jaringan aksi untuk membentuk solidaritas antara mahasiswa. Jaringan aksi tersebut merespons isu-isu yang dianggap tidak adil bagi rakyat.&lt;br /&gt;Salah satu jaringan yang melibatkan mahasiswa di beberapa di beberapa kota seperti Salatiga, Yogyakarta, Semarang, Bandung dan Jakarta adalah Kelompok Solidaritas Korban Pembanguan Kedung Ombo (KSKPKO). Kelompok ini melakukan advokasi terhadap warga korban penggusuran pembangunan waduk di Kedung Ombo, Boyoloali Jawa Tengah dengan mengadakan aksi di kantor Depdagri, Jakarta dan di depan kantor Kodim Boyolali pada 24 Maret 1989.&lt;br /&gt;Isu lain yang cukup menonjol adalah kasus tanah Kacapiring, Jawa Barat. Di Bandung, aktivis Bandung dan Kelompok Mahasiswa Jakarta (KMJ) melakukan aksi dialog dengan walikota Bandung. Aksi ini berakhir dengan bentrok dan 33 mahasiswa ditahan. Kemudian pada 12 April 1989, sekitar 3000 mahasiswa dari Jakarta dan Bandung aksi di depan kantor Poltabes Bandung untuk menuntut pembebasan rekan mereka yang ditahan. Selanjutnya, pada 17 April 1989 mahasiswa melanjutkan aksi di kampus ITB dengan isu yang sama.&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1980-an, GM ditandai dengan tumbuhnya komite-komite rakyat yang menjadi bentuk organ dan jaringannya. Antar kelompok GM di berbagai kota saling berkomunikasi dan saling mengunjungi untuk membangun solidaritas. Salah satu bentuk solidaritas adalah bentuk aksi dukungan suatu kelompok GM terhadap aktivitas yang dilakukan kelompok GM di kota lain. Mereka ini selalu sharing mengenai isu-isu sosial dan politik paling mutakhir. Pola-pola semacam ini terus dikembangkan di beberapa wilayah. Mereka semakin memperkuat jaringan dan solidaritas tidak hanya antar universitas di dalam kota, tetapi juga antar kota.&lt;br /&gt;Setelah menjalani masa-masa "bersama", antar kelompok GM mulai terlihat tidak sejalan. Terutama pada tahun 1990-1993, terdapat kecenderungan bubarnya aliansi dan terbentuknya aliansi baru (Gayatri, 1999: 91). Antar kelompok GM tampaknya tidak selalu sejalan, baik dalam hal pemilihan isu maupun pemilihan kelompok mana yang dapat diajak aliansi. Perpecahan ini lebih disebabkan karena egoisme kelompok dan selebihnya ideologi serta pilihan aksi. Egoisme tampak ketika mereka masih mempersoalkan primordialisme universitas sebagai acuan aliansi GM. Misalnya, di Bandung kelompok GM terpecah menjadi dua, yaitu antara kelompok GM dari ITB dengan kelompok dari Unpad.&lt;br /&gt;Perbedaan ideologi dan pilihan bentuk aktivitas tampak terjadi di Jakarta dan Yogyakrta. Gabungan antar KS, persma dan LSM yang telah menghasilkan Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) terpecah menjadi dua kelompok. Perpecahan ini berbaringan dengan perpecahan GM di Jakarta yang juga terpecah menjadi dua. FKMY terpecah menjadi Dewan Mahasiswa dan Pemuda Yogyakarta (DMPY) dan Serikat Mahasiswa Yogyakarta (SMY). DMPY yang berasosiasi dengan kubu Skephi di Jakarta, yang menonjol dengan gaya parlemen jalanan dan empirisisme yang didominasi watak gerakan LSM yang praktis dan kongkrit, sedangkan SMY berasosiasi dengan kubu Infight yang menonjol dengan watak teoritk ideologis yang kuat yang menjadi ciri khas KS (Gayatri, 1999: 91).&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1990-an, kedua kelompok ini kemudian membentuk jaringan sendiri-sendiri, sehingga terdapat dua jaringan besar kelompok GM yang tersebar di berbagai kota. Perpecahan yang muncul pada awal tahun 1990-an tersebut ternyata telah meluluhkan jaringan solidaritas yang telah dibangun sebelumnya, dan kemudian membentuk jaringan solidaritas yang baru. Kelompok DMPY pada akhirnya nanti menjadi Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), sedangkan dan SMY pada akhirnya menjadi jaringan Persatuan Rakyat Demokratik (PRD).3&lt;br /&gt;Komunikasi di antara kedua kelompok tersebut sangat buruk, bahkan dalam beberapa hal mereka cenderung menjadi rivalitas. Salah satu kasus yang cukup menonjol adalah ketika PRD dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Orde Baru karena dituduh terlibat sebagai dalang peristiwa 27 Juli 1996. Sejak saat itu para aktivis PRD diburu dan ditangkap oleh aparat keamanan. Akan tetapi, yang kemudian ditangkap tidak hanya kelompok PRD, tetapi juga kelompok-kelompok GM yang lain termasuk FPPI. Akibat peristiwa tersebut, hingga sekarang antara kedua kelompok tersebut masih saling menyalahkan.&lt;br /&gt;Rivalitas antara kedua kelompok tersebut masih terus berlangsung hingga pertengahan tahun 1997. Krisis ekonomi yang menghantam di Indonesia dan beberapa negara Asia telah menjadi momen yang penting bagi munculnya GM turun ke jalanan. Kedua kelompok ini, dan juga muncul kelompok GM yang baru seperti Forkot, dan kelompok mahasiswa ekstra kampus semakin aktif turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi dan pergantian kekuasaan. Mereka ini secara maraton dari pertengahan 1997 hingga Mei 1998 terus menerus melakukan aksi demonstrasi di berbagai kota.&lt;br /&gt;Gerakan Moral dan Gerakan Politik&lt;br /&gt;Muridan S. Widjojo (1999 a: 234-289) telah merumuskan dengan baik mengenai GM 1998 dalam dua kelompok, yaitu "gerakan moral" dan "gerakan politik". Pembagian menjadi dua kelompok ini didasarkan pada wacana yang dikembangkan oleh kelompok-kelompok dalam GM itu sendiri. Gerakan moral mengacu pada wacana yang dikembangkan oleh GM yang mengkritisi kebijakan rejim Orde Baru. Muridan menyebut kelompok ini sebagai Gerakan Kritik Orde baru (GKOB). Sedangkan gerakan politik mengacu pada wacana untuk merobohkan rejim Orde Baru, dan menyebut kelompok ini sebagai Gerakan Anti Orde Baru (GAOB).&lt;br /&gt;"Gerakan moral" mendasarkan diri pada pandangan bahwa perubahan politik dapat dilakukan dengan cara "menghimbau" atau "mengingatkan" kepada elit politik. Berbeda dengan "gerakan politik", gerakan moral ini tidak secara tegas ingin mengganti kekuasaan politik Orde Baru Soeharto saat itu.&lt;br /&gt;Paham ini menekankan "suara" atau "gagasan" sebagai inti gerakan. Ini berati bahwa kapasitas operasi yang diharapkan dari gerakan moral mahasiswa adalah sebatas "menghimbau" dan atau "mengingatkan". Dari sini juga dapat dilihat bahwa penganut paham ini percaya bahwa suatu rejim politik bisa diubah dengan cara "dihimbau" atau "diingatkan" (Widjojo, 1999a: 240).&lt;br /&gt;Sedangkan gerakan politik secara tegas ingin mengganti kekuasaan rejim Orde Baru Soeharto. Kelompok ini menolak semua kerangka asumsi yang dibangun Orde Baru. Sebelum tahun 1997, pemerintah rejim Orde Baru telah melarang mahasiswa terjun ke gerakan politik karena hal tersebut bukan karakter mahasiswa. Menurut pemerintah Orde Baru, mahasiswa harus belajar dan menunjukkan prestasi di kampusnya. Bahkan dapat dikatakan bahwa gerakan politik adalah hal yang tabu bagi mahasiswa saat itu. Akan tetapi tidak bagi kelompok GAOB. Mereka justru ingin menggunakan gerakan politik sebagai senjata untuk melawan pemerintah Orde Baru. Kelompok ini menyatakan bahwa mahasiswa tidak perlu menggunakan pemahaman yang dibuat oleh pemerintah Orde Baru, karena hal tersebut dapat membatasi peran GM itu sendiri.&lt;br /&gt;Dengan menganggap GM sebagai gerakan politik, maka ruang pergerakannya menjadi luas, sehingga dengan demikian dapat berjuang bersama-sama rakyat. Konsekuensi bagi suatu gerakan politik, yaitu menyatunya antara berbagai kekuatan, termasuk dengan rakyat. Kelompok ini secara tegas menginginkan adanya hubungan dengan massa pengilkut di luar kampus. Mengutip sebuah wawancara dengan seorang aktivis dari Unila, Lampung, Widjojo menulis:&lt;br /&gt;Pertama kami tegaskan, gerakan kami adalah gerakan politik dan bukan gerakan moral. Langkah yang kami tempuh berupa aksi atau pergerakan massa (Widjojo, 1999a: 243).&lt;br /&gt;Gagasan untuk menggabungkan kekuatan GM dengan massa di luar kampus ini telah menjadi perdebatan yang sengit diantara kelompok GM sendiri. Kelompok yang dikategorikan sebagai GKOB yang menolak unsur non mahasiswa atau rakyat biasa sebagai kekuatannya. Karena GKOB ingin bahwa GM harus steril dari infiltrasi kelompok-kelompok di luar mahasiswa. Sehingga dalam setiap aksinya, GKOB hanya melibatkan mahasiswa sebagai massanya. Hal ini berbeda dengan GAOB yang justru mengundang kelompok non mahasiswa, yang mereka sebut dengan rakyat untuk mendukung gerakannya.&lt;br /&gt;Akibat dari bersatunya kekuatan mahasiswa dan non mahasiswa ini, GM di beberapa kampus mengalami perbedaan yang sangat tajam, terutama pada pandangan mengenai kekuasaan dan strategi aksi. Tidak jarang antara GKOB dengan GAOB tidak dapat melakukan aksi bersama karena alasan di atas. Bahkan secara ekstrem ada kelompok yang menolak bergabung dengan kelompok GM dari universitas lain. Misalnya, Misalnya pada 4 Maret 1998, GKOB dari Universitas Indonesia menolak ajakan mahasiswa IPB untuk melakukan aksi bersama di jalan (Widjojo, 1999b).&lt;br /&gt;Berikut ini daftar kelompok GM yang dikategorikan sebagai GKOB dan GAOB yang dibuat oleh Widjojo (1999a: 290-376):&lt;br /&gt;GKOB&lt;br /&gt;Kelompok aksi yang dapat dikategorikan ke dalam GKOB adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Kelompok ini merupakan produk Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) X di Universitas Muhammadiyah Malang pada 29 Maret 1998. Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 200 aktivis masjid kampus tersebut telah menghasilkan "Deklarasi Malang". Meskipun aktivitas gerakannya telah dimulai sebelumnya, namun peresmian sebagai organisasi massa formal, baru diputuskan pada 1-4 Oktober 1998. Menurut aktivis Fahri Hamzah, kelahiran KAMMI ini diilhami keberadaan GM tahun 1966, yaitu Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).&lt;br /&gt;Sebagian besar aktivis KAMMI ini berlatar belakang aktivis LDK yang berasal dari organisasi massa besar seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kelompok ini membentuk basis-basis gerakan di beberapa universitas besar seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unair, Undip dan lain-lain. Dalam setiap aksinya, baik yang ada di kota Jakarta, Yogyakarta, Malang dan Surabaya, KAMMI mampu menghadirkan massa yang cukup banyak.&lt;br /&gt;Orientasi KAMMI adalah reformasi politik dan ekonomi yang dilandasi moral dan ahlak. Namun, kelompok ini tidak secara tegas menyatakan ingin mengganti rejim kekuasaan. "Tujuan gerakan KAMMI adalah memastikan adanya perubahan yang bermanfaat bagi umat Islam dan dalam jangka panjang berupaya membentuk forum yang mapan" (Widjojo, 1999a: 366). KAMMI mengganggap bahwa dialog merupakan saran yang efektif untuk menghindari anggapan bahwa KAMMI adalah kelompok yang fundamentalis.&lt;br /&gt;GAOB&lt;br /&gt;1. Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI)&lt;br /&gt;Seperti telah disinggung di atas, bahwa GM 1990 terpecah menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok ini mengembangkan jaringannya sendiri-sendiri. Salah satu jaringan besar itu adalah FMPY di Yogyakarta. Kelompok ini mengembangkan jaringanya dari Surabaya, Solo, Semarang, Purwokerto dan Jakarta. Di tiap-tiap kota jaringan ini memiliki organ-organ kecil sendiri, yang sangat khas lokal dan tidak tergantung dengan jaringan besarnya. Begitu juga dalam menyikapi isu-isu sosial dan politik, mereka tidak diharuskan mempunyai kesamaan sikap dan pilihan aksinya. Jaringan ini tidak lebih sebagai bentuk solidaritas dan sharing informasi.&lt;br /&gt;Dalam hal ideologi, jaringan kelompok ini memperlakukan ideologi sebagai pengetahuan, karena belum pernah ada kesepakatan secara eksplisit oleh para aktivisnya (Widjojo, 1999: 303). Namun, jika dilihat dari wacana-wacana yang dikembangkan, kelompok ini menganut paham Sosialisme, Islam dan Nasionalisme. Kelompok ini memandang bahwa realitas politik di Indonesia bersifat unik, karena itu ideologi-ideologi besar tidak relevan bagi gerakan politik (Widjojo, 1999: 303).&lt;br /&gt;Meskipun aktivitasnya sudah lama berjalan, namun sebagai organ resmi yang berskala nasional baru disepakati pada 13 Nopember 1998 di Magelang. Jauh hari sebelum menjadi FPPI, organ-organ dalam jaringan kelompok ini telah aktif melakukan aksi-aksi dalam menuntut reformasi dan melengserkan Soeharto. Beberapa organ-organ tersebut adalah: di Yogyakarta muncul Pusat Perjuangan Pemuda Yogyakarta (PPPY), Solidaritas Orang Pinggiran untuk Kemanusiaan (SOPINK), Fampera, Fropera; di Jakarta muncul Forum Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) dan Gerakan Mahasiswa Pancasila untuk Reformasi (Gempur); di Purwokerto muncul Aliansi Kebebasan Rakyat Berpendapat (AKRAB) yang kemudian melahirkan Front Aksi Mahasiswa Peduli Rakyat (FAMPR), Komite Mahasiswa untuk Demokrasi Indonesia (Komarudin); di Salatiga muncul Semesta, Serikat Mahasiswa Independen (SMI); di Semarang muncul Forum Mahasiswa Sadar Lingkungan (Formasal); di Surabaya muncul Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS); di Malang muncul Gerakan Reformasi untuk Rakkyat Malang (Gerram); di Jombang muncul Forum Mahasiswa Jombang (Formajo); dan di Jember muncul Gerakan Mahasiswa Pecinta Rakyat (Gempar).&lt;br /&gt;2. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)&lt;br /&gt;LMND merupakan organ nasional yang merupakan metamorfosis dari PRD, yang memiliki jaringan di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Purwokerto. Meskipun tidak dinyatakan secara ekspilit, kelompok ini memilih ideologi Sosialis Demokratik Kerakyatan (Widjojo, 1999: 326). Kelompok ini memiliki organisasi yang cenderung senafas dengan format yang "sentralisme demokratik" (Widjojo, 1999: 327). Berbeda dengan FPPI, organ-organ yang tergabung dalam kelompok ini memiliki pilihan bahasa yang sama serta isu-isu besar yang sama. Secara organisasi, kelompok lebih rapi dibanding dengan FPPI.&lt;br /&gt;Dalam mengantisipasi "incaran" pihak keamanan, kelompok ini menggunakan strategi memilih nama organ "sekali pakai", yaitu menggunakan nama kelompok terntentu hanya pada saat aksi isu tertentu pula dan setelah itu, organ tersebut tidak terdengar lagi. Strategi ini terutama dijalankan setelah peristiwa 27 Juli 1996 hingga akhir tahun 1997.&lt;br /&gt;Adapun organ-organ yang tergabung dalam kelompok ini adalah: di Yogyakarta muncul Komite Nasional Penegak Demokrasi (KNPD), Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan (KPRP); di Solo muncul Komite Mahasiswa untuk Keadilan dan Demokrasi (KMKD), Dewan Rakyat dan Mahasiswa Surakarta (DRMS), Dewan Ampera Sukoharjo, Dewan Reformasi Rakyat Sragen (DRRS), Dewan Reformasi Rakyat Boyolali (DRRB); di Lampung muncul Persatuan Mahasiswa Pemuda Lampung (PMPL) yang kemudian membentuk Komite Peduli Rakyat (KPR), Komite Mahasiswa Pemuda Rakyat Pelajar Lampung (KMPRPL), Aliansi Demokrasi Indonesia (ALDI); di Jakarta muncul Keluarga Besar UI (KBUI), Kobar, Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (Komrad); di Bandung muncul Gerakan Mahasiswa Indonesia untuk Perubahan (GMIP); di Semarang muncul Forum Pembebasan, Komite Aksi Rakyat Semarang (Keras); dan di Surabaya muncul Aliansi Bersama Rakyat Indonesia (ABRI).&lt;br /&gt;3. Forum Komunitas Mahasiswa se-Jabotabek (FKMsJ/Forum Kota)&lt;br /&gt;Dalam setiap aksinya, FKMsJ (kemudian berubah menjadi Forkot) yang didirikan pada 7 Maret 1998 mampu menarik massa cukup besar. Kelompok ini dibangun disimpul-simpul kampus yang sebelumnya telah memiliki tradisi perlawanan, seperti ISTN, APP, UKI dan IKIP Jakarta (Widjojo, 1999: 342). Forkot memandang bahwa GM yang dibangunnya sebagai kelompok penekan dalam proses menuju reformasi total (Widjojo, 1999: 342). Forkot sangat populer dan mampu menarik perhatian mahasiswa non aktivis sehingga pada setiap aksinya selalu dihadiri ribuan massa.&lt;br /&gt;Ideologi yang dibangun oleh kelompok ini belum begitu jelas, kecuali tuntutannya untuk membentuk Komite Rakyat Indonesia sebagai alternatif pemerintahan transisi paska Soeharto. Konsep ini berasal dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang dipersiapkan menjelang kemerdekaan Indonesia tahun 1945.&lt;br /&gt;Kelompok ini pernah membangun jaringan di beberapa kota melalui pertemuan mahasiswa se Jawa dan Bali. Namun, hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;4. Front Nasional dan Pusat Infromasi dan Jaringan Aksi untuk Reformasi (PIJAR)&lt;br /&gt;Selain Forkot, di Jakarta terdapat dua kelompok GM yang cukup signifikan dalam melakukan aksi-aksi demontrasi menuntut reformasi, yaitu Front Nasional dan PIJAR. Kedua kelompok ini berpusat di Unas. Sama seperti mereka menuntut penyelesaian krisis ekonomi dan melengserkan Soeharto sebagai presiden.&lt;br /&gt;5. Majelis Penyelamatan Organisasi (MPO) HMI4&lt;br /&gt;Agak sulit memposisikan kelompok HMI MPO dalam dikotomi GKOB dengan GAOB. Tanpa alasan yang cukup jelas, Widjojo (1999a: 369-369) mengkategorikan HMI MPO sebagai GKOB. Kemungkinan, alasannya karena HMI MPO dianggap memiliki gen organisasi yang sama dengan HMI, yang terbukti beberapa mantan aktivisnya menjadi pembantu presiden Soeharto. Namun, sesungguhnya terdapat perbedaan mendasar antara HMI dengan HMI MPO, yaitu penolakannya terhadap kebijakan "asas tunggal Pancasila". Dari penolakan ini jelas bahwa HMI MPO sejak awal telah berseberangan dengan rejim Orde Baru Soeharto. Bahkan, antara tahun 1985 hingga pertengahan 1998, HMI MPO ini dianggap sebagai organisasi yang ilegal oleh pemerintah Orde Baru.&lt;br /&gt;HMI MPO membentuk tujuh komite aksi yaitu Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta (FKMIJ), Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Semarang (FKMIS), Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta (LMMY), Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Ujung Pandang (FKMIU), Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Purwokerto (FKMIP), Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Kendari (FKMIK) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Palu (FKMIP). Komite-komite aksi ini akan mempertanggung-jawabkan kegiatannya kepada Dewan Pimpinan Cabang HMI MPO kota setempat.&lt;br /&gt;Di Jakarta kelompok ini memiliki basis di Universitas Jayabaya, ABA-ABI, IAIN, Unisma, Universitas Muhammadiyah. Di Yogyakarta, kelompok ini berbasis di Jamaah Shalahuddin UGM dan aktivis HMI MPO di beberapa universitas swasta di Yogyakarta.&lt;br /&gt;Antara tahun 1990-an hingga 1997 akhir, isu-isu yang paling sering diangkat dalam setiap aksinya oleh kelompok ini adalah persoalan perilaku keagamaan. Misalnya, isu jilbab, isu lemak babi, isu haram Sumbangan Sosial Berhadiah (SDSB) dan isu-isu politik internasional seperti isu pro Saddam, anti Israel, dan isu anti Amerika. Pada tahun 1993-1994, kelompok ini mulai melontarkan isu politik dan ekonomi tentang ketidak-beresan perilaku kekuasaan rejim Orde Baru dengan mengangkat isu kredit macet. Menjelang akhir tahun 1997, kelompok ini mulai mengangkat isu anti Orde baru Soeharto. Bahkan LMMY beberapa kali melakukan aksi bersama dengan kelompok kiri radikal seperti PRD.&lt;br /&gt;Dinamika GM Paska Mei 1998&lt;br /&gt;Paska kejatuhan Soeharto 1998, antara kelompok-kelompok GM maupun dalam internal kelompok GM mengalami perbedaan pendapat yang sangat tajam. Perbedaan ini mulai muncul ketika mensikapi naiknya Habibie sebagai presiden. Bagi kelompok GKOB menganggap bahwa perjuangan mereka telah selesai, sedangkan bagi GAOB masih menganggap bahwa Habibie merupakan perpanjangan tangan dari Soeharto.&lt;br /&gt;Akibat dari perbedaan tersebut, pada tanggal 22 Mei 1998, di gedung DPR hampir terjadi bentrok antara kelompok yang mendukung Habibie sebagai presiden melawan ribuan mahasiswa yang menentang Habibie sebagai presiden. Kelompok yang mendukung Habibie antara lain adalah KISDI, Humanika dan kelompok preman yang menamakan dirinya pendekar banten. Humanika ini adalah kelompok yang sebagian aktivisnya merupakan mantan anggota HMI sewaktu mereka menjadi mahasiswa tahun 1978-an. Mereka ini kelompok yang cukup dekat dengan Habibie, terutama setelah Habibie menjadi ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dukungan yang diberikan terhadap Habibie yang ICMI diharapkan akan membawa keuntungan bagi KISDI dan Humanika. Pada 23 Mei 1998, KAMMI Solo dan Salatiga melakukan aksi menerima Habibie sebagai presiden. Sementara di Semarang, pada 25 Mei 1998, kelompok yang menamakan diri SMPT se Jateng mendukung Habibie. Di daerah-daerah lain seperti di Surabaya, Ujung Pandang dan Bandung, kelompok-kelompok yang dikategorikan GKOB secara serempak melakukan aksi mendukung Habibie.&lt;br /&gt;Tetapi di lain pihak, pada tanggal 28 Mei 1998, Forkot dan FKSMJ aksi di gedung DPR RI menolak Habibie serta menuntut dibentuknya KRI, untuk membentuk eksekutif dan DPRS/MPRS serta menyelenggarakan kabinet sementara serta mempercepat pemilu dan Sidang Istimewa. Tuntutan tersebut bertentangan dengan keinginan kelompok GKOB untuk menjadikan Habibie sebagai presiden. Pada 22 Mei 1998, LMMY, PMII, GKMI dan kelompok GAOB lainnya di Yogyakarta juga melakukan aksi menolak Habibie dan kabinetnya. DRMS Solo juga melakukan aksi menolak Habibie dengan melakukan aksi di Balaikota Solo. Penolakan yang sama juga dilakukan oleh AMRS di Semarang pada 23 Mei 1998 di Kantor Gubernur Jawa dan FKPI di depan gedung DPRD I pada 25 Mei 1998. Aksi yang sama juga dilakukan oleh kelompok GAOB di seluruh kota-kota besar di Indonesia untuk menolak Habibie sebagai presiden.&lt;br /&gt;Pertentangan tersebut terus mewarnai demonstrasi-demonstrasi di Jakarta dan beberapa kota lainnya antara akhir Mei hingga September 1999. Tetapi, kuantitas aksi demonstrasi mulai menuntut dan menolak habibie mulai berkurang pada bulan Juli hingga September 1998. Tetapi, wacana tentang perbedaan tersebut makin menajam di antatra kelompok GKOB dengan GAOB pada bulan Oktober 1998. Misalnya pada 28 Oktober 1998 di Bandung hampir terjadi bentrok di antara kelompok tersebut. Pasalnya, aksi yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok GAOB dengan memasang spanduk anti Habibie, tiba-tiba dirubah oleh kelompok GKOB menjadi dukungan terhadap Habibie. Ketegangan-ketegangan tersebut juga terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.&lt;br /&gt;Perbedaan ini terus berlanjut dalam menyikapi perkembangan politik nasional. Kedua kelompok di atas seringkali mengambil posisi yang berseberangan dalam menghadapi isu-isu penting nasional.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Gayatri, Irine H., "Arah baru Perlawanan Gerakan Mahasiswa 1989-1993", dalam Widjojo, Muridan S. (et.al), 1999, Penakluk Rezim Orde Baru, Gerakan Mahasiswa '98, Jakarta: Sinar Harapan, h. 64-125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harahap, Muchtar E dan Basril, Andris, 1999, Gerakan Mahasiswa dalam Politik Indonesia, Jakarta: NSEAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesing, R.H., "Theories of Culture Revisited", dalam R. Borofsky (ed.) 1994, Assessing Cultural Anthoropology, New York: McGraw-Hill, h. 301-012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanit, Arbi, "Gerakan Mahasiswa 1970-1973: Pecahnya Bulan Madu Politik, dalam Widjojo, Muridan S. (et.al), 1999, Penakluk Rezim Orde Baru, Gerakan Mahasiswa '98, Jakarta: Sinar Harapan, h. 45-63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soewarsono, "Prolog: Gerakan Mahasiswa 1998", dalam Widjojo, Muridan S. (et.al), 1999, Penakluk Rezim Orde Baru, Gerakan Mahasiswa '98, Jakarta: Sinar Harapan, h. 1-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widjojo, Muridan S. (et.al), 1999a, Penakluk Rezim Orde Baru, Gerakan Mahasiswa '98, Jakarta: Sinar Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widjojo, Muridan S. (et.al), 1999b, Kronologi Kronologi Demonstrasi Mahasiswa1989-1998, draft tidak dipublikasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winarto, Yunita T., "Pendekatan prosesual: Menjawab Tantangan dalam Mengkaji Dinamika Budaya", dalam Antropologi Indonesia, No. 60, 1999, h. 25-35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Sebagian besar data yang digunakan dalam tulisan ini diambil dari hasil penelitian Muridan S. Widjojo dkk. (1999), yang dipublikasikan dalam buku Penakluk Rezim Orde Baru, Gerakan Mahasiswa '98 (Jakarta: Sinar Harapan). Dalam penelitian tersebut saya menjadi salah satu asisten peneliti.&lt;br /&gt;2 Peristiwa Malari 1974 bermula dari aksi mahasiswa menolak kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka sebagai simbol untuk menentang investasi modal asing. Namun peristiwa tersebut akhirnya berubah menjadi kerusuhan yang telah menyebabkan 9 orang meninggal, 23 orang terluka dan beberapa banguan termasuk pasar Senen terbakar. Dari peristiwa tersebut, pihak keamanan telah menahan 700 orang dan 45 diantaranya diajukan ke pengadilan. Pada saat yang sama, pemerintahan membredel beberapa koran yang telah memberitakan peristiwa tersebut (Sanit, 1999: 53-54).&lt;br /&gt;3 PRD kemudian berubah menjadi Partai Rakyat Demokratik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Pada tahun 1983, pemerintah rejim Orde Baru menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi setiap organisasi yang ada di Indonesia. Kebijakan ini telah berpengaruh pada organisasi HMI yang pada tahun 1984 terpecah menjadi dua kelompok, yaitu HMI Dipo (yang diakui pemerintah Orde Baru) yang menerima asas tunggal Pancasila dan HMI MPO yang menolak asas tunggal Pancasila. Penyebutan HMI Dipo karena kelompok HMI ini bermarkas di jalan Diponegoro, sedangkan HMI MPO berkenginan menyelamatkan organisasi dari campur tangan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted at 10:10 am by mashudi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116878637849526238?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116878637849526238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116878637849526238' title='118 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116878637849526238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116878637849526238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2007/01/genesis-gerakan-mahasiswa-1998-marsudi_14.html' title='GENESIS GERAKAN MAHASISWA 1998, Marsudi 2003'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>118</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116513890392391918</id><published>2006-12-03T15:57:00.000+07:00</published><updated>2006-12-03T16:42:21.770+07:00</updated><title type='text'>BERHITUNG YU...</title><content type='html'>"kalau bisa... 1 hari diubah aja jadi 44 jam. gak lagi 24 jam seperti sekarang. biar semua bisa selesai". Kita sering banget mendengar protes manusia2 yang merasa, 24 jam tidak cukup. entah.. apakah ini bentuk protes terhadap waktu-nya, pekerjaannya, atau ketidak mampuan dalam mengelola waktu yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berpikir secara efektif seseorang tentu ada batasnya. Maksimal, seseorang dapat konsentrasi pada satu topik adalah 2 jam. selebihnya, pikiran tersebut akan terbagi. Karena sifatnya maksimal (tentu dilihat secara rata2), tentu akan ada yang kurang dan ada juga yang lebih. tapi kalau namanya ukuran maksimal, tentu lebih banyak kurangnnya dibandingkan yang lebih. artnya, orang akan mempunyai kemampuan berpikir jenih, kurang dari 2 jam. Lalu, sisanya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikannya, ya kita bisa mencobanya sendiri. konsentrasilah pada satu topik, lihat jam sebelum kita memulai. Saat kita merasa lelah dan tidak lagi mampu berpikir dengan jernih, tengok kembali waktu yang ada. Berapa jam waktu efektif yang kita punya.&lt;br /&gt;setelah istirahat, kita mulai lagi berkonsentrasi, berapa lamakah kemampuan setelah yang pertama. Kita pun bisa mencari waktu yang paling produktif. Masing2 orang berbeda2 tentunya. ada yang bisa berpikir secara oke pada pagi hari, siang, sore atau bahkan tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi penting, karena kalau kita pikir2, ternyata waktu hidup kita lebih banyak melakukan hal yang tidak penting.. tidak berguna dibandingkan yang mempunyai pengaruh besar terhadap harapan atau cita2 kita. Jadi jangan salah, kalau komentar tentang keinginan merubah waktu itu adalah salah satu bentuk ketidak mampuan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah hitung dengan jujur. tarolah usia kita 35 tahun. 6 tahun sejak kita lahir di bumi ini kita habiskan untuk menambah kerjaan orang tua kita. Bisa saja kita bilang, itu adalah masa tumbuh kembang, masa belajar de el.. el. what ever lah...&lt;br /&gt;Trus, dari 6 - 12 tahun, adalah masa2 seneng2 diantara kita mempelajari hal2 baru. tapi diantara belajar dan seneng, mungkin 75 % cuma untuk seneng2. itu sampe lulus kuliah. karena emang gak ada benan sama kita untuk melakukan hal produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kerja 1 hari 8 jam x 5 hari. dari delapan jam, berapa waktu untuk bekerja, berapa waktu di luar kepentingan bekerja. selepas kerja, berapa waktu untuk melanjutkan pekerjaan kita, dan berapa waktu untuk sekedar relax.. dan tidur.&lt;br /&gt;Ya.. tidur. konon, kata para ahli kesehatan, tidur yang baik adalah 6 jam per-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau rata-rata orang tidur 6 jam, berarti hanya 18 waktu sadar kita dalam sehari. Nah diantara masa sadar itu, berapa lama kita produktif untuk berbuat yang bermanfaat? perjalanan pergi dan pulang ke tempat kerja adalah waktu yang dianggap tidak produktif. demikian juga 1 jam setelah sampai rumah. Jika diambil rata2, 2 jam adalah waktu tidak produktif, maka kita tinggal punya 16 jam. &lt;br /&gt;Konon juga, waktu makan yang 3 x perhari itu juga gak produktif. kalau kita ambil rata2 1/2 jam. berarti, kita hanya mempunyai sisa waktu 14,5 jam sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol ngalor ngidul, ngerumpi, nonton atau sekedar nongkrong2.. sebagian orang menganggap tidak produktif. ini kontraversi bung. karena orang mengganggap ini sebagai bagian produktifitas. karena manusia itu bukan ropot atau mesin. jadi perlu waktu nyantai. Nah, biasanya waktu nyantai.. sekitar 1/2 - 1 jam. umumnya 3 kali kita ngejalanin sehari2. sesampai dikantor pada pagi hari, sambil baca koran dan ngopi/ngeteh.. kita santai, habis makan siang dan selepas kerja. taro lah 1/2 jam masing2. kita mempunyai sisa waktu tinggal 12 jam lo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. 12 jam itu lah yang sebenernya kita bisa pake untuk melakukan hal2 yang penting. Kalau 8 jam waktu kita habiskan untuk bekerja. kita masih punya waktu 4 jam tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bener tidaknya itung2an di atas... entah.. aku sendiri gak yakin kok.. he.. he...&lt;br /&gt;karena prinsip hidupku sungguh praktis. Jalani yang apa bisa dijalani... lakukan apa yang bisa dilakukan... tapi jangan sampe merugikan orang lain..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116513890392391918?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116513890392391918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116513890392391918' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116513890392391918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116513890392391918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/12/berhitung-yu.html' title='BERHITUNG YU...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116502996907856801</id><published>2006-12-02T10:05:00.000+07:00</published><updated>2006-12-02T11:02:27.996+07:00</updated><title type='text'>GALAU...</title><content type='html'>Pikiran kacau, perasaan gak menentu. Mau ngapa2in gak enak.. gak asyik. Ini dia.. kondisi yang bikin gak produktif.&lt;br /&gt;Apa yang bisa diperbuat dalam kondisi seperti ini..????&lt;br /&gt;Ya, gak ada. Jangan kan diakak untuk kerja, untuk mikir.. untuk diem gak asyik. &lt;br /&gt;Tapi.. kadang kebutuhan, kepentingan dll gak bisa nunggu konisi kita kembali normal. Iya khan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa dilakukan.. ya jalanin aja apa yang ada. jalanin hidup apa adanya. Karena semikin dilawan, semakin gak karu2an juga.&lt;br /&gt;Bertemu dengan banyak orang dengan topik pembicaraan keluar dari rutinitas ternyata sangat membantu. Perlahan.. rasa itu akan berangsur hilang. atau paling tidak, berkurang. Selanjutnya, ya terserah ada.. apakah akan melanjutkan kegalauan tersebut, atau sesegera mungkin keluar dan mulai masuk pada fase produktifitas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengawali dari fase "galau", bisa memulai dengan pekerjaan kecil atau pekerjaan ringan. Lebih produktif lagi dan cukup efektif mengeluarkan rasa itu adalah.. melakukan kerjaan fisik. Nyampu, membersihkan ruangan, membereskan dokument2 kerja atau nyuci baju atau apapun yang bersifat fisik. Masalah ada, ketika mau memulai. Malas... Ya, tentu perasaan itu mengelenyut pada saat kita galau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah sekali2 mencari pelarian. Karena perasaan ini, trus lari ke minuman keras, discotique, bilyard atau apapun yang bersifat "melarikan diri". Bahaya...&lt;br /&gt;Mungkin saat itu kita akan menemukan rasa nyaman.. saat itu... selanjutnya kita akan keterusan alias kecanduan. Ini berabe.. karena selain gak sehat buat badan.. gak sehat juga untuk kantong.. Lebih lagi... Dosa. Inget Tuhan dong...&lt;br /&gt;Hidup memang hanya sekali.. kata Bang Iwan, jangan dibikin susah...&lt;br /&gt;karena hidup cuma sekali itu lah.. makanya kita perlu memanfaatkan hidup ini lebih berarti... ok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116502996907856801?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116502996907856801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116502996907856801' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116502996907856801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116502996907856801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/12/galau.html' title='GALAU...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116482895258972505</id><published>2006-11-30T02:35:00.000+07:00</published><updated>2006-11-30T20:30:45.933+07:00</updated><title type='text'>PARPOL DAN ORNOP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/971601/democracy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/891721/democracy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sejak revormasi bergulir, birahi untuk membuat partai politik (parpol) tidak dapat dibendung. Puluhan parpol bermunculan bak jamur dimusim hujan. Kran kebebasan yang terbuka, seolah membanjir ke seluruh negeri. Parpol sebagai media menyalurkan aspirasi, sebagai alat perjuangan atau banyak lagi jargon2 tercipta. Tapi yang jelas ada satu kesamaan... merebut kekuasaan. karena lewat berkuasa, apa yang dicita2kan lebih mudah terwujud. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat para aktifis Ornop, melakukan perubahan negeri yang carut marut adalah sebuah puncak dari cita2. Kemiskinan yang disaksikan sejak tubuh tersadar dari tidur membuat geram selama hidupnya. Korupsi yang tidak tersentuh hukum, Perusak lingkungan yang lagi2 dibebaskan pengadilan karena tidak terbukti atau pelanggar HAM yang justru bertahan sebagai pejabat. Sungguh muak menyaksikan ketidak adilan yang bertengger angkuh tak terusik. Dengan menguasai pemerintahan atau legislatif, kondisi ini akan berubah. Penjahat negera sesungguhnya negara tentu akan memenuhi sel2 pengap yang selama ini hanya diperuntukan para penjahat kacangan. Rakyat2 frustasi yang mengadaikan nasibnya dengan tindakan kriminal untuk mempertahankan hidup. Para petani yang tidak lagi bertani karena tidak lagi punya lahan garapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/948273/democracy_rising_mod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/658447/democracy_rising_mod.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;"bunda relakan darah juang kami, padamu kami berjanji", sebait syair darah juang seolah menjadi spirit untuk mencipta perubahan. rebut kekuasaan untuk merubah keadaan. Itu lah semangat yang mengalir melalui darah2 para aktifis. Analisis situasi pun disusun. para jagoan orasi, jagoan forum2 diskusi, seminar dan rapat sana rapat sini mulai tampil. Langkah pertama, kuasai forum2 dimana mereka telah menjadi jagoan. Ini adalah test case awal ilmu menguasai. Berhasil.. maka kooptasi pun mulai berkembang ke lain2nya. organisasi rakyat, organisasi mahasiswa, organisasi non pemerintah atau lainnya sampai akhirnya dapat mempengaruhi, kalau bisa 220 juta jiwa penduduk negeri seribu bencana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ornop, konon terlahir di bumi Indonesia karena gak ada saluran untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Partai dipaksa cukup 3 saja. yang 2 cuma sebagai simbol untuk mengelabui demokrasi bohongan. Pemilu yang katanya LUBER (langsung umum bebas dan rahasia) pun hanya akal2an. Rapat paripurna DPR yang memilih presiden saat itu ya cuma simbolis. karena pilihannya ya tetep babeh Harto. Nah, kalau wakilnya, bisa gonta ganti, presiden tetep satu. Makanya, di Indonesia, sejak Mbah Harto masih jadi presiden, ya kongkritnya gak ada pemilihan presiden. Yang ada adalah pemilihan wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kran yang tertutup dalam bidang politik, maka diciptakanlah kelompok2 masyarakat. Kebebasan berkumpul dan bersyarikat yang dijamin negar, hanya ada di pasal UUD 45. prakteknya, mohon maaf, tidak ada. Isu paling sangar dan jangan sampe muncul ya politik. Dengan tekat menjaga stabilitas, maka semua yang akan mengarah pada instabilitas, pasti di tumpas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/964840/democracy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/415217/democracy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kegerahan2 yang tidak tertahankan itu lah yang memunculkan berbagai siasat. Mencerdaskan rakyat untuk tahu hak2nya disiasati dengan berbagai bentuk kegitan. Training berbungkus community development, atau bahkan pelatihan membuat pupuk organik. Organisasi pun disamarkan menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM. Kegiatan pengorganisasian rakyat dikemas menjadi pendampingan masyarakat. Banyak istilah beruhah agar tidak dibubarkan ditengah jalan. Sedikit berhasil, dengan bukti berbagai proses pencerdasan untuk menumbukan critical mass terjadi di banyak tempat. Geliat massa pada Mei 1998 yang berakhir pada peralihan kekuasaan adalah bukti dari kerja2 pencerdasan bangsa ini. selain memang udah saatnya juga sih.. yang konon, karena Amerika udah gak pro lagi sama Mbah Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era tanpa batas, dimana semua orang bisa protes, bisa demo, bisa menemui pejabat2 negara dengan lebih mudah.. ktitik keras warga atau organisasi sudah bukan barang aneh. Semua orang bisa melakukan. Bahkan paranormal yang biasanya nempel dibalik penguasa pun dengan enteng bisa mengkritik (bahkan menghina) pejabat negara tanpa harus takut di tangkep polisi atau dikarungin Kopasusus. Bahkan muncul kecenderungan, rakyat butuh suasana kondusif seperti jamannya mbah harto. gak ada demo (karena emang bikin macet jalan), harga2 kebutuhan pokok gak mencekik leher, harga BBM gak selangit atau listrik dan air bersih yang sering mati tapi bayaran terus naek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para aktifis yang dulu membungkus gerakan politiknya melalui kerja-kerja bersama msayarakat pun mulai bangkit. Cekalanya, kebangkitan mereka kalah cepat dengan aktifis yang biasa mangkal diforum2 pertemuan. Aktifis yang gak pernah merasakan makan tiwul bersama rakyat. aktifis yang gak pernah tahu cara mencangkul, mengusung 25 kg pupuk urea atau aktifis yang kena malaria karena lebih banyak tidur dikampung2 terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkerangkakan pengalaman dan kondisi riil dilapangan menjadi sebuah konsep gak mudah. jangankan mengkerangkakan, menulis laporan situasi atau laporan perjanan pun, para aktifis "kampung" kadang gak mampu. sekalipun mampu, penyakit malasnya melebih yang lain. Mereka cukup menjelaskan secara oral.. apa yang direncanakan, dilakukan dan apa yang akan dilakukan dan dibutuhkan. Semua adalah fakta kondisi objektif dilapangan. termasuk kebutuhan akan partai politik bagi gerakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/331449/vv_sucking-democracy-dry.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/419693/vv_sucking-democracy-dry.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Politik adalah persoalan merebut kekuasaan. Pilihannya adalah; Menang atau Kalah. Untuk itu, jangan heran jika fakta2 yang ada dilapangan dianulir karena tidak sesuai dengan keinginan. Kalau rakyat tidak menghendaki partai sbg gerakan untuk perubahan, maka akan muncul cap bagi di komunitas sebagai komunitas yang belum kritis. masyarakat yang belum maju pikirannya. Untuk itu, butuh di buat training, peningkatan pengetahuan atau segenap alat untuk menjadikan mereka setuju, jika parpol adalah alat yang paling efegtif dalam mendorong perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun dan pengembangkan parpol, dibutuhkan sumberdaya yang luar biasa. Paling tidak, harus ada kantor perwakilan di sekian Propinsi, sekian Kabupaten/Kota dan sekian persen ditingkat kecamatan. Untuk menjalankan operasional kantor2 perwakilan tersebut, dibutuhkan berapa banyak sumberdaya? Nah jika itu tidak dapat dipenuhi, lalu akan diambilkan dari mana?&lt;br /&gt;dari anggota dong.. dari rakyat dong.. atau dari siapa? dari anggota, siapa anggotanya? dari rakyat, kalau rakyat setuju,kalau enggak? syukur kalau cuma setuju atau tidak setuju... kalau rakyat meninggalkan karena kita dianggap hanya memanfaatkan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi non pemerintah harus sangat hati2 dengan godaan ini. Melakukan perubahan melalui partai politik. Godaan terberat adalah kompromi politik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari dunia politik. Godaan lain adalah, sogokan atau komitmen dengan pemilik sumberdaya (dana) saat ajang perebutan kekuasaan berlangsung. Godaan lain, apalagi kalau berbagai godaan dunia... harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak percayakan para aktifis dengan gerakan rakyat secara riil. Apakah pilihan parpol sebagai alat perjuangan sebagai bentuk ketidak sabaran terhadap proses. Atau hanya sebagai alat tunggangan untuk mencapai cita2 pribadi. menggapai kekuasaan. atau bisa jadi merupakan bentuk frustasi ketidak mampuan mengorganisir dan membuat cerdas rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, risiko terlalu besar bagi sebuah organisasi non pemerintah yang telah eksis untuk bermain2 dengan dunia hiruk pikuk politik. Contoh sukses negara2 lain dng partai hijau atau analisis2 dangkal para aktifis forum, seminar, training2 perlu dihadapkan dng fakta sesungguhnya. Satu pertanyaan... APAKAH MEMANG AKTIFIS SUDAH TIDAK LAGI PERCAYA DENGAN PEOPLE POWER??? people power yang tercipta dari keseriusan para aktifis membangun daya kritis atas hak2 sebagai warga negara....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116482895258972505?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116482895258972505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116482895258972505' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116482895258972505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116482895258972505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/parpol-dan-ornop.html' title='PARPOL DAN ORNOP'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116482481139130843</id><published>2006-11-30T01:04:00.000+07:00</published><updated>2006-11-30T01:27:48.530+07:00</updated><title type='text'>LELAH OTAK...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sebel.. jengkel atau gondok (entah apalagi kata2 yang tepat) ketika kita gak lagi bisa mikir. apalagi kalau lagi dikejar deal line. "harus selesai besok.."&lt;br /&gt;Kondisi ini pasti pernah dialami banyak orang. atau mungkin setiap orang waras pernah merasakan ini? may be...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. inilah yang aku rasain sekarang. Jangan tanya apa sebabnya. karena kadang, kondisi ini datang tiba2. sebagai orang yang mempelari kejiwaan manusia, ya aku gak pernah tahu.. why, the feel coming? yang jelas, asli.. kondisi ini bikin sebel dan terasa sangat mengganggu. kondisi ini bikin emosi gak stabil. pengennya marah melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang nyebelin lagi... kondisi ini kok berhubungan dengan pencernaan juga. Laper melulu.. he.. he...&lt;br /&gt;sebabnya kenapa? mungkin banyak sebab. Bisa karena suasana yang gak menyenangkan. bisa juga karena beban kerjaan yang over load atau ada sesuatu yang dipikirin dan belum ketemu jawabannya. Kayaknya sih buanyak. mungkin kalau kita konsultasi sama pskiater, akan ketahuan apa2 saja nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau dampaknya, banyak juga. Dan kalau gak mampu di manage, berbahaya juga. misalnya emosi yang gak stabil, bisa nyebabin perang teluk (mungkin, waktu bush nyerang irak juga pas lagi stak juga kali yaaa). selain emosi jadi gak stabil, juga jadi gak produktif. Nongkrong di depan komputer, tapi gak ngerjain apa2. dan gak bisa juga diajak mikir.. kacau betul kan???&lt;br /&gt;masalah semakin berat kalau kebetulan saat itu dead line dari kerjaan kita. Nah loh.. ini bisa jadi disaster betulan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;what can be done?&lt;br /&gt;Cari suasa baru. suasana itu gak harus jauh atau tempat yang mahal. cukup cari udara terbuka, yang banyak pepohonan. ideal lagi kalau ada kolam ikan, (kayak di kantor WALHI, he.. he..) dan tarik nafas dalam2. Hembuskan perlan2. ulang berulang2 sampe terasa sedikit nyaman. Coba jalan beberapa meter, 100 meter lumayan lah sambil membuka pandangan secara bebas. liat anak kecil yang lagi maen misalnya atau orang yang sedang bekerja. usahakan seluruh badan dibuat rilek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan langsung duduk lagi di depan komputer atau langsung mengerjakan kerjaan dulu dong. Ngobrol2 ringan sama teman. bisa tentang film, music atau hobby lama kita. Indah lagi kalau sambil denger musik yang lembut. dire strait asyik juga tuh...&lt;br /&gt;5 - 10 menit cukup lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, segera kembali ke pekerjaan kita. kalau lagi bikin laporan, ya mulai lagi dibikin. kalau lagi buka mesin mobil ya terusin. Apakah ada perubahan? apakah pikiran kita sudah bisa diajak kompromi untuk bekerja kembali.&lt;br /&gt;Belom???? ulangi lagi... keluar, cari suasa yang lain selain tempat kerja kita.. dst&lt;br /&gt;Kembali lagi...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau belom juga.. alias kita masih stak, gak bisa mikir.. sebaiknya kita segera mengagendakan waktu untuk pergi ke psykolog. karena kita sudah masuk pada taraf yang gawat... karena kita sudah mendekati gila..&lt;br /&gt;Benarkah????&lt;br /&gt;Gak juga.. &lt;br /&gt;sebenarnya, yang kita butuhkan adalah relax. keluar dari rutinitas. Tidur mungkin akan sangat membantu. Atau berkencan... he.. he..&lt;br /&gt;tapi untuk yang terakhir, kadang masalah memuculkan masalah baru tuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah Otak... istirahatlah kawan.. karena, pekerjaan gak akan pernah selesai.. sampai dunia ini berhenti berputar. Jangan merasa, bahwa kalau tidak kita kerjakan, dunia ini akan berhenti berputar.. ok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116482481139130843?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116482481139130843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116482481139130843' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116482481139130843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116482481139130843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/lelah-otak.html' title='LELAH OTAK...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116473703601228509</id><published>2006-11-29T00:59:00.000+07:00</published><updated>2006-11-29T01:04:45.276+07:00</updated><title type='text'>MENULIS ITU GAMPANG...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/200%20100%20X1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/200%20100%20X1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;"Sulit tahu"... itu pasti. Komentar tsb akan keluar dari buanyak manusia yang tinggal di jagat ini. Tapi bagi segelintir orang.. mmm... cing cay banget.&lt;br /&gt;Emang iya sih.. Gampang ketika udah biasa. apalagi jadi kerjaannya sehari2. Wartawan misalnya. Atau para penulis buku, cerpenis,novelis dll...tapi jangan tanya suka atau tidak suka dari buah karyanya. Karena jadinya relatif. Ada yang suka gaya tulisan Pram. Ada juga bergaya Hilman atau lainnya. Apalagi dikaitkan dengan topik yang ditulis... Hanya sedikit dari secuil yang bisa masuk ke siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buanyak sudah buku diterbitkan untuk ngasih tahu cara menulis. Bahkan sejak SD, kita udah diajarkan bagaimana caranya membuat tulisan. paling enggak, Guru Bahasa Indonesia kita kerap kasih tugas kita. Menulis pengalaman setelah libur panjang. Kalau diinget2, kerap deh kita memulainya dengan : "pada suatu hari... bla.. bla...". juarang banget ada yang memulai dengan : "Brak..!!!" pintu rumah tertutup dengan keras. Hujan dengan disertai angin besar membuat bulu kudukku berdiri. Rencana berlibur ke rumah nenek pun batal, titik. karena memang tidak ada liburan ke rumah nenek, ya gak ada cerita... he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti, si guru pun akan memberi nilai kita 6 ke bawah. sedangkan yang memulai dengan "pada suatu hari"... bla.. bla... mendapatkan nilai 6 ke atas. Kalau si guru merasa nyaman dengan tulisan yang di buat, bisa jadi dpt 10 - 1. Ajaibnya, tidak ada pembahasan lanjutan. bagaimana sih membuat tulisan yang baik. Ya, cukup nilai saja. selebihnya, diserahkan kepada si murid sendiri untuk menilai. kalau dpt 9 berarti bisa bersombong diri, kalau tulisannya ok. mungkin sudah layak masuk majalah BOBO atau KUNCUNG.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/eknas%20rapat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/eknas%20rapat.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Tentu gak semua guru berprilaku seperti itu. Banyak guru yang kreatif, inovatif dan berani juga. berani menerobos budaya belajar mengajar. sekalipun risiko sering di tegur kepala sekolah. atau bahkan.. kepala diknas. &lt;br /&gt;Pertanyaan kadang muncul dikepala ini tentang pelajaran menulis. Apakah si guru betul mempunyai kapasitas untuk menulis? atau paling tidak, paham tentang teori menulis? entah lah.. hanya Tuhan dan si guru yang tahu. Yang jelas, Guru gak boleh gak tahu. karena gak tahu sama dengan bodoh. so, kalau emang gak tahu, paling enggak harus menyembunyikan ketidak tahuannya. ya, pura2 tahu aja lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis aja semua yang ada di kepala. jangan membaca ulang sebelum selesai. tulis.. tulis dan tulis. setelah selasai, baru baca ulang. mana yang perlu di edit bahasanya. mana yang harus dihapus atau diganti kata2nya. Pernyataan seperti itu umum terdengar saat kita bertanya sama orang biasa nulis. Atau, pelajari dulu apa yang mau ditulis. Kumpulkan data2 yang butuhkan. tentukan topik apa yang akan ditulis. Let's start. Ada juga yang bilang; tergantung tujuannya, untuk apa tulisan dibuat? Tapi hampir semua bersepakat, kalau judul tulisan itu terakhir dibuatnya. Menyesuaikan dengan isi tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk alasan yang terakhir, ini kontradiski dengan proses sekolah yang kita lalui. Skripsi misalnya, yang pertama kali dibuat adalah judulnya. setelah ok, dilanjutkan dengan membuat kerangka berpikir, latar belakang, metode dll. Apakah ini berarti, teori tentang "menulis itu gampang" itu gak tepat? menentukan topik, menentukan tujuan, atau ngawur aja. tulis semua yang ada di kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai dari tujuan. bagaimana kalau tujuannya adalah mendapatkan imbalan. misalnya menulis opini di koran. Ya, gak masalah. penulis tentu akan melihat trend issue yang berkembang. Mencermati moment atau kalau berani.. menciptakan moment, memuculkan issue dll. Karena ini sudah masuk pada jalur bisnis, tidak semua bisa melakukan dengan sukses. Untuk media besar kayak kompas, tempo, gatra atau media Indonesia.. kayaknya sulit banget. teramat sulit jika gak punya nama besar. apalagi.. mohon maaf, mahasiswa. wah.. gak bener itu, buktinya, cukup banyak lo mahasiswa yang tulisannya masuk ke kompas, gatra, media indonesia atau koran - majalah nasional. ini kaitan dengan kualitas men.. tapi, apapun tujuannya, ini sangat membantu untuk mendapatkan fokus dan format tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik apa yang ingin di tulis? Ini tentu lebih mudah menjawabnya. sesuai dengan kapasitas atau kesukaan/hobby. Benarkah lebih mudah? masih ada prasyarat lagi lo. pelajari dan kumpulkan data2 yang dibutuhkan. Ini gak hanya untuk pilihan ini. yang didahului dengan tujuan pun harus mempelajari dan mengumpulkan data2. kayaknya ini bersifat baku untuk mewarnai dan meningkatkan kualitas tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis apa yang ada dikepala. Ini yang agak repot. tapi, ini yang paling banyak terjadi lo. Ide bisa muncul kapan pun. dan kalau tidak di tulis, sayang sekali. Kadang ini muncul saat kita nongkrong di WC. bisa juga mampir saat pacaran. atau saat nunggu temen yang janjian di suatu tempat, dan molor. bisa datang kapan pun lah..&lt;br /&gt;karena itu, buat seorang penulis, alat tulis entah itu bulpoint atau pinsil serta note book selalu di bawa. begitu "cling", langsung ditulis di buku yang telah disiapkan. Bahkan ada yang membuat semacam perpus mini di toilet lengkap dengan buku dan alat tulis.&lt;br /&gt;Apa hubungannya dengan, tulis apa yang ada dikepala? Hubungannya, ya baik2 saja lah. kalau mau dihubungkan, pasti mesra hubungannya. kalau males.. ya, bisa gak ada hubungannya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang repot. karena tulisan jadi kemana2. Gak fokus. really. kalau buat amatiran kayak aku ini, yang lagi belajar nulis. sooo pasti dong.. apalagi kurang baca buku, malas baca koran, malas pula nonton berita di TV dan denger berita di radio. tentu yang akan muncul adalah full asumsi. bener atau salah.. ya gak jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan tujuan, lalu topik. Buat kerangka tulisan atau outline. Katanya itu tahapan untuk memulai menulis. Tujuan? tujuan dikaitkan dengan substansi tulisan, bukan untuk dpt fee. Buat apa sih kita buat tulisan? Untuk kampanye, untuk transformasi informasi, untuk.. apalagi ya..??? kalau begitu, bukankah yang pertama adalah menentukan topik?&lt;br /&gt;Pada prakteknya, gak begitu penting, mana yang duluan. karena semua teori tersebut bisa dipraktekan bersamaan. Yang terpenting adalah, kebernian untuk memulai. Mulai menulis, membaca, memperbaiki. terbuka terhadap komentar orang lain atas tulisan kita. Gak usah khawatir atas penilaian orang, apalagi dengan suka atau tidak suka. karena toh tidak semua orang menyukai tulisan Goenawan Muhammad, padahal dia adalah sang pendekar. tidak ada yang bisa memaksa orang suka karya2nya Chairil Anwar atau Any Arraw.. tul kan???? betul dong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh, kok tulisan nya gak nyambung dengan judulnya sih??? Harap maklum kawan, karena saya masih belajar nulis. Untuk itu, saya minta tolong komentari tulisan saya yang ada. dan saya akan sangat berterima kasih sekali untuk itu... &lt;br /&gt;Sugeng dalu..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116473703601228509?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116473703601228509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116473703601228509' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116473703601228509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116473703601228509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/menulis-itu-gampang.html' title='MENULIS ITU GAMPANG...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116455158470665467</id><published>2006-11-26T21:32:00.000+07:00</published><updated>2006-11-26T21:33:04.790+07:00</updated><title type='text'>TOPIK PENGELOLAAN RISIKO BENCANA.. "pindahan..."</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sejak detik ini.. buah pikiran, saduran, makalah2 ataupun cerita2 tentang pengembangan pengelolaan bencana menempati tempat khusus.. di blog pengelolaan risiko bencana. click aja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://pbom-walhi.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan sofyan-eyanks.blogspot.com untuk laen2 ajah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eyanks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116455158470665467?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116455158470665467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116455158470665467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116455158470665467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116455158470665467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/topik-pengelolaan-risiko-bencana.html' title='TOPIK PENGELOLAAN RISIKO BENCANA.. &quot;pindahan...&quot;'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116450996130854869</id><published>2006-11-26T09:58:00.000+07:00</published><updated>2006-11-26T10:17:24.663+07:00</updated><title type='text'>SURAT UNTUK KAMPUNG HALAMAN-mengelola risiko bencana IV</title><content type='html'>ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya, mengelola risiko bencana. Buah karya Tantang berkutat menuangkan seluruh pikirannya dalam sebuah surat. Surat untuk kampung halamannya tercinta. Surat yang dikirimkan melalui sang Ayah tersayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Ayah dan seluruh saudaraku&lt;br /&gt;di Kampung Dodol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Rindu beriring doa..&lt;br /&gt;Ayah, bagaimana kabar ayah dan keluarga semua. Juga saudara2 yang lain. Aku berharap, semua dalam lindungan Tuhan dan selalu diberikan keselamatan. Amiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, 1,5 tahun yang lalu aku pulang kampung. Aku menyaksikan hutan di selatan dan timur kampung kita sudah mulai habis. Kita semua tahu, siapa saja yang melakukannya. Tidak terkecuali saudara2 kita. Aku tidak seluruhnya menyalahkan mereka karena kita sama2 tahu bagaimana kehidupan mereka yang kurang beruntung. Namun begitu, bukan berarti aku setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, surat ini tidak hanya untuk ayah. tapi aku tujukan untuk seluruh warga Kampung Dodol. Ini berkaitan juga dengan hutan2 kita di Utara dan selatan juga. Aku cemas.. cemas sekali. Karena kita tahu bersama, dan ayah pun pernah menyampaikan ini ke kita semua. Perusakan hutan akan menciptkan bala. Aku baru paham ayah, apa bala tersebut. Di Jawa, banyak terjadi bencana. Banjir dan longsor maupun banjir bandang. Kalau saya saksikan, kampung-kampung yang terkena bencana mirip dengan kampung kita. Ada sungai yang berhulu di hutan pada pegunungan. Jenis tanahnya pun sama. Rumah banyak berdiri tidak jauh dari sungai. Saat musim hujan, banyak mata air dadakan di atas kampung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, kata orang2 pintar di Jawa, itu adalah tanda-tanda kalau bencana banjir bandang, atau longsor atau cuma banjir mengancam kampung kita. Kita harus waspada. Kita harus mencegahnya secara bersama-sama sebelum bala itu datang. Bisakah ayah mengajak saudara2 kita semua untuk melihat2 ke daerah hulu kondisi hutan kita. &lt;br /&gt;Oh ya, banjir bandang seperti yang sudah2, terjadi karena tersumbatnya jalur air di atas gunung sehingga membentuk danau. Jika sumbatan itu jebol, maka akan menjadi penyebab banjir bandang. sumbatan dapat berupa pohon2 yang rubuh, tanah, batu2an yang mengumpul di jalur air tersebut. dan jalur air tersebut tidak harus sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, aku sangat cemas memikirkan itu. ingin sekali aku pulang kampung untuk bersama2 melihat kemungkinan2 itu. Ini masalah keselamatan kita bersama. Saya tidak ingin kejadian yang terjadi di Aceh Tenggara, Bahorok, Pacet, Jember, Sinjai terjadi di kampung kita. Menimbulkan duka, mencerai beraikan keluarga besar kita. Menciptakan kesengsaraan karena harta benda kita musnah oleh bencana. Aku sangat berharap, hutan kita tidak lagi di ganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat percaya ayah dan saudara2ku dikampung bisa melakukan itu semua. Oh ya, ayah pun bisa menemui kepala desa atau kecamatan untuk masalah ini. Aku yakin mereka akan mau bersama2 kita mengantisipasi bala yang bisa terjadi kapan pun itu. Mereka pasti bisa mencarikan orang2 pintar untuk bersama2 kita mengantisipasi bala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembah takjim anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116450996130854869?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116450996130854869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116450996130854869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116450996130854869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116450996130854869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/surat-untuk-kampung-halaman-mengelola_26.html' title='SURAT UNTUK KAMPUNG HALAMAN-mengelola risiko bencana IV'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116443117716035628</id><published>2006-11-25T12:05:00.000+07:00</published><updated>2006-11-25T12:06:41.426+07:00</updated><title type='text'>MENGELOLA RISIKO BENCANA III</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/466844/bocah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/627593/bocah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Tatang pun menulis sepucuk surat kepada orang tuanya.. yang hanya seorang petani. Petani yang lahannya mulai menyempit karena terpaksa harus dijual atau digadaikan untuk membiayai dia sekolah. Sudah bergulung2 kertas menghiasi kamar kosnya yang sempit. selesai menulis, dibaca... terlalu sulit di pahami, diulang lagi dengan kertas yang baru.. Jam weker pun telah menunjukan angka 3.45 wib. "gila", gerundelnya dalam hati... begitu sulitnya menjelaskan apa yang ada di kepala melalui tulisan. Seandainya.. kembali lamunan dia menembus batas2 normalitas. bisa terbang, menjadi orang kaya atau semua yang memungkinkan dia bisa bertemu langsung dengan orang tuanya, saudara2nya di kampung nun jauh di mato..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULIT... Pasti dong...  Selalu ada kendala untuk memulai sesuatu. Sama halnya anak kambing yang jatuh bangun disaat belajar berjalan, beberapa saat setelah keluar dari rahim sang induk. Tidak berbeda saat kita belajar membaca, menghitung atau membuat teh manis pertama kali. Proses dan cara.. Dibutuhkan informasi untuk mengerjakan sesuatu. tapi secara alamiah pun, semua memiliki pola adaptasi. ya seperti anak kambing itu contohnya. atau.... tanaman yang kita paksa masuk ke dalam pot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/299382/310%20001%20X1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/215070/310%20001%20X1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Informasi dan cara.. itu penting. Lalu, bagaimana bisa mentranformasikan informasi dan cara tersebut tanpa kehadiran fisik? faktanya, terlalu besar gep antara yang paham luar dalam CBDRM dengan jumlah penduduk sangat besar. 220 juta penduduk indonesia, jika yang tahu cuma 10 % saja, udah kesulitan. Apalagi kalau disandingkan juga dengan keberadaan penduduk yang menyebar dan minim fasilitas. Terpencil di kaki gunung, di pulau2 kecil atau dibelantara hutan. Sementara, kerawanan kawasan yang tinggi di Republik Bencana ini adalah fakta adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang subuh, senyum tatang mengembang. "Hah", nafas dia pun menghembus deras membuang beban yang menyelimuti pikirannya. dari beratus2 kata, berlembar2 kertas yang gagal.. ditemukan sebuah kata yang singkat dan menurut pikirannya mudah dipahami sang ayah. Intinya adalah meminta ayahnya untuk waspada atas kemungkinan datangnya bencana. meminta ayahnya mencari tahu tentang sumber2 ancaman, bertanya tentang kejadian yang mungkin pernah terjadi dan meminta ayahnya mencari tahu ke pemerintah setempat. (surat tatang kepada ayahnya... akan ditambilkan dalam Mengelola risiko bencana IV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatang mampu menyelesaikan surat melalui proses alamiah. Menulis, membaca ulang, berpikir, menuliskan lagi, baca ulang, analisis.. dan akhirnya menemukan apa yang diharapkannya. Dan surat yang dikirimkan kepada ayahnya, adalah sebuah cara untuk memulai mengelola risiko bencana berbasis masayarakat. Namun, bukan berarti tidak ada lagi masalah dalam proses pelaksanaannya. Belum tentu sang ayah percaya. Sekalipun percaya, belum tentu dijalankan dengan berbagai alasan. Sibuk, sungkan bertemua dengan borokrat atau.. bukan ditempatkan bukan prioritas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ayah Tatang, mulai melakukan apa yang disampaikan tatang. Mulai memetakan sumber2 ancaman, menemui birokrat desa, berdiskusi dengan tetangga... belum tentu juga ada respon positif dan segera ditindak lanjuti. Nah, disini... dibutuhkan kesabaran, keuletan, dan keberanian untuk terus bergerak. Bukan hanya bergerak2 saja. Tapi bergerak maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang menjadi catatan adalah... &lt;br /&gt;Semua orang bisa memulai mengelola resiko bencana. Melakukan berbagai upaya untuk mengurangi (mereduksi) risiko dan dampak dari sebuah kejadian sehingga tidak menjadi bencana. Tidak harus dengan tangannya sendiri, tapi berbagi peran, berbagi kerja untuk mencapai sebuah tujuan bersama.&lt;br /&gt;Mengelola bencana bukan dimulai setelah bencana itu terjadi.. Mengelola bencana harus sudah dimulai jauuuuuh sebelum sebuah kejadian dapat menjadi bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he... he... bersambung lagi ya.... ke bagian IV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116443117716035628?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116443117716035628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116443117716035628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116443117716035628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116443117716035628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/mengelola-risiko-bencana-iii.html' title='MENGELOLA RISIKO BENCANA III'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116437964950783016</id><published>2006-11-24T21:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-24T21:48:13.040+07:00</updated><title type='text'>MENGELOLA RISIKO BENCANA II</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/408599/IMG_1841.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/116067/IMG_1841.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;ini bagian II dari sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatang begitu gelisah setelah mengetahui kampungnya sangat terancam bencana. sekalipun seumur hidupnya tidak pernah merasakan kejadian banjir bandang, longsor atau bajir genangan.. &lt;br /&gt;informasi yang didapat dari obrolan ringan saat makan siang dengan orang yang baru di kenal terasa begitu dalam. Tidak lebih dari 5 menit. perkenalan yang kebetulan itu, berkenaan dengan sebuah peringatan atas ancaman benjir, longsor dan banjir bandang saat musim penguhujan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatang memutar ingatannya atas kampungnya nun jauh di luar jawa. Hutan, tebing dan bebukitan, dan sungai yang memisahkan kampungnnya dengan kampung sebelah. Hutan yang mulai botak di rambah, sungai yang mulai keruh, tebing2 itu.. akhh.... Gundah. sangat gundah. kondisi ini dilihat 1,5 tahun yang lalu ketika dia pulang kampung. bagaimana dengan sekarang. sadarkan warga masyarakat disana, yang juga saudara2nya akan ancaman tersebut? sudahkah pemerintah desa, kecamatan, kabupaten atau propinsi memberi tahu akan ancaman tersebut? warga masyarakat harus berbuat apa? &lt;br /&gt;Ingin rasanya dia memiliki 2 sayap seperti burung. yang bisa mengantarkan dia menembus awan dan tiba di kampungnya. Melihat dari atas, bagaimana kondisi hutan dan kawasan disekitar kampungnnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari tentang ancaman, kapasitas dan kerentanan adalah modal dasar untuk memulai mengelola risiko dan dampak bencana. modal untuk bagaimana melakukan berbagai upaya preventif, mitigasi dan membangun kesiapsiagaan. Tatang sangat paham, rumah per rumah di kampungnnya. dia juga paham secara detil jalan-jalan yang ada. tahu aliran sungai berhulu dimana. demikian juga orang2 kampung disana. siapa yang berusia lanjut, sedang hamil, mempunyai balita atau orang2 yang masih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesadaran atas potensi ancaman tersebut disadari warga, maka yang kemudian dilakukan adalah mulai mencari tahu : seberapa besar bahaya tersebut mengancam kampung tersebut. siapa saja yang berisiko tinggi. bagaimana cara penyelamatkan jika bencana betul terjadi. Mengungsi, akan mengungsi ke mana? bagaimana kemungkinan kondisi tempat pengungsian? siapa yang akan menyediakan tempat berlindung, makanan, air bersih, menolong dan merawat yang terluka dll. Lalu, apakah bahaya tersebut bisa dihilangkan, atau paling tidak diperkecil dampaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memulai mengelola risiko bencana berbasis masyarakat dapat dimulai lewat melihat secara seksama, sumber2 ancaman? berefleksi, tentang kemampuan dan ketidak mampuan. Melakukan pemetaan kawasan rawan dan warga yang rentan. Berdiskusi antar warga untuk saling memberikan informasi dan mencermati perubahan dan kecenderungan yang terjadi selama kurun waktu tertentu. Jika betul terjadi, apa yang bisa dilakukan. Mumpung belum terjadi, apa yang seharusnya dilakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/1600/832081/P5060020.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6468/1668/200/621934/P5060020.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kerja2 itu bisa dilakukan tidak harus seperti para peneliti dari kampus atau lembaga penelitian. Memetakan kawasan rawan, bisa dilakukan saat warga mandi di sungai. saat ronda, atau ngobrol2 malam. Meraka adalah penduduk kampung, pasti mengetahui secara persis, jengkal demi jengkal daerahnya. dari peta yang tidak perlu menggunakan skala, warga bisa melihat.. siapa saja yang paling berisiko jika terjadi bencana. bagaimana kondisi warga tersebut. semakin berisiko ketika mereka tidak menyadari akan ancaman yang ada. memiliki balita, manula atau wanita hamil. risiko semakin tinggi ketika rumahnya terpisah dari rumah2 yang lain dengan kondisi jalan yang buruk. risiko semakin meningkat lagi ketika mereka tergolong miskin.&lt;br /&gt;tentu tidak hanya manusia yang dipetakan, tapi juga lahan pertanian, jalan, fasilitas publik, sumber-sumber air bersih, sarana transportasi, komunikasi dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari sumber ancaman tidak mungkin diperkecil potensinya menggunakan tenaga lokal, membangun jaringan dengan pihak luar adalah solusi terbaik. tidak harus langsung dengan ahlinya. karena orang yang kita kenal dapat menghubungkan kembali dengan orang yang mungkin punya kenalan seorang ahli. selain itu, tentu mendorong pemerintah untuk berperan aktif adalah yang utama. Mereka lah yang diberi mandat untuk mensejahterakan rakyat. Tanggung jawab mereka menjadikan rakyat dapat hidup bermartabat. Oleh karenanya, mereka mendapatkan berbagai fasilitas dari Negara, sampai akhir hayat keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah praktek mengelola risiko bencana... apakah terlihat sulit? apakah harus para akademisi dengan segenap gelar, para aktifis ornop yang telah malang melintang di dunia persilatan saja yang bisa melakukan. atau instansi pemerintah khusus penanggulangan bencana yang bisa melakukan? &lt;br /&gt;Ya gak lah... la kenyataannya, mengelola risiko bencana itu gampang.. asal ada kemauan untuk melindungi dan menyelamatkan diri dan keluarganya dengan sungguh2. Memulai dari manapun bisa. Dari menyetarakan pemahaman, menganisis sumber ancaman, memetakan ancaman, kapasitas dan kerentanan, memetakan kawasan2 rawan atau mencari teman (pengembangan jaringan) dan mendesak pemerintah setempat untuk memfasilitasi pengelolaan risiko bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmm.... aku lagi bosan nulis.. bersambung lagi aja ya... ke bagian 3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116437964950783016?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116437964950783016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116437964950783016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116437964950783016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116437964950783016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/mengelola-risiko-bencana-ii.html' title='MENGELOLA RISIKO BENCANA II'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116417077550063259</id><published>2006-11-22T11:43:00.000+07:00</published><updated>2006-11-22T23:27:10.190+07:00</updated><title type='text'>PENGELOLA RISIKO BENCANA (bagian I)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/forest-fire2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/forest-fire2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Paska tsunami, ngelmu tentang pengelolaan risiko bencana atau kerennya disaster risk management begicu populer. padahal, 1 tahun sebelumnya, jauh tahun sebelumnya.. pengetahuan itu jadi isu pinggiran. cuma beberapa lembaga aja yang gak begitu peduli, terus mengembangkan. ada yang dengan pendekatan karitatif ada juga yang katanya pemberdayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau liat perkembangan paradigma pengelolaan risiko bencana, memang terjadi pengembangan yang pasti. emergency, trus ke relief, mitigasi dan kesiapsiagaan dan sekarang yang lagi nge-pop "pengurangan risiko". pengelolaan bencana yang dikenalkan di awal pun disisipin kata "risiko". karena bencana itu sendiri konon mustahil di tolak, katanya. so, yang diminimalisasi adalah risiko dan dampaknya. begitu para ahli disaster risk management (DRM) bilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kalau liat dari definisi yang intinya : "bencana adalah sebuah kejadian yang menyebabkan ketergangguan sistem kehidupan di masyarakat, menyebabkan kerugian jiwa dan harta serta aset-aset kehidupan serta masyarakat terkena dampak tidak mampu mengatasi sendiri dengan sumberdaya yang dimilikinya", harusnya kan konsisten ya. artinya, bencana itu, selain sangat bisa di reduksi... ya bisa juga di tolak atau dihilangkan sama sekali. Yang gak bisa, pemicunya, kejadian yang disebut bahaya.&lt;br /&gt;Merapi misalnya, yang gak bisa dicegah itu erupsinya kan. piroklastik yang keluar dari kepundannya ke sekitar jangkauannya. Nah, kalau kejadian itu gak menyebabkan keterganggunan sistem kehidupan, gak ada korban jiwa atau harta.. gak disebut bencana kan? demikian juga dengan tsunami, gempa, banjir, longsor dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudah lah... karena kita ini memang paling hobi memperdebatkan makna dari kata2. pengelolaan dengan penanggulangan dan penanganan bencana misalnya. itu bisa tujuh hari tujuh malam diperdebatkan, dan bisa tanpa hasil. artinya akan dikembalikan ke masing2 orang yang memberdebatkannya. Nah, celakanya dengan model kayak gini, yang berpeluang untuk memasukan itu sebagai pengertian umum, definisi atau apalah.. orang2 yang punya kekuasaan mengambil kebijakan atau orang yang deket dengan kekuatasaan. atau... orang yang punya tambahan gelar di depan dan dibelakang namanya. sekalipun.. gak umum atau bahkan salah. Ini Indonesia bung... gak usah heran (grundelan orang2 frustasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/IMG_2308.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/IMG_2308.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau melihat praktek pengelolaan atau penanggulangan risiko bencana, kayaknya kok sulit banget. butuh ini dan itu. persiapan macam2. harus ada pakar dibeberapa bidang (lagi2, kalau perlu yang gelarnya puanjaaang), harus ada riset ini lah dan pra syarat lainnya.. dan yang mutlak : DANA YANG CUKUP. Kalau gak ada, ya gak bisa. karena gimana ya, untuk mendatangkan pakar, perlu transport yang memadai dan fee sebagai pakar yang juga harus sesuai. butuh tempat yang ok agar traning bisa efektif di jalankan. buat modul.. itu juga butuh du-it. lokasi juga harus betul2 disiapin. masyarakatnya harus dikondisikan de el el....&lt;br /&gt;pokoknya, susah lah. jangan kan orang kampung yang kerap dilecehkan karena hanya berpendidikan formal gak tamat SD, kayaknya mahasiswa atau yang udah lulus sekolah perguruan tinggi pun gak mungkin jalanin deh. di jamin...&lt;br /&gt;karena, selain mahal.. DRM juga harus ditangani ahlinya. jadi mohon maaf abang becak, abang sopir angkot, ojek, bajaj, bemo atau bapak2 petani, harap sabar menunggu giliran para pakar dan donatur yang baik hati melirik desa panjenengan semua untuk menjadikan sebagai pilot project pengelolaan risiko bencana. tapi lumayan asyik juga kalau kemurangan dan keberuntungan itu datang. selain kita akan dapet tambahan pendapatan dengan mengikuti pertemuan2, diskusi, training dll, kita juga akan dpt pengetahuan tentang bagaimana mengelola risiko bencana dari para pakar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah.. mengelola risiko bencana itu susah? kalau susah, gimana dong dengan 93 % kawasan indonesia yang rawan bencana. gimana juga dengan 98 % warga negara dari 220 juta (dikurangi 200 rebu yang meninggal di aceh, 7000 ribu di jogja-jateng dan yang puluhan sampe ratusan akibat bencana di jember, banjarnegara, sinjai dll) yang rentan. Kalau di bagi rata2 stok pakar disaster risk management yang ada, ampe berapa tahun bisa tertangani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung ya.. ke bagian II&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116417077550063259?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116417077550063259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116417077550063259' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116417077550063259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116417077550063259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/pengelola-risiko-bencana-bagian-i.html' title='PENGELOLA RISIKO BENCANA (bagian I)'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116376391056895570</id><published>2006-11-17T18:41:00.000+07:00</published><updated>2006-11-17T18:45:25.056+07:00</updated><title type='text'>BANJIR MEMBAWA BERKAH</title><content type='html'>"banjir lagi, banjir lagi... bosen.. gimana sih pemerintah kita nih, gak becus ngurus banjir". umpatan itu pasti akan bertibu2 kali keluar dari mulut2 manusia yang tinggal dikawasan banjir. atau warga yang mau gak mau harus melewati jalan yang berubah jadi danau dadakan. Musim yang oleh sebagian orang dinantikan karena mendatangkan rejeki. menjadi pekerjaan pada kondisi yang sangat sulit mendapatkan peluang kerja. "lumayan mas, kalau banjirnya besar, banyak mobil pada mogok. paling enggak, setiap mobil kasih tip rp. 15.000 - 30.000. padahal, banyak sekali mobil yang terjebak mogok. karena terburu2, nekat nerjang banjir. kalau 10 mobil saja yang mogok, udah bisa makan untuk 1 minggu mas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, setiap keadaan, apapun bentuknya, selalu menjadi peluang atau mendatangkan uang. bencana - longsor yang diperkirakan akan antri di musim penghujan, pun demikian. paling enggak, mie instan dan air mineral akan menaikan produksinya. demikian juga dengan tikar, terpaulin, obat2an, tempat air dan segenap marang untuk bantuan. sektor transportasi dan komunikasipun mendapatkan dampak positif dari kejadian tersebut. hanya itu... ya, enggak. dalam skala kecil, banyaknya tim sar dan pekerja kemanusiaan yang datang ke lokasi, tentu membutuhkan jajanan, rokok, atau makanan instan, kebutuhan itu tentu menjadi peluang bagi warga lokal yang memiliki sedikit modal untuk buka warung. sekala menengah.. bencana pun akan memberi peluang bagi organisasi atau kelompok2 yang bekerja untuk kemanusiaan. Mendapatkan dana dari berbagai donor untuk program kemanusiaan. dan skala besarnya, dana yang ada di negara bisa juga dipake. apalagi kontrol penggunaan dana emergency suangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana membawa berkah...&lt;br /&gt;itu adalah realitas bagi sekelompok lain. Lainnya, tetep aja bencana sebagai musibah. Hilang semua aset2 yang dimiliki, bahkan tidak menutup kemungkinan kehilangan bagian keluarga. Hilang pula harapan untuk hidup bermartabat karena penanganan paska bencana yang tidak tuntas dan jelas.&lt;br /&gt;Penanganan paska bencana pun menjadi berkah... dana rekonstruksi bagi warga terkena dampak bencana ramai2 disunat.&lt;br /&gt;Bahkan dana yang masih di kas negara pun bisa diakalin lewat percaloan atau pengalihan budget. ada yang jadi gedung olah raga, rumah legislatif atau bahkan asuransi dan biaya transportasi ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang negeri ajaib. 98 % komunitas yang rentan gak menjadikan para pengambil kebijakan untuk berpikir menjalankan mandatnya. 93 % daerahnya rawan bencana yang merubah paradigma dalam pembuat kebijakan.&lt;br /&gt;Ya... karena satu tentunya.. bencana yang membawa berkah.&lt;br /&gt;tapi itu gak cuma dikalangan pengambil kebijakan. tapi juga berpianak ke dunia bisnis, ornop, ormas, organisasi keagamaan bahkan warga masyarakat juga. bahkan pada warga yang sebenernya jadi korban bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peluang untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok dengan cara cepat membutakan hak orang lain. bahkan rela mengorbankan sistem sosial, kekerabatan atau bahkan ikatan persaudaraan. berkolusi dengan para koruptor, para pelaksana proyek sialan... memanipulasi data dan angka. hasil kerja akan menjadi ancaman baru, bukan lagi menjadi pemikiran. lihat aja, rumah2 di aceh dengan kualitas yang sangat buruk. bangunan itu sendiri menjadi ancaman baru bagi kawasan yang terlewati jalur disko bumi.&lt;br /&gt;tapi agaknya menang gak penting. gak penting juga buat penanggungjawab keselamatan warga...&lt;br /&gt;karena bencana yang akan datang... akan membawa berkah kembali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116376391056895570?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116376391056895570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116376391056895570' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116376391056895570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116376391056895570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/banjir-membawa-berkah.html' title='BANJIR MEMBAWA BERKAH'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116348872584859042</id><published>2006-11-14T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T14:18:45.913+07:00</updated><title type='text'>AGENDA RAKYAT...</title><content type='html'>Begitu mudah orang meng-claim atas nama rakyat. Semua orang memang bisa menyatakan atas nama rakyat. dari mulai pak RT-RW, bisa bilang atas nama warga diwilayahnya. Kepala dusun dan desa pun bisa demikian. Men-claim atas nama masyarakat di wilayah administrasinya. Trus sampai Presiden. Partai politik pun mempunyai justifikasi atas nama massa partai, atau di luar itu. Ustad, ulama, pendeta dan orang2 yang ditokohkan pun punya kuasa. Organisasi-organisasi massa, organisasi komunitas, organsasi profesi sampai organisasi non pemerintah pun tidak ketinggalan. ATAS NAMA RAKYAT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa agenda rakyat sesusungguhnya? apakah sudah terserap atau sesuai dengan yang disuarakan yang mengatasnamakan tersebut? ATAS NAMA RAKYAT... MENGUSUNG AGENDA RAKYAT. Bisa iya... bisa juga tidak. Karena makna rakyat itu sendiri memang luas. Rakyat adalah seluruh manusia yang tinggal dan hidup dan mendapat mengakuan dari negera atas statusnya.&lt;br /&gt;jadi memang gak salah juga kalau mereka meng-kup atas nama rakyat. paling enggak, rakyat yang dimaksud ya dirinya sendiri. kerombolannya atau.... bener2 rakyat secara hakiki. DPR berbicara atas nama rakyat indonesia... sekalipun banyak kebijakannya bertolak belakang dengan kepentingan rakyat secara hakiki. pemerintah atas nama rakyat bisa ngutang ke negera lain, sekalipun belom tahu, bayarnya pake apa. bisa juga bikin perjanjian dengan negara lain, perusahaan multinasional dll, sekalipun hasilnya menghancurkan kehidupan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ornop... kebanyakan menggalang dana, yang kebanyakan juga dana dari luar negeri atas nama rakyat juga. Kasus2 yang dihadapi rakyat, antisipasi atas kesengsaraan rakyat, mengentaskan kemiskinan rakyat.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semua berbicara atas nama rakyat... lalu benarkan rakyat sendiri merasa diwakili suaranya oleh semua mua yang mengatas namakan rakyat. gak peduli mereka itu siapa? untuk nambah utang, bangun PLTN, jualan tambang dan mineral serta gas bumi, hutan, sampe air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat memang sebuah komoditi. komoditi untuk segala hal. dari mulai mendirikan negara, menjalankan negara, sampe mendapatkan recehan2. juga untuk menjadi populer, bahkan menjadi pahlawan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116348872584859042?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116348872584859042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116348872584859042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116348872584859042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116348872584859042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/agenda-rakyat_14.html' title='AGENDA RAKYAT...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116335443606268320</id><published>2006-11-13T01:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-13T01:00:36.406+07:00</updated><title type='text'>Jogja ku yang meringis...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/CIMG2657.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/400/CIMG2657.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Jogja memang begitu damai. Semua pasti setujua kalau berbagai julukan untuk propinsi yang pernah jadi ibu kota sementara Indonesia tepat. Kota gudeg, karena memang makanan khas banyak disukai. Kota pelajar, tepat juga. Ratusan perguruan tinggi, sekolah menengah sampe tempat kursus menjamur. Boleh di bilang, setiap dusun pasti ada pusat belajar. Kota budaya… mmm.. kayaknya ini banyak makna. Bisa jadi karena Jogja sampai saat ini masih kokoh memegang tradisi yang ada. Bahkan, di Nusantara ini, kepatuhan terhadap Raja hanya di jogja yang masih mengakar sangat kuat. Makna lain, bisa jadi sebagai kota pelajar akhirnya mengundang seluruh para penduduk negeri kepulauan ini datang untuk sekolah. Jadilah Jogja sebagai miniatur Indonesia. Makna lain bisa juga karena peninggalan2 budaya yang ada di sana. Dari mulai candi2, bangunan tua jaman belanda sampe alat2 perang dan alat dapur. Ya… Jogja memang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, aku selalu merindukan Jogja. Tak salah kiranya Katon Kla Project menuangkan kerinduannya lewat syair “Jogjakarta”. Tak salah pula banyak wong Jogja rela bolak balik Jogja – Jakarta setiap Jumat sore dan kembali ke Jakarta minggu malam mempertahankan keluarganya di sana. Jogja memang menawarkan sejuta kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, julukan2 tersebut sedikit terbiaskan… &lt;br /&gt;Terbiaskan dengan berbagai ego dan kepentingan jangka pendek. Kota pelajar yang ramah, siap menyambut seluruh masyarakat mulai bergeser. Kampus-kampus mulai memagari diri. Menunjukan kekuasaannya sebagai penguasa. Alasan tak logis pun dilogis2kan. Pasti… dan yakin sekali wong jogja setuju deh (lang wong ini sempet jadi rasan2 buanyak orang jogja dan orang2 yang numpang sementara tinggal di jogja). Ketika UGM, kampus yang katanya kampus rakyat, milik masyarakat gak cuma jogja, yang hanya dikasih pinjem tanahnya sama Kraton Jogja menutup akses jalan umum. Bak sekolah swasta yang memeng beli tanah sendiri, UGM mengatur jalan-jalan yang dibangun dari uang negara. Gerbang pun di buat dan di tutup untuk umum. Sebelumnya, pedagang kaki lima di minta hengkang dari wilayah Kampus.&lt;br /&gt;Alasan klasik dari pihak pengelola, menjaga keamanan kampus. Mejaga ketenangan proses perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak cukup itu saja. Kampus yang gak pernah membuat perencanaan kawasan ini juga mulai membangun. Bahkan membangun mall, tanpa AMDAL pula. Lho..???? bukankah mereka banyak meluluskan para penyusun dan penilai AMDAL. Iya, itu urusan bisnis lain kawan…&lt;br /&gt;Masih kurang, bersama Bupati penguasa wilayah Sleman, jalan protocol yang saat ini dikelola propinsi di minta. So pasti, jalan utama ini pun akan ditutup juga.&lt;br /&gt;Hebat kan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota pelajar sebagai gudang ilmuan ini memang harus legowo melepaskan julukannya. Bagaimana tidak, la saat gempa memporak porandakan separo jogja adalah bukti, bahwa julukan itu memang gak lagi pantas bersandar di sana. Duluuuuu… mungkin iya. Disaat para dosen, guru dan mahasiswanya bener2 menerapkan ilmu yang dimilikinya untuk kepentingan rakyat. La emang sekarang ilmu itu buat siapa? Siapa lagi kalau bukan untuk kepentingan bisnis… untuk mendapatkan uang dan materi sebanyak2nya. Liat aja rector yang minta gaji dan tunjangan gila2an. Sampe2 di demo sama staff dan dosennya sendiri. Menjadi konsultan AMDAL dan konsultan lainnya… hanya untuk justifikasi ilmiah, justifikasi akademis kalau bisnis itu sah adanya. Udah diteliti sama pakarnya je.. gelarnya aja lebih panjang dari namanya. Masih meragukan kapasitas mereka sebagai konsultan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/P1010043.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/P1010043.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat dengan polemik Taman Nasional Gunung Merapi, AMDAL aqua, atau AMDAL kawasan industri piyungan.  Bebekal itu, kawasan piyungan yang rentan terhadap bencana pun disulap melalui Perda kab. Bantul menjadi kawasan Industri. Saat gempa 27 Mei baru kita percaya, kalau warning dari banyak pihak, dari dosen2 yang masih lurus pikirannya, dari para aktifis Ornop yang belum terbeli proyek2 pemerintah, dari semua yang peduli terhadap lingkungan dan keselamatan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya.. Jogja yang sebetulnya menyimpan ancaman bencana terabaikan. Banyaknya ilmuan dari kampus2 dan sekolah2 tidak mampu menginformasikan dan menyadarkan warga jogja untuk bersiaga. Jutaan mahasiswa yang diterjunkan lewat paket2 kampus, ya KKN, PKL dll terbukti cuma untuk memenuhi syarat akademisi. Penelitian para dosen pun cuma untuk mengejar kedudukan. Dan kepintaran para birokrat pun terbutakan oleh kepentingan jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/P7030346.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/P7030346.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Jogja menangis.. Jogja terpuruk.. Jogja yang menawarkan kedamaian sehingga dirindukan jutaan orang terkulai lemas hanya lewat satu geliat bumi. Kesombongan atas kesiapan menghadapi ancaman bencana hanya sekedar omong kosong. Ratusan pakar pun diam membisu sesaat. Cuma sesaat… karena dengan kecerdikannya, kembali bersuara bak orator ulung. Kembali mengeluarkan analisis dan teori2nya untuk membangun kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, toh kita masih percaya ya sama mereka2 itu. Padahal.. ngapain aja mereka selama ini. Mereka melanglang buana jualan ilmunya, sampe ke peloksok negeri ini. tapi daerah sendiri gak keurus. Bukankah hancurnya Jogja oleh gonjangan bumi 5,9 SR adalah buah karya mereka juga. Ya, data dan informasi yang mereka genggam jauuuh hari sebelum kejadian memilukan itu untuk apa? Ketika Bupati Bantul meminta justifikasi perubahan piyungan menjadi kawasan industri, padahal tahu kalau daerah disana rentan terhadap bencana. Kemana suara mereka, apa peran para ilmuan kebumian, budaya, social dll. Diam membisu. Sibuk mengerjakan proyek2 penelitian sampe ke ujung papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi itu kembali ditunjukan. Bak dewa penyelamat, kembali  mereka menebar pesona. Menyeruak diantara kesibukan memulihkan dan membangun kembali Jogja. Gelar yang melekat erat di depan atau belakang namanya.. menjadi ajimat yang sangat ampuh. Seampuh keris empu gandring milik Ken Arok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/deami.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/deami.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Bisakah Jogja lebih baik dalam proses pembangunan kembali paska bencana dahsyat ini. Keraguan2 sudah mulai muncul. Hiruk pikuk tanpa ritme saat penanganan darurat masih masih terus berlanjut. Keberpihakan terhadap masyarakat masih jauh dari harapan. Keberpihakan masih lebih dekat dengan kekuasaan dan materi. 15 juta untuk warga : 2 juta perbulan untuk para fasilitator. Entah berapa yang dikantongi para konsultan2. Tidak ada upaya yang sungguh2 untuk mendapatkan lebih sebagaimana dijanjikan Sang Kalla. Tidak juga upaya lain agar warga terkena dampak bencana lebih bisa hidup bermartabat. Sebagai mana mandat dan janji negeri saat berani memerdekakan diri….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116335443606268320?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116335443606268320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116335443606268320' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116335443606268320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116335443606268320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/jogja-ku-yang-meringis.html' title='Jogja ku yang meringis...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116325835743507827</id><published>2006-11-11T22:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-12T14:33:13.293+07:00</updated><title type='text'>catatan perjanan III - thanks KAPPALA foundation</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/eyanks3.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/eyanks3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;he.. he.. jadi malu nih. kemaren udah pengen nulis tentang sambungan perjalan idupku.. eh malah nyasar ke topik lain. ya, aku gak bisa ngeboong kejengkelan sama si bush sialan itu... bush yang aku definisikan sudah menciptakan bencana baru dengan kedatangannya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang menikmati hidup ini... dari sini aja aku mulainya ya...&lt;br /&gt;ya, betul, aku sangat menikmati hidupku di dunia organisasi non pemerintah. tapi kita tahu sendiri kan... ya pasti dirasakan kawan aktifis di daerah2 miskin donor. (ketergantungan Ornop sangat tinggi atas lembaga donor). kita gak mungkin bisa mengandalkan kerja di ornop sebagai pegangan hidup. apalagi Ornop kecil merengil kaya KAPPALA saat itu. tapi, itu betul2 disadari oleh semua aktifis yang ada di sana. buat yang masih kuliah, ya.. tetep ngandelin kiriman ortunya. sama dengan aku...&lt;br /&gt;Di KAPPALA, kita semua betul2 belajar sambil berbuat yang mungkin bisa membantu menjalankan berbagai aktifitas bersama masyarakat. Belajar... ya betul, kita semua masih dalam proses belajar... belajar yang tidak akan pernah kami anggap selesai sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai belajar membuat tulisan. menuangkan apa yang ada dikepala dalam bentuk tulisan. mulai juga belajar motret dengan standard2 jurnalistik, belajar juga membuat perencanaan kegiatan sekaligus menjalankannya. Komputer 486 DX sebagai satu2nya aset paling berharga kita tidak pernah berhenti bekerja. kami dengan sabar bergantian menggunakannya untuk banyak hal. Kami mulai berkumpul dan bekerja pada malam hari dan berhenti ketika azan shubuh bergema. begitu terus... &lt;br /&gt;Ya, itu lah saat awal aku punya aktifitas diluar dunia pencinta alam yang ku geluti selama ini, Oktober 1994. &lt;br /&gt;Diskusi2 yang muncul tidak lagi melulu gunung2 yang tinggi dengan variasi medannya, goa vertikal yang menjorok di perut bumi atau arus sungai yang liar. tapi mulai beralih pada masyarakatnya yang tinggal diseputar tempat para pencinta alam beraktifias. Ini sama persis yang aku alami tanpa mengerti substansinya ketika Merapi mengirimkan awan panasnya ke dusun Turgo. &lt;br /&gt;saat itu, sebagai pasukan berani mati yang gagah berani, tanpa dikomando pun kita akan langsung bergerak. SAR.. itu aja yang terlintas dibenak hampir semua kawan2 pencinta alam saat itu. Mencari dan menolong.. tapi ini awan panas men... sasaran yang akan di tolong adalah manusia yang terpanggang uap panas 300 derajat celcius. Apa yang bisa dilakukan? operasi yang biasa dilakukan adalah nyari orang ilang di gunung. saat itu sungguh tidak terpikir.. yang penting jalan aja dulu..&lt;br /&gt;sampe pertigaan jalan yang menuju Turgo, sepasukan pasukan pun telah berjaga dengan satu perintah. melarang siapapun untuk masuk.. titik!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita gak bisa berbuat apa2. akhirnya bergerombolah sang pencinta alam ini dipertigaan jalan tanpa tahu apa yang bisa dilakukan. yang udah merasa bosen nongkrong, pulang ke jogja. beberapa sukarelawan dengan seragam jelas, bisa masuk sampe ke tempat pengungsian. mereka masak di dapur umum, menyediakan air bersih, mendistribusikan bantuan dll. sementara, warga desa yang mengungsi terlihat kuyu dan tidak bersemangat. selain pikirannya banyak tertuju pada keluarganya di rumah sakit, juga bingung dengan aset-asetnya yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saat itu aku dan segerombolan pencinta alam yang datang ke pengungsian gak tahu, apa kira2 yang bisa kita lakukan. mau ikut masak, gengsi dong.. masak pencinta alam masak... sama dong dengan KSR, PMI, Pramuka dan Menwa. sungguh ego itu masih begitu kuat melekat di otak kita. olok2 pun sering terlontar diantara senda gurau kami. Mau nyari korban yang mungkin belum terevakuasi, dilarang sama aparat... soooooo....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi2 ku di KAPPALA mulai nyambung dengan peristiwa demi peristiwa yang dulu aku gak paham. Seharusnya, kita bisa berbuat lebih banyak di pengungsian dari pada cuma sekedar nongkrong dan mengolok2 orang yang dengan tulus membantu warga yang mengungsi. Tapi lewat diskusi itu pula, aku menjadi paham... seharusnya yang masak itu warga sendiri. karena mereka masih punya kemampuan untuk itu. kita cukup memfasilitasi kebutuhan yang mereka gak bisa penuhi. bersama2 warga membuat mekanisme selama dipengungsian, juga memikirkan aset2 yang ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya warga yang "mbolos" dari pengungsian pulang ke kampungnya menunjukan bahwa, ada kebutuhan lain yang tidak terpenuhi dalam penanganan bencana tersebut. Ya, warga harus mengurus ternaknya yang ditinggalkan di dusun. harus mengamankan aset2 lain di rumahnya. atau juga mengelola ladangnya yang siap panen. Larangan tanpa ada kejelasan siapa yang menjamin terjaganya aset2 mereka menjadikan mereka resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur dalam satu ruang besar, aula pertemuan, sekolah atau tenda besar jelas sangat tidak nyaman. Orang tua bercampur dengan anak2 dan balita. Laki2 berbaur dengan perempuan. sanitasi pun sangat tidak berimbang dengan jumlah warga yang mengungsi. semua itu betul2 menjadi pencerahan buat ku, bagaimana pengelolaan bencana harus dilakukan. salahnya menangani bencana, akan menciptakan bencana baru bagi warga yang baru saja terkena bencana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/P1010001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/P1010001.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Mitigasi untuk awan panas merapi adalah program pertama ku di KAPPALA. program yang keren tentunya.. jujur juga, saat itu aku masih belum tahu substansi dari program. yang ku tahu hanya bagaimana masyarakat lereng selatan Merapi mempunyai kemampuan untuk meredam risiko bencana awan panas. kegiatan yang dilakukan adalah ngobrol2 sama warga.&lt;br /&gt;Ya.. cuma ngobrol2 aja. ikut ke kebun, ikut nambang pasir, ke dapur dan ikut masak atau bertamu. beberapa pertanyaan telah disiapkan. tapi pertanyaan tersebut tidak boleh ditanyakan seperti layaknya wartawan. pertanyaan harus dikemas menjadi sebuah obrolan ringan...&lt;br /&gt;itu adalah pelajaran awal tentang PRA. saat itu, aku sih cuma tahu kepanjangannya doang yang pake bahasa inggris. participatory rural appraisal. alat2 yang digunakan untuk menggali informasi, berdiskusi dan mendapatkan berbagai solusi terus kami praktekan. masih sangat kaku. peta sumberdaya, transek, diagram ven, alur sejarah desa dll. dijalankan tanpa variasi. ya... namanya juga amatir, he.. he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 bulan kami bersama warga kaliadem berdiskusi tentang ancaman bencana disana. karena pola yang dibangun dengan pendekatan persaudaraan, kami pun kerap mendiskusikan topik lain. seperti tanaman kopi, ternak sapi, tambang pasir dll. tidak ada batasan, kami harus siap berdiskusi dan bersama2 mencari jalan keluar. mencari dukungan dari luar untuk itu.&lt;br /&gt;tanpa terasa, program telah berakhir. Namun, kami tidak pernah merasa program tersebut telah berakhir. kami tetap saling kunjung, melanjutkan diskusi dan berkegiatan bersama2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sih asyik2 aja menjalankan kegiatan tersebut. aku seneng.. ya aku lakuin. itu prinsipku dalam menjalankan hidup ini. ya.. hidup ini tidak hanya untuk dipikirkan, tapi untuk dijalani. jalan ke ploksok2 adalah kesenenganku. aku masih belum begitu memikirkan kalau kegiatan tersebut berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. ego ku masih dominan, yang penting seneng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Merapi secara programming selesai, aku kembali terlibat dalam riset kelayakan kawasan Tuban untuk pabrik semen.&lt;br /&gt;Ini pelajaran selanjutnya untuk menggunakan akal dan pikiran yang ada di kepala ku. MTG, sebagai presidium KAPPALA tidak terlalu banyak ngomong. dia hanya berdiskusi singkat tentang kebutuhan ke lapangan. Aku pun sebagai orang yang asal seneng, yang penting jalan. Kepergianku pertama di Tuban amat sangat membekas. aku saat itu jalan bareng Uwi (almarhum; semoga ini menjadi bagian amal beliau di sisi Tuhan, amiiin).&lt;br /&gt;sebagai prajurit yang baik hati dan tidak sombong tapi tidak rajin menabung, aku merasa cukup menjalankan perintah juragan. jadi yang dicari adalah pernyataan2 global dari komandan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah lima hari di sana, kami pun kembali. eeee.... kami habis diketawain sama sang komandan karena keluguan kami. mendapatkan data hanya yang bersifat general saja. beberapa masukan pun kami dapat. dan ke esokan harinya, kami harus berangkat lagi ke Tuban. Sama, tidak ada tugas secara spesifik dari sang presidium. Tapi, diskusi kami tentang substansi telah menambah wawasan dan memberikan gambaran lebih terang, apa kira2 yang harus kami cari.&lt;br /&gt;selama perjalanan naek bus, trus angkudes menuju lokasi, aku terus berpikir tentang apa kira2 data yang harus didapat untuk menyelamatkan tuban dari ancaman tambang dan pabrik semen. pikiranku kembali saat aku diporak porandakan otakku saat training di kappala. Saat berkegiatan di Merapi dan serangkaian diskusi di kappala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpikir di otakku juga, ini adalah bagian dari test case dari proses yang sedang dijalankan di KAPPALA. ada semangat untuk bisa membuktikan, bahwa... aku bisa melakukan. aku bisa membuktikan bahwa, aku gak cuma bisa turun naek gunung. bisa membuktikan kalau diantara hendonisme yang aku punya, sedikit bisa berbuat untuk lingkungan.&lt;br /&gt;saat pertama ke Tuban, saya sempet mampir ke sebuah goa (lupa namanya) yang merupakan sumber air untuk Tuban. terdapat juga bulus raksasa di sana. paling tidak, dengan sedikit yang bisa aku lakukan bisa berkontribusi terhadap penyelamatan goa dan ekosistemnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung lagi ya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116325835743507827?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116325835743507827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116325835743507827' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116325835743507827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116325835743507827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/catatan-perjanan-iii-thanks-kappala.html' title='catatan perjanan III - thanks KAPPALA foundation'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116325270107994775</id><published>2006-11-11T20:43:00.000+07:00</published><updated>2006-11-11T20:46:52.916+07:00</updated><title type='text'>KAWASAN KONSERVASI, SEBUAH ANGAN2</title><content type='html'>Suradji begitu serius mendengarkan penuturan seorang aktifis yang begitu berapi2 menjelaskan risiko dan dampak jika sebuah kawasan dijadikan Taman Nasional (TN). Bersama puluhan warga dusun2 seputar lereng Merapi, di sore yang mulai dingin berlapis kebut tipis, mereka berdiskusi tentang rencana penetapan lereng Merapi dan Merbabu menjadi TN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebagian kecil mereka yang tahu informasi terkait rencana tersebut. Informasi pun jauh berbeda. ini pula yang  menyebabkan mereka lebih serius menyimak. Apalagi beberapa contoh kekerasan, bahkan yang menyebabkan kematian disampaikan dengan detil. Kekerasan yang dilegalkan atas nama kawasan konservasi. Informasi beberapa aktivis yang sebelumnya telah mereka kenal. Mereka telah berkawan cukup lama untuk berbagai kegiatan di kawasan yang dibagi menjadi 4 wilayah administrative ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini terjadi hampir di seluruh Indonesia tercinta ini. Warga tidak mengetahui informasi apa2. Bahkan untuk beberapa kawasan, perubahan status hanya diketahui beberapa gelintir pejabat saja. Dan waktu nya pun sangat cepat.TN Batang Gadis misalnya. Hanya 3 bulan proses penetapan kawasan seluas 361.885 ha. Demikian juga dengan TN Ciremai di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan beberapa kawasan menjadi TN secara cepat tidak lepas dari sesumbar Dept. Kehutanan atas nama pemerintah Indonesia  mewujudkan 1 juta hektar kawasan konservasi  kepada dunia internasional.  Sesumbar tersebut tentu tidak datang dengan sendirinya. Berbagai tawaran telah masuk ke meja dept. yang bertanggung jawab mengurus seluruh hutan di Indonesia. Tawaran berupa hibah sampai hutang. Rencana tersebut, paling tidak juga untuk menutup noda hitam Indonesia sebagai negara perusak hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIMANA SIH AKAR MASALAHNYA…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok persoalan pengelolaan kawasan adalah terpurusnya hubungan harmonis antara kawasan itu sendiri dengan manusianya. Harmonisasi perlu diciptakan, ketika ada pihak ketiga terlibat dalam pola hubungan yang sudah tercipta sebelumnya.&lt;br /&gt;Jauh sebelum negeri ini sesak dengan manusia, ketika hutan, gunung, lautan dan sungai2 masih sederhana dikelola karena seluruh kebutuhan manusia dapat terpenuhi dari alam, ketika negara hanya menguasai hanya beberapa petak lahan, ketika adat dan tradisi dan aturannya dipatuhi… tidak begitu banyak persoalan seputar pengelolaan kawasan. Masing-masing menjalankan fungsinya. Orang yang ditugaskan menjaga hutan menjalankan fungsinya dengan baik dengan segenap aturan. Demikian juga orang yang diserahi tugas mengatur tata air, administrasi warga masyarakat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan signifikan mulai terjadi ketika system local diintervensi pihak luar yang melihat potensi yang terkandung di dalamnya. Intervensi dengan maksud mengusai dan mendapatkan keuntungan, pribadi, kelompok atau golongan, entah itu orang berduit, perusahaan atau negara. Masa penjajahan fisik dituduh sebagai awal dari itu semua. Padahal, sebelum bangsa Eropa masuk dan menguasai hampir seluruh nusantara ini, bangsa kita yang masih dikuasai negeri2 kecil saling mencaplok wilayah lain untuk dikuasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kebijakan,  kita harus jujur kalau berbagai produk hukum kita lebih mengadopsi produk hukum luar, khususnya Belanda. Tapi khusus untuk TN, diambil dari amrik. Konsep pengelolaan mengadopsi system pengelolaan kawasan Yellow stone. Sedangkan Cagar alam, suaka margasatwa, atau perhutani mah jelas2 peninggalan Belanda. Sekalipun telah dimodifikasi produk local, namun jika kita jujur kembali, produk tersebut pun import juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikisan kultur local dilakukan secara sistematis. Dari mulai memunculkan image "kuno", "primitive", "udik", "kampungan" sampe masyarakat terbelakang. Opini2 tesebut secara pasti menghegemoni pemikiran masyarakat secara umum. Kebijakan pun ikut mempercepat runtuhnya kearifan local. Diversifikasi pangan runtuh dengan berasisasi dan penilaian daerah terbelakang yang salah satu indikatornya adalah jenis makanan pokok. Kearifan dalam menjalankan kehidupan pun semakin terkapar tanpa daya oleh hantaman pola konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JASA-JASA KAWASAN DAN KEHANCURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ratusan sarjana, master atau doctor terlahir dari sebuah kawasan. Merapi, Ujung Kulon, Wakatobi, Bunaken dll. Telah milyaran rupiah pula dana yang dihasilkan kawasan2 penting tersebut. Tidak hanya hasil langsung, misalnya pasir merapi yang terkenal, atau keindahan alam melalui paket-paket wisata. Mengatasnamakan kemiskinan, pengembangan masyarakat, ancaman erupsi atau lainnya pun menghasilkan ratusan milyar, dari hibah, uang pajak sampai hutang luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego kekuasaan, kepakaran, atau kedudukan membutakan realitas. Ini lah yang terjadi di negeri mega biodiversity. Bukti2 kongkrit eksistensi dengan system local tidak pernah diakui. Masyarakat Baduy, suku Naga dan masyarakat adat Tenganan adalah salah satunya dalam kontek hutan. Tidak banyak intervensi negara dalam pengelolaan kawasan hutan di sana. Paling cuma survei lalu menuliskan laporan tentang kondisi di sana. Tidak lupa mencantumkan hal2 yang tidak pernah dilakukan sebagai upaya kerasnya untuk eksistensi hutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun system hubungan yang jelas2 menjamin kelangsungan SDA di sana tidak dijadikan dasar analisis pengelolaan kawasan yang lebih luas. Memang, masing-masing daerah mempunyai karakteristik khusus. Nah, justru dari situ seharusnya mereka para buruh rakyat menggunakan otaknya membangun konsep pengelolaan kawasan. Bukankah teori dibangun berdasarkan serangkaian pengalaman yang telah dilakukan dan terbukti berhasil. Penghargaan atas berbagai upaya masyarakat pun seharusnya diwujudkan dalam bentuk yang lebih kongkrit. Bukan hanya acara seremonial berupa penghargaan yang tidak jarang justru meruntuhkan system yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh bin ajaib memang kalau kita berpikir dan menggunakan kata hati atas realitas yang terjadi. Kok bisa terjadi. Tapi… ya kembali.. ego dan kepentingan akibat keserahan, ketamakan memang bisa membutakan mata hati. Benar betul apa yang disampaikan Mahatma Gandhi tentang ketamakan tersebut : “bumi mampu menghidupi seluruh penghuni bumi, tapi tidak untuk satu orang yang tamak dan serakah”. Masalahnya, yang tamak dan serakah di bumi ini tidak cuma satu, tapi mungkin separo penghuni bumi. Lebih celaka lagi, si orang tersebut memiliki kekuatan melalui kekuasaan, jabatan atau harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIMBAL BALIK KEUNTUNGAN, KAWASAN - MASYARAKAT LOKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada penghargaan yang riil atas berbagai upaya masyarakat terhadap pengelolaan sebuah kawasan. Penghargaan hanya dimaknai sempit berupa simbol2. Penghargaan award misalnya atau sekedar memuji saja. Program2 kerja yang dilakukan pun hanya untuk menjalankan projek. Apalagi sinergis antar program. Bahkan yang terjadi adalah tumpang tindih. Yang satu nanam, lainnya menebang. Satu melarang mengusik kawasan karena dilindungi, instansi lain mengeruk karena ada bahan tambang atau membuka kawasan untuk jalan atau pemikiman transmigran, perkembunan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbal balik adalah salah satu bentuk mengembalikan pola hubungan antara warga yang tinggal di seputar atau didalam kawasan penting dengan kawasan itu sendiri. Dulu, bisa jadi masyarakat menggantungkan sepenuhnya pada alam. Tidak begitu berpengaruh besar ketika kebutuhan kayu untuk bikin rumah, post ronda atau lainnya. Tapi sekarang, dimana populasi sudah mekar, alam sudah tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Hanya sebagian saja yang masih tersedia, itu pun harus mempertimbangkan keberlanjutannya. Dari kebutuhan 10, mungkin hanya 3 yang bisa disediakan. Lalu bagaimana memenuhi kekurangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dasar yang harus dipertimbangkan dan cari solisusinya. Membebankan kewajiban tanpa memikirkan haknya yang terpotong karena kewajiban, bukan tindakan bijak. Namun itulah yang terjadi dengan kebijakan kawasan konservasi kita. Bahkan kalau kita tegas dengan aturan yang sudah dibuat, warga yang memiliki ternak, tidak akan bisa lagi mengambil rumput disana, diluar areal yang telah disediakan berupa zona pemanfaatan. Tidak ada solusi ketika kebutuhan tidak dapat terpenuhi akibat pengkotak2an melalui zona2 tersebut. Belum lagi ketika zona pemanfaatan dikuasi oleh pihak lain melalui ikatan kerjasama pengembangan kawasan. Ekowisata misalnya. Kemana warga akan mendapatkan rumput untuk ternak2nya. Mencari kayu bakar atau tanaman obat yang tumbuh liar di dalam kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sebuah contoh kecil yang bersifat teknis. Hal yang lebih besar dan strategis tentu perlu dipikirkan. Tidak hanya dipikirkan, tapi juga diimplemantasikan. Bagaimana membangun pola hubungan harmonis antara warga masyarakat dan kawasan. Pola hubungan yang mengikat didasarkan asas manfaat. Jika dulu pola hubungan dapat dibangun karena sama-sama saling memberikan. Alam meberikan modal hidup pada masyarakat, masyarakat menjaganya. Lalu dalam kontek sekarang bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita sama tahu, kondisi kehidupan masyarakat pinggiran kawasan penting yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi termarginalkan dan terisolir. Selain hak nya dipenggal dengan berbagai peraturan, tidak ada pengganti hak terpenggal juga fasilitas publik serta terbatas. Pelayanan kesehatan jauh dari kampungnya. Sekolah pun demikian. Itu pun dengan kualitas alakadarnya. Sarana struktur dan infrastruktur pun tidak terurus. Bantuan atau lebih tepatnya kewajiban negara untuk memfasilitasi perkembangan dan pembungan jarang sampai. Kalau pun ada, sangat tidak memadai pula. Jika melihat kondisi ini, menjadi wajar jika menjadikan hubungan alam dan manusia tersebut terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa menjaga kawasan yang katanya penting, toh mereka tidak pernah mendapatkan apa2. Bahkan salah2, bisa jadi tertuduh. Sehingga ketika ada orang luar masuk memanfaatkan SDA yang ada, mereka tidak begitu peduli. Karena desakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pula, mereka mudah tergiur oleh tawaran pihak luar mencuri asset-aset alam yang ada disana. Apalagi, orang yang seharusnya menjaga kerap berada di balik aksi pencurian tersebut atau menjadi aktor pencurian itu sendiri. Terlalu janggal kiranya jika kita di suguhkan dengan kata “oknum”. Karena jumlah yang menjalankan kewajiban dengan benar lebih sedikit dari pada yang menjadi aktor yang mendukung perusakan kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik dari termarginalisasinya warga masyarakat pinggiran atau dalam kawasan konservasi, minimnya fasilitas publik, ditambah dengan segudang kewajiban plus pemotongan hak, adalah biang dari munculnya persoalan dalam pengelolaan kawasan.  Tidak akan pernah terjadi sebuah kawasan dapat terkelola dengan baik tanpa keterlibatan masyarakat setempat. Bahkan berulang2 pemerintah menyatakan tentang keterbatasan personel yang harus mengurusi sekian luas kawasan. Omong kosong juga jika melibatkan masyarakat hanya pada pelaksanaan proyek2 yang kadang tidak dipahami manfaatnya. Pada rapat2 pengambilan keputusan tanpa tahu proses dan implikasi dari keputusan tersebut. Atau hanya melibatkan segelintir orang, entah itu tokoh atau kontak person atau sekelompok orang dalam proyek percontohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus jujur dengan sejujur2nya atas kesalahan system kelola yang dijalankan saat ini, jika memang tujuannya adalah untuk keberlanjutan kawasan tersebut. Harus berani keluar dari egoisme yang selama ini justru mendorong proses perusakan kawasan. Merubah kebijakan dan betul2 melihat persoalan riil yang ada dilapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan berbagai fasilitas publik sebagai timbal jasa warga terlibat, langsung atau tidak langsung menjaga eksistensi dan fungsi hutan adalah salah satunya. Fasilitas publik tidak hanya berupa fisik, tapi juga pelayanan yang lebih dari mencukupi. Paling tidak, fisik dan pelayanannya setara dengan yang ada diperkotaan. Pelayanan kesehatan, pendidikan, administrasi desa dll. Selain itu, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam memanfaatkan asset-aset alam yang sekaligus meningkatkan fungsi kawasan itu sendiri. Untuk menjalankannya, tentu perlu bantuan lain untuk menjalankan gagasan2 yang berkembang ditingkat masyarakat. Baik melalui modal usaha maupun pemasarannya. Akses transportasi harus diperbaiki tidak hanya mengedepankan keuntungan. Tapi lebih sebagai bagian timbal jasa. Timbal jasa buat warga akan sempurna ketika beban pajak pun diringankan, atau bahkan dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai fasilitas tersebut diberikan sebagai bagian dari penghargaan atas jasa warga menjaga eksistensi dan fungsi  kawasan. Namun begitu, perlu juga mensinergiskan dengan kebijakan lain dari pemerintah sendiri. Jangan memulai melanggar dengan kebijakan lain. Misalnya pertambangan, membangun sarana fisik di dalam kawasan yang dalam aturan memang dilarang, atau memberikan pengelolaan pada swasta.  Karena ini akan menjadi noda atas berbagai upaya dalam membangun pola harmonis yang sudah tercipta....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116325270107994775?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116325270107994775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116325270107994775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116325270107994775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116325270107994775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/kawasan-konservasi-sebuah-angan2.html' title='KAWASAN KONSERVASI, SEBUAH ANGAN2'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116317677574959607</id><published>2006-11-10T23:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T23:39:41.583+07:00</updated><title type='text'>catatan perjalanan II, (Bush, presiden dan bencana...)</title><content type='html'>malas rasanya melanjutkan cerita perjalanku ini...&lt;br /&gt;entah.. setelah kesibukan bertambah... kerjaan gak abis-abis malah nambah terus, segan rasanya sekedar menuangkan apa yang ada dikepala dan hati. menyaksikan keserekahan, ketamakan yang menjadikan bodoh para pejabat negeri ini.&lt;br /&gt;secara keilmuan, pengetahuan dan skill.. kayaknya gak ada deh yang meragukan. Meraka pasti orang pinter2 (makanya ditunjuk jadi meteri, direjen, kabag dll). tapi menjadi tolol ketika dikungkung oleh kepentingan dan keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketololan ditunjukan dengan menyambut dengan sepenuh hati sang terrorist dunia, george "dajjal" wolker bush. Manusia yang di negerinya sendiri mulai gak dpt kepercayaan lagi karena menjerumuskan negeri paman sam ke berbagai masalah. dari mulai perang irak, mendorong kehancuran iklim bumi dengan gak mau menandatangani protokol kyoto ampe penyiksaan dan pembunuhan orang tak berdosa dengan tuduhan "terrorist". Hanya untuk menyambut dia, kebun raya yang menjadi kebanggan bangsa ini pun di acak-acak hanya untuk menyiapkan helly pet. untuk menyambut kedatangannya, sistem sosial kota hujan pun terganggu. mmmm... kalau menggunakan definisi disaster, kedatangan si bush ini sudah masuk katagori bencana lho...&lt;br /&gt;terjadinya ketergangguan sistem kehidupan di masyarakat dan masyarakat tidak mampu mengatasinya sendiri. cuma satu indikator aja yang gak masuk, hilangnnya korban jiwa. kalau harta.. pasti terganggu. bagaimana pedagang akan dibatasi aktifitasnya. juga petani, mahasiswa, sopir dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kedatangannya sudah menciptakan bencana sosial.... kenapa pemerintah kita begitu bangganya menyambut kedatangan mereka? nah itu adalah salah satu contoh kegoblokan para pejabat negeri ini. Mereka yang makan dan hidup dari uang rakyat, dari pajak, dari hutang luar negeri dengan menjual kemiskinan, pembangunan dll... yang katanya untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;Hebat kan.. mereka yang udah dikasih berbagai fasilitas tapi malah menginjak pemberi fasilitas tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi gak jadi deh mau cerita tentang perjalanan II yang udah mau aku tulis... he.. he...&lt;br /&gt;gara2 bush pencipta dan pembawa bencana...&lt;br /&gt;tapi kayaknya ini cukup menerik juga ya.. kalau kriteria bencana bisa ditambah disini. bencana akibat manusia, lebih spesifik akibat kedatangan pejabat. &lt;br /&gt;Bukankah ketika presiden datang mengunjungi suatu tempat pun sama. Protokoler kepresidenan yang menjijikan telah pula memakan korban. saat mereka mengunjungi Merapi sebagai bentuk perhatian sang kepala negara, warga masyarakat justru mendapatkan susah. Berhimpitan sesama warga karena tempat pengungsian dipake si bapak menginap. saat kejadian bencana banjir bandang di jember, kunjungan dia pun menyebabkan suplay kebutuhan dasar pengungsi terganggu.&lt;br /&gt;bahkan saat beliau yang terhormat lewat jalan tol, jatuh korban jiwa akibat pengendara saat itu diminta berhenti mendadak dan terjadi tabrakan karambol. si supir pun jadi tertuduh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya memang perlu deh memasukan satu kriteria penyebab bencana akibat dari kedatangan pejabat...&lt;br /&gt;Para pakar pengelola risiko bencana harus memikirkan tentang itu. ya.. bencana akibat kedatangan presiden....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116317677574959607?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116317677574959607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116317677574959607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116317677574959607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116317677574959607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/catatan-perjalanan-ii-bush-presiden.html' title='catatan perjalanan II, (Bush, presiden dan bencana...)'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116317401651399775</id><published>2006-11-10T22:52:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T23:05:13.826+07:00</updated><title type='text'>MIMPI INDAH KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN BERMARTABAT PASKA BENCANA TSUNAMI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/IMG_3352.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/IMG_3352.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Aceh begitu popular paska terjadinya tsunami akibat gempa berkekuatan 8,9 skala richter. Bencana yang mengakibatkan lebih dari 200.000 jiwa terenggut nyawanya dan menyisakan kurang lebih 1,5 juta jiwa sebagai pengungsi. Banyak versi mengenai jumlah korban jiwa akibat bencana habat tersebut. Pemerintah secara resmi mengumumkan data 126.915 jiwa, Dept. Kesehatan  173.941 jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan paska bencana, blue print sebagai kerangka acu pembangunan kembali tersusun. Kontra versi tentang proses dan substansi menjadikan blue print yang telah tersusun rapih berubah hanya berupa prinsip-prinsip dasar. Partisipasi masyarakat, karakteristik local serta berbagai analsis dampak jika terjadi pemaksaan penggunaan blue print sebagai guide line yang memang disusun tergesa-gesa han ya untuk memenuhi berbagai ketentuan tawaran bantuan dari luar negeri untuk proses pembangunan kembali. Justifikasi potong kompas yang kerap dilakukan diberbagai bidang.&lt;br /&gt;P roses pembangunan kembali aceh akan memasuki tahun ke dua. Berbagai kritik terhadap kerja-kerja pembangunan kembali cukup terbuka. Korupsi merupakan isu yang paling kuat mengiringi proses penanganan bencana gempa dan tsunami ini. ketida k siapan system, sampai tingginya berbagai kebutuhan akibat permintaan yang melebihi ketersediaan barang dan jasa. Problem lain adalah persoalan lingkungan yang kerap disebut-sebut dalam berbagai kesempatan. Namun tidak pernah bisa dibuktikan dalam tataran implementasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bencana lain yang mengiringi, baik langsung, penanganan IDP’s yang tidak memadai, atau bahkan buruk, pembangunan rumah dan infrastuktur serta fasilitas public maupun konsep makro yang terintegrasi dalam proses pembangunan kembali. Pemenuhan kebutuhan matrial seperti kayu, batu bata, batu kali, batu gamping, pasir misalnya untuk pembangunan fisik cenderung mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Alasan sempitnya waktu yang tersedia serta kondisi emergency kerap dijadikan alasan untuk pengambilan kebijakan berpotensi merusak dan melahirkan bencana baru. &lt;br /&gt;Hal yang mengejutkan adalah hasil penelitian LIPI, 1,5 tahun paska bencana yang menemukan bahwa, ancaman riil bencana gempa dan tsunami tidak menjadikan Aceh berbenah dan bersiaga menghadapi ancaman bencana serupa yang telah menghancurkan dan menceraiberaikan banyak keluarga di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai potensi yang sekarang hadir di Aceh untuk membangun kembali Aceh lebih dari cukup. Dengan ketersediaan dana yang sekarang tersedia sebesar Rp. 28,5 trilyun (diperkirakan lebih banyak lagi karena banyak dana-dana yang tidak tercatat), serta SDM dengan berbagai latar belakang yang mumpuni, Aceh telah siap dengan konsep baru sebuah daerah di Indonesia. Kebijakann baru, yang telah disahkan paling tidak cukup menjadi payung hukum memulai proses mewujudkan Aceh baru yang berperspektif lingkungan. Pengalaman pahit memulai dari titik 0 akibat bencana, Aceh harus menjadi contoh daerah yang mempunyai konsep pengelolaan risiko bencana. tidak hanya ditapak bencana, tapi juga di seluruh wilayah Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/hutan-aceh-selatan2.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/hutan-aceh-selatan2.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Isu Krusial Pengelolaan Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum kejadian bencana, persoalan lingkungan di Aceh cukup beragam. Kalau mau jujur, banyaknya korban jiwa akibat tsunami tidak lepas dari pengabaian karakteristik lingkungan yang menyimpan ancaman besar. Penataan dan pemanfaatan ruang adalah salah satunya. Penetapan tata ruang melalui peraturan daerah/qanun adalah dasar dalam memanfaatkan ruang tersedia. Pemanfaatan seharusnya didasarkan atas daya dukung dan berbagai pertimbangan lain, termasuk ancaman bencana. Data dan informasi Aceh berpotensi  terhadap gempa dan tsunami telah ditangan pemda maupun pemerintah pusat serta akademisi. Namun tidak untuk masyarakat secara luas. Tidak dijadikan dasar (pengabaian) dalam pembangunan dan pengembangan kawasan  menjadikan Aceh meningkat kerentanannya. Kondisi ini didukung berbagai kebijakan di tingkat local seperti IMBB sebagai syarat untuk mendirikan bangunan, alih fungsi lahan pesisir, maupun pelayanan publik yang mendorong terkonsentrasinya penduduk pada wilayah rawan bencana. Minimnya informasi dan berbagai upayan  mitigasi dan kesiapsiagaan menjadikan rakyat Aceh pasrah menyerahkan nyawa dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska bencana, berbagai isu lingkungan menyertai dan bahkan cukup dominan. Penanganan bencana dimaksudkan meringankan atau mengangkat persoalan IDP’s untuk kembali hidup normal dan bermartabat. Dalam kontek hakiki, kehidupan tersebut harus berjangka panjang dan berkelanjutan. Artinya berbagai risiko dan dampak yang akan ditimbulkan dalam jangka pendek, menengah dan panjang harus dihilangkan atau paling tidak diminimalkan.&lt;br /&gt;Pencamaran logam berat akibat naiknya berbagai matrial dari dasar laut ke daratan adalah salah satu yang perlu disikapi dengan baik. Kontaminasi terhadap tanah dan air yang langsung dimanfaatkan warga masyrakat akan berdampak dalam jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat. Dari hasil riset yang dilakukan WALHI, Agustus – Oktober 2005 membuktikan beberapa daerah cukup tinggi pencemarannya seperti Aceh Utara, Lhoksuemawe, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya dan Aceh Barat. Perlu dilakukan upaya monitoring terhadap kualitas air khususnya untuk dikonsumsi air minum warga. Diluar untuk konsumsi adalah untuk budidaya pertanian yang berimplikasi pada kegagalan pertanian. Gagalnya penghijauan mangrove adalah salah satu contoh tidak dijadikan kontaminasi tanah dalam upaya tersebut. Dana bantuan untuk penanaman yang gagal, sekecil apapun sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan kayu untuk rekonstruksi cukup kuat mengemuka diawal proses rekonstruksi. Kebutuhan yang sangat besar (2,5 juta M3 kayu glondongan atau 1,5 M3 kayu olahan) akan merubah kawasan hutan menjadi lapangan. Berbagai solusi dimunculkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut. Disela perdebatan panjang, praktek illegal logging terus berlangsung di Aceh. Hasil investigasi WALHI pada bulan September di Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Aceh Besar jelas membuktikan bahwa praktek illegal logging yang melibatkan banyak pihak semakin brutal. Keterlibatan pejabat publik, tokoh masyarakat dan oknum penanggung jawab atas pengelolaan hutan serta penegak hukum menjadikan praktek illegal ini tidak tersentuh hukum. Ironisnya, kayu-kayu tersebut tidak untuki kebutuhan pembangunan Aceh. Bahkan kayu sitaan di Simeulue di lelang dan pemenang lelang yang tidak lain adalah si pelaku illegal logging untuk kepentingan eksport. Di lain sisi, kayu-kayu rampasan, sitaan dan temuan diberlakukan dalam kebijakan normal. sama sekali tidak terpikirkan memanfaatkan kayu2 tersebut untuk kebutuhan yang sangat besar untuk pembangunan kembali Aceh. berbagai usulan dari berbagai pihak untuk itu tidak mengusik Menteri Kehutanan, Wapres sebagai ketua BAKORNAS dan Presiden berpikir secara benar. Jawaban muncul justru dengan mengoperasionalkan kembali lima HPH dari 11 HPH di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan lain yang sangat tinggi adalah hasil tambang galian C seperti pasir dan batu. Juga batu bata dan batu gamping. Penggalian pasir, batu dilakukan tanpa perencanaan dan ijin. Kebutuhan yang sangat besar dan mendesak, seakan memaksa permakluman. Bukti pasir pun rata bahkan meninggalkan lobang-lobang besar. Celakanya, daerah-daerah tersebut merupakan daerah tangkapan air dan merupakan daerah penyangga untuk wilayah bawahannya.&lt;br /&gt;Pembangunan infrastruktur seperti jalan adalah salah satu yang perlu mendapatkan perhatian besar. Hilangnya badan jalan karena erosi akibat gempuran tsunami memaksa untuk mendapatkan lahan baru. Persoalan muncul ketika perencanaan dan implemantasi. Jalan baru justru di arahkan pada hutan-hutan yang memiliki banyak tegakan. Pesta kayu pun di mulai. Tidak hanya lahan yang akan dijadikan jalan, tapi jauh masuk ke dalam hutan. Kondisi ini bisa dilihat di sepanjang jalan yang sedang dibuat di Aceh Jaya, Aceh Barat-banda Aceh. Pembangunan jalan dengan alasan membuka isolasi daerah pun ikut menumpang proses pembangunan kembali yang tidak lebih untuk memanfaatkan tegakan-tegakan kayu secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, pengelolaan lingkungan dalam proses penanganan bencana belum terintegrasi dengan baik. Penanganan lingkungan masih bersifat parsial. Seperti pesisir dan kelautan, hutan, atau pun DAS. Lingkungan belum ditempatkan sebagai bagian saling terkait sehingga perlu dikelola secara terintegrasi. Kawasan pesisir tentu tidak lepas dari kawasan di dataran tinggi. Sehingga apapun upaya yang dilakukan didataran rendah tidak mendapatkan hasil maksimal jika pengelolaan dataran tinggi tidak dilakukan. Persoalan justru muncul ketika proses pembangunan kembali hanya difokuskan di tapak-tapak bencana, yakni wilayah pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/tanggung-jawab-siapa-.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/tanggung-jawab-siapa-.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Ancaman Bencana Lain di Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman bencana di Aceh tidak hanya gempa dan tsunami. 2 kali banjir bandang di Aceh Tenggara membuktikan kerentanan daerah tersebut. Longsor pun terjadi di Kecamatan Silihnara  dan Kecamatan Syah Utama. Bahkan di wilayah-wilayah yang saat ini ditangani oleh banyak pihak, banjir genangan, baik akibat pasang air laut maupun banjir kiriman terjadi dimana-mana. Rumah-rumah penduduk yang telah kembali di bangun pun cukup banyak yang tergenang. Demikian juga dengan barak pengungsian. Banjir pun menyebabkan tanah pertanian penduduk tergenang dan gagal panen. Angin putting beliung beberapa kali memporak porandakan tenda-tenda pengungsi dan rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data kejadian bencana di Aceh selepas bencana gempa bumi dan tsunami saja telah tercatatan lebih dari 20 kali kejadian. Ironisnya, dari sekian lembaga dana, NGO’s dan BRR yang saat ini bekerja untuk pembangunan kembali Aceh tidak bergeming. Tidak tergelitik untuk bersama-sama menangani bencana yang terjadi. Atau idealnya melakukan kerja-kerja meminimalisasi risiko dan dampak bencana, melalui mitigasi atau kesiapsiagaan.&lt;br /&gt;Pemanfaatan asset-aset alam yang tidak berimbang akan menciptakan luasan daerah rawan bencana. Eksploitasi SDA mineral (galian C, galian B), hutan, perkebunan, atau pembangunan infrastruktur yang tidak menempatkan lingkungan dan ancaman bencana akan menjadi daerah berbahaya sebagai tempat tinggal atau tempat usaha. Hilangnya daerah tangkapan air pun akan menghadiahi krisis air bersih saat musim kemarau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabah penyakit pun perlu mendapatkan perhatian serius. Gizi buruk akibat kemiskinan serta ketidak adilan dalam mengakses SDA akan menjadi ancaman serius bagi pembangunan Aceh. Flu burung yang masih belum tuntas diatasi, demam berdarah, malaria serta muntaber adalah ancaman riil yang harus disikapi dengan baik bagi Aceh yang menduduki peringat ke 4 propinsi termiskin di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman bencana mengintai disetiap sudut bumi Aceh yang sedang berbenah dan membangun. Perspektif yang keliru akan menempatkan Aceh tidak lebih baik dalam jangka panjang. Pembangunan yang saat ini telah dilakukan akan kembali sia-sia. Sama halnya ketika pembangunan sebelum tsunami musnah dalam hitungan menit akibat gelombang pasang “SMONG” dan gempa susulan. Kerugian ditaksir mencapai US $ 4,9 milyar. Jika digabungkan dengan jiwa manusia yang meninggal, hilangnnya mata pencaharian, penderitaan yang diterima warga paska bencana, nilai kerugian tidak akan pernah terhitung. Sama halnya dengan kerugian yang dialami warga Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Selatan akibat longsor. Aceh Jaya dan Aceh Barat, Aceh Besar dan Lhoksuemawe akibat banjir.&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian juga adalah kualitas bangunan terbangun yang tidak layak. Bangunan yang tidak disesuaikan dengan ketahan menghadapi gempa. Kapasitas masyarakat yang tidak ditingkatkan menghadapi ancaman tsunami dan bencana lain yang telah terpetakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116317401651399775?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116317401651399775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116317401651399775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116317401651399775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116317401651399775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/mimpi-indah-keberlanjutan-kehidupan_10.html' title='MIMPI INDAH KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN BERMARTABAT PASKA BENCANA TSUNAMI'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116300861186642331</id><published>2006-11-09T00:55:00.000+07:00</published><updated>2006-11-09T00:56:52.663+07:00</updated><title type='text'>LAPINDO DAN KADO LUMPUR PANAS</title><content type='html'>Jengkel rasanya ketika mendapatkan email tentang Lapindo. Sejagat Indonesia tercinta mengenal perusahaan penghasil Lumpur panas ini. kebobrokan dalam praktek ekploitasi SDA menguap begitu saja dengan kemirisan akibat ulahnya. Siswa yang tidak lagi bisa sekolah.. buruh dan karyawan yang tidak bisa lagi bekerja karena pabriknya ikut2an terendam, petani mempercepat panenannya dll… terlalu banyak dampak yang ditimbulkan akibat keceroban yang bermuara dari ketidak becusan termasuk pemerintah dalam pengawasan operasional perusahaan borok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bukan masalah baru kalau pengawasan ataupun keluarnya sebuah ijin hanya bersifat administrative. Jika hanya letupan kecil yang ditimbulkan, cing cai lah untuk diatasi. Tapi ketika berdampak luar biasa kayak Lumpur panas, siapa menyangka? Kasus yang memaksa negara mengambil alih penanganan, yang tentunya make duit rakyat lagi pun masih lom jelas juntrungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spekulasi berkembang menjadi karya-karya seolah ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Ya, dengan sedikit memolesnya, jadihal hayalan2 seolah layak dan bisa dijalankan. Menanami Lumpur dengan tanaman mangrove misalnya yang tertuang dalam gagasannya KLH dalam web site nya (buka deh sendiri di http://www.menlh.go.id/i/art/Buku%20Putih%20LUSI%20-%20draft%202.pdf). Atau menjadikan batu bata seperti yang selalu dipromosikan sang menteri. Banyak gagasan bermunculan sebagai bagian untuk penanggulangan bencana terdahsyat setelah Aceh akibat dari tsunami dan Jogja akibat gonjangan gempa 5,9 skala richter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menjengkelkan adalah ketika justifikasi dengan dukungan para pakar untuk sebuah kebijakan. Membuang Lumpur ke laut misalnya. Karena banyaknya tentangan, penguat argumen pun menjadi lucu. “pilih ikan dan terumbu karang atau manusia?”. Dianggapnya, manusia Indonesia ini bego kali ye… tapi kalau dipikir2, yang bego itu si pengucap kalimat itu. Kebegoan sebagai pejabat publik dia ditunjukan lewat kalimat tidak logis itu. Sebuah pertanyaan atau pernyataan yang tidak perlu dijawab. Gak perlu karena gak perlu menjawab sebuah pertanyaan yang emang gak perlu dijawab, apalagi keluar dari mulut pajabat publik yang bego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengalirnya Lumpur yang ditutup2in bahanya bagi lingkungan karena berbagai kandungan yang ada, akan berdampak bagi kehidupan ribuan orang sampe Madura sana. Tidak hanya nelayan dan petambak tentunya yang memang langsung memanfaatkan SDA pesisir dan laut sebagai ladang kerjanya. Tapi juga para pedagang ikan di pasar, buruh2 angkut, toko perlengkapan alat tangkap ikan akan ikut merasakan ketika aktifitas nelayan dan tambak terganggu. Bahkan usaha pertamina jualan minyak dan gas pun ikut pula tergaggu. Bagaimana memberikan jaminan kepada kehidupan mereka atas pembuangan ke sungai dan laut tersebut?&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, KLH memasukan analisis tersebut dalam tulisannya di web site tersebut. Tapi mohon maaf, bisa apa atau punya kemampuan apa KLH untuk memberikan jaminan terhadap warga yang ikut menanggung dampak akibat dari kebangsatan PT LAPINDO BRANTAS tersebut? Menyeret orang2 yang paling bertanggung jawab atas bencana inipun tak mampu yang merupakan bagian dari tugas utamanya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ya… la kalau dipikir2… kejadian ini pun gak lepas dari tanggung jawab KLH juga. Artinya, KLH seharusnya ikut bertanggung jawab karena ketidak becusannya menjalankan kewajiban mengemban mandat negara dalam bidang LH. Paling enggak dalam hal pengawasan. Kelalayan ini harusnya di tebus dengan sebuah hukuman yang setimpal. Kalau Dept. ESDM mah emang sudah seharusnya….&lt;br /&gt;Tapi emang dasarnya gak punya malu para pejabat2 tersebut. Diantara tangis atas ketidak pastian hidup ribuan jiwa terkena dampak langsung atau tidak langsung… mereka itu kok masih bisa senyam senyum. Dan mempertahankan jabatannya seolah.. gak pernah merasa kalau itu semua akibat dari ketidak becusan mereka2 itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakui kesalahan dan selanjutnya meletakan jabatan serta mau diproses secara hukum akibat kesalahannya agaknya cuma mimpi di negeri yang konon menjadikan hukum sebagai panglima. Toh, tidak lagi duduk dalam jabatan yang sekarang, terkurung dalam penjara bukan berarti dia gak berarti dia bisa mendukung upaya penanggulangan sebagai bentuk tebusan atas perbuatannya tersebut. Kalau emang gagasan2nya bisa membantu, kan bisa dijadikan dasar untuk memberian remisi juga.&lt;br /&gt;Pemilik perusahaan pun harusnya ikut bertanggung jawab dong. Apakah karena dia duduk sebagai meteri, lalu gak bisa diapa2in?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebal hukum memang secara formal gak ada di republik ini. tapi secara fakta… berlaku. Siapa punya kekuasaan, entah karena jabatan, koneksi atau duit.. ilmu kebal itu pasti nempel dengan sendirinya. Gak perlu mantera apalagi pake bertapa dan puasa 41 hari tanpa makan minum. La wong para penak hukumnya lebih suka jual beli hukum kok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejengkelan itu emang muncul akibat dari email pendek yang mendorong untuk membuka web site. Eh… kejengkelan itu makin bertambah2 ketika membaca kata perkata…. &lt;br /&gt;Ya.. memang… setiap bencana yang datang di republik bencana ini harus diterima dengan tabah dan lapang dada sebagai ujian Tuhan. Menunggu dengan sabar kebaikan dari rasa iba pemerintah yang selanjutnya menyalurkan santunannya. Namanya juga santunan.. ya gak boleh protes berapa pun yang diberikan. Termasuk harus bersandiwara mengikuti seremonial penyerahan pake nangis dan mengucapkan terimasih berulang2. Rela menahan lapar karena relawan yang menyalurkan nasi bungkus dilarang masuk areal karena kedatangan pejabat pemberi santunan….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116300861186642331?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116300861186642331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116300861186642331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116300861186642331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116300861186642331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/lapindo-dan-kado-lumpur-panas.html' title='LAPINDO DAN KADO LUMPUR PANAS'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116300220860333934</id><published>2006-11-08T23:09:00.000+07:00</published><updated>2006-11-08T23:10:09.450+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG BANJIR-LONGSOR……</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/flashflood-aceh-tenggara3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/flashflood-aceh-tenggara3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Geli rasanya menyaksikan iklan kreatif SAMPOERNA MILD tentang banjir. Setting film yang Jakarta banget pas dengan kondisi riil Jakarta yang langganan banjir. Tentu semua orang setuju… dengan pernyataan kritis.. Banjir kok menjadi tradisi..!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan, atau bahkan hari ke depan, kita akan panen. Kata yang selalu dinantikan masyrakat petani untuk mendapatkan hasil jerih payah selama menanam dan mengurus tanaman pertaniannya. Kita masih bisa menyaksikan, atau paling tidak denger sekelompok komunitas masih mempertahankan tradisi menyambut masa panen atau setelah panen. Sebuah bentuk rasa syukur atas hasil yang didapat kepada Sang Pencipta. Orang dewasa dan anak-anak bersuka cita berbaur dalam serangkaian ritual adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa panen memang teramat menyenangkan. Itu pun dirasakan nelayan saat musim ikan tertentu, atau warga yang tinggal di pinggiran dan dalam hutan saat musim buah2an yang tersedia di dalam hutan. Panen pun dinantikan para warga kreatif yang memanfaatkan peluang yang disediakan waktu. Musim penerimaan siswa atau mahasiswa baru, penerimaan pegawai negeri/swasta, atau para pedagang disaat menyambut hari raya. Begitu indahnya kata panen di hati setiap orang. Sekalipun tidak menikmati secara langsung, namun paling tidak kita ikut merasa senang saat menyaksikan  berita, mendengar cerita suka cita tersebut. Menyejukan hati….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim hujan bagi sebagian orang adalah masa untuk memulai pekerjaan. Menam bagi petani atau membenahi rumah bagi pekerja bangunan. Bagi sebagian anak-anak atau pemuda yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja, akan dimanfaatkan untuk mengais rupiah menjual jasa payung atau mendorong mobil mogok karena tergenangnnya ruang jalan oleh air hujan. BANJIR….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, musim hujan berbarti musim banjir. Buruknya tata ruang dan drainase serta pelanggaran-pelanggaran aturan satu dari sekian sebab maraknya banjir di Indonesia. Alih fungsi lahan, destructive logging, reklamasi pantai, pembangunan waduk/dam sampe pelurusan sungai sebagai project normalisasi sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir berarti bencana. sudah pasti… buat negeri bencana seperti Indonesia, sesedikit apapun pemicu seketika berubah menjadi bencana. Kepastian musim hujan akan terjadi banjir tidak dijadikan sebagai peringatan atau pelajaran untuk melakukan sesuatu yang signifikan. Menanggulangi atau mengurangi daya rusak banjir dan kerugian sebagai risiko bencana. atau… justru banjir sebagai momentum banyak kepentingan. Ekonomi, social-budaya dan politik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim hujan adalah musim banjir. Musim banjir berarti musim bencana. Ya, dimusim penghujan, dimana warning dari banyak pihak telah terlontarkan atas kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan harus dilakukan. BMG yang udah berani banget melontarkan kritik2 sebagai  peringatkan kepada instansi teknis bersiap menghadapi curah hujan yang tinggi Januari – Februari. Juga memberingatkan timnas penanggulangan Lumpur panas lapindo untuk bersiap diri. Memperingatkan dept. kehutanan akan ancaman longsor di wilayah kerja mereka. Tapi apakah peringatan itu bener2 dijadikan acuan atau dasar kebijakan bagi yang berkepentingan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta rawan bencana udah dibuat.. (katanya), tapi apakah sudah menjadi dasar untuk mereduksi risiko bencana yang mungkin terjadi. Sampai ke tangan warga yang tinggal dikawasan2 rentan. Sampai ditangan Pemda yang selanjutnya bergegas untuk melindungi segenap warganya untuk bersiaga. Menyiapkan system penanganan, cross check seluruh kekuatan yang dimiliki, termasuk kesiagaan yang sesungguhnya. Membenahi mekanisme pengelolaan pendanaan bencana dll. Rasa-rasanya kok belum ya….&lt;br /&gt;Daerah bisa saja mempunyai post dana cukup untuk penanggulangan bencana. tapi kalau dikaitkan dengan potensi ancaman yang ada, apakah mencukupi untuk penanganan bencana tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapapun dana yang tersedia tidak akan pernah cukup untuk emergency response.. begitu kira2 komen banyak masyarakat atas penanganan bencana. Bisa iya, bisa tidak. Iya, karena memang pengelolaannya yang tidak efektif dan banyak bocor. Menjadi tidak kalau betul2 sudah ada system dan post nya serta didasarkan atas realitas. Paling enggak mendekati kerena disusun berdasarkan kebutuhan. Berapa jumlah penduduk, komposisinya, sebarannya, kondisi geografisnya, kebutuhan tersedia dll jelas akan membantu untuk menyiapkan kebutuhan. Komentar banyak warga tersebut yang jelas bisa dijadikan kritik dalam pengelolaan risiko bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran yang sangat besar dalam response bencana akan sangat luar biasa. Tapi berbeda ketika dana tersebut justru dipostkan untuk berbagai upaya mitigasi dan kesiapsigaan sebagai bentuk preventif. Semua tahu dan pasti setuju kalau nyawa orang tidak lah seharga Rp, 2,5 juta sebagaimana santunan yang kerap diberikan pemerintah bagi korban meninggal. Atau 100 juta sebagaimana santunan asuransi atas kematian pengguna jasa asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT DATANG HUJAN… SELAMAT DATANG MUSIM BANJIR DAN LONGSOR…. PANEN BENCANA SEGERA DATANG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116300220860333934?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116300220860333934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116300220860333934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116300220860333934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116300220860333934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/selamat-datang-banjir-longsor.html' title='SELAMAT DATANG BANJIR-LONGSOR……'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116290603715211759</id><published>2006-11-07T20:26:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T20:40:14.240+07:00</updated><title type='text'>POTRET BURAM KAWASAN KONSERVASI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/hutan-aceh-selatan.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/hutan-aceh-selatan.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Satu lagi warga meninggal akibat system pengelolaan taman nasional. Kali ini di Taman Nasional tertua di Indonesia. Sebuah kawasan yang ditetapkan karena merupakan habitat satu2nya badak jawa. Komar yang tertembus peluru panas meregang nyawa ditangan Polhut sebagai akibat dari tuduhan pencurian kayu di dalam Taman Nasional Ujung Kulon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, akan berapa nyawa lagi akan meregang di ujung timah panas. Berapa ribu jiwa lagi yang akan dipaksa menyerahkan nyawanya mati pelan-pelan akibat pemiskinan dari sebuah ego. Sebuah nilai agung yang dihembuskan untuk mempertahankan sebuah kawasan dan satwa-satwa langka. Dil uar itu, habitat terus mengalami tekanan oleh berbagai aktifitas berskala besar dan ketidak becusan memikul tanggung jawab atas eksistensi dan fungsi kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional adalah sebuah mimpi kosong para birokrat pengurus hutan untuk menunjukan prestasinya dibalik penghancuran areal hutan yang lain. Namun, Taman Nasional tak pernah menjadi posisi tawar ketika di dalamnya terdapat sumberdaya minaral. Celah kebijakan yang melarang berbagai aktifitas melalui UU 41/99 pun diperlebar. Munculah Perpu sebagai pengganti UU. Yang menghalalkan pertambangan dikawasan lindung, termasuk taman nasional. Jauh sebelum perpu tersebut berlaku, pelanggaran terus berlangsung. Penguasaan TN Laurenz oleh PT Freeport sebagai bagian dari kawasan penambangannya adalah cermin ambigu dari sebuah peraturan di Indonesia. Sementara Komar, yang mungkin benar mengambil kayu terpaksa mempercepat waktunya untuk menghadap sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Penetapan zonasi dalam pengelolaan taman nasional didasarkan pada suatu kriteria yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 1998. Namun sebagai basis penilaian kinerja pengelolaan yang diselenggarakan pada setiap taman nasional belum terjabarkan indikator-indikator dari kriteria tersebut. Hal ini menjadikan biasnya penilaian tingkat keberlanjutan/kelestarian taman nasional yang dikelola dengan sistem pengelolaan yang diterapkan saat sekarang (http://www.dephut.go.id/INFORMASI/LITBANG/zonasi_tnmb.htm) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan Taman nasional telah memasuki usia yg cukup tua. Pertama kali ditetapkan tahun 1982. Artinya, TN telah memasuki usia 26 tahun. Namun jika melihat dari tulisan di atas, sungguh membuat kira miris. 26 tahun tidak menjadikan system pengelolaan semakin jelas. Bahkan untuk pembuatan zonasi saja, masih belum clear. Apalagi system penetapannya…???? Tentu kita masih ingat kontraversi pemetapan TN Gunung Merapi. Masyarakat lereng Merapi bersama segenap komponen civil society melakukan perlawanan atas ketidak beresan proses, pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM. Sekalipun gugatan WALHI dan masyarakat dimentahkan oleh pengadilan tinggi negeri, tapi itu membuktikan bahwa ada persoalan mendasar atas system kelola kawasan konservasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keajiban terjadi ditengah proses kontraversi penetapan Taman Nasional. Tidak ada hujan mupun angin, Menhut mengeluarkan kebijakan memotong proses penetapan sebuah kawasan menjadi Taman Nasional. Sebuah jalan pintas melegalkan pelanggaran hukum oleh pemerintah sendiri. Sebelumnya, pelanggaran ketetapan yang dibuat metenteri sendiri telah berulang dilakukan. Tapi baru di legalkan ketika ada kelompok masyarakat yang menggugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… itulah potret hukum di Indonesia. Potret jalan pintas untuk memposisikan pemerintah tidak akan pernah bisa di hukum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116290603715211759?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116290603715211759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116290603715211759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116290603715211759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116290603715211759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/potret-buram-kawasan-konservasi.html' title='POTRET BURAM KAWASAN KONSERVASI'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-116283752851250854</id><published>2006-11-07T01:24:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T01:27:48.126+07:00</updated><title type='text'>lets dance to republic of disasters</title><content type='html'>Saya membangun rumah ini dengan menjual 4 sapi yang saya miliki, menebang pohon sukun, nangka dan kelapa..&lt;br /&gt;kalau bambu, kebetulan saya punya cukup banyak.. sekalipun sekarang masanya kurang baik untuk mengambil bambu..&lt;br /&gt;Jika ditotal... saya lebih suka mengeluarkan 10 - 15 juta untuk membangun rumah, tanpa harus cape-cape...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dialog singkat itu begitu saja keluar disela kesibukan mbah Karyo membangun kembali rumahnya yang runtuh akibat gempa. Gempa di pagi hari, sabtu 27 Mei 2006 yang meluluh lantakan sebagian Jogjakarta dan Klaten. Mbah Karyo tidak mampu menjawab saat muncul pertanyaan, akan menanam apa untuk musim tanam saat musim penghujan datang. Kebingungan cukup kentara diantara ketegaran menghadapi petaka akibat pegeseran sesar opak, di selatan Jogja ini. Ya, akan menamam apa? cukup jelas, apa yang harus ditanam saat musim tanam tiba 1 bulan ke depan. Yang tidak jelas adalah, bagaimana dia harus menanam. Aset yang dia miliki telah terkuras untuk membangun rumah barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.. paling pinjem mas", jawabnya singkat. Pinjam sama siapa, sedangkan tetangganya sama-sama mendapatkan musibah akibat gempa berkekuatan 5,9 richter. Bank plecit, sebutan untuk rentenir yang mulai bekerja secara terstruktur. Dengan tawaran kemudahan untuk diakses oleh semua kalangan menengah ke bawah, bunga tinggi tidaklah menjadi kendala. ancaman terampasnya aset lain pun jarang dijadikan pemikiran banyak warga di pedusunan jika betul2 tidak mampu membayarnya. dari mulai ternak sampai tanah..... atau mungkin juga anak gadis yang baru menginjak ABG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja memang tidak seperti Aceh. Yang terguyur dolar, euro atau rupiah untuk proses pembangunan kembali. tapi Jogja tidak lah se ironis jember, Banjarnegara, atau Pangandaran yang sama-sama terkena bencana. Paling tidak, masih cukup banyak LSM lokal, nasional maupun internasional maupun lembaga-lembaga kemanusiaan dan pembangunan yang berkomitmen untuk memulihkan dan membangun kembali paska bencana. Sekalipun tidak sesuai janji yang terlontar dari mulut sang WAPRES, Jogja masih mendapat 749 milyar untuk proses pembangunan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji dan Kenyataan&lt;br /&gt;Rasa peduli semua kalangan atas ancaman bencana cukup gamblang oleh semua warga negara. Saat Merapi menunjukan kegagahannya.. mempertontonkan lidah apinya.. memamerkan dengus nafas panasnya. Hampir semua pejabat tinggi datang berkunjung. Bahkan, disaat warga "terpaksa" mengunggsi, sang presiden pun menyempatkan diri bermalam di tengah warga yang mengungsi. sekalipun dalam semalam, warga terpaksa pula harus berdesakan karena merelakan tempatnya dipake sang presiden yang wajib steril, khususnya keamanan dirinya. Pengalaman kunjungan ke Jember yang mengancam penyintas kelaparan karena jatah nasi bungkusnya terancam tidak bisa masuk lokasi pengunsian akibat sistem protokoler kepresidenan, agaknya tidak berpengaruh. Rasa peduli sang pemimpin tentap harus ditunjukan, sekalipun warga harus menerima dampak negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa peduli pun kembali ditunjukan saat gempa meruntuhkan sebagian besar rumah warga di kab. Bantul. Dengan penuh iba, sang Presiden dan Wapres memindahkan sementara kantor kepresidenan ke Jogjakarta. Agaknya, kejadian bencana yang menewaskan 7000 jiwa (versi pemerintah 6.428 jiwa) nyaris dipersamakan dengan kejadian agresi militer II. sehingga Ibu Kota negara dipindahkan di Jogjakarta. Mungkin juga, dengan kepindahan tersebut, akan mempercepat kerja-kerja penanganan bencana. Menebus coreng martabat negeri seribu bencana saat kejadian tsunami di Aceh. atau, murni karena rasa peduli dan tanggung jawab yang ditunjukan sang presiden pilihan rakyat langsung????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun dari maksud dibalik itu, yang jelas, keberadaan orang no 1 dan 2 di jogja sangat tidak produktif dan sama sekali tidak membantu. sistem protokoler yang tidak berubah dalam kondisi apapun, termasuk saat menangani bencana justru memunculkan masalah. Kritik tajam Puji Pujiono atas keberadaan adalah satu yang terungkap dari sekian pandangan para pekerja kemanusiaan. Yang dibutuhkan adalah kebijakan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas sesuai dengan standard penanganan pengungsi. tempat perlindungan darurat, makanan, air bersih dan sanitasi serta pelayanan kesehatan. Namun, justru kebutuhan dasar tersebut tidak pernah sampai. jangankan sesuai standard, untuk kecukupan daruratpun tidak. dan yang sangat memalukan, justru kebutuhan tersebut datang bukan dari negara....&lt;br /&gt;Lalu, apa untungnya.. apa pengaruhnya sang pemimpin negeri ini berada di Jogja????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap warga yang rumahnya roboh, rusak berat dan ringan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. setiap jiwa yang meninggal akan mendapatkan santunan. akan dipenuhi kebutuhan makanan selama 3 bulan juga dana untuk pengadaan alat rumah tangga. itu lah beberapa angin surga terhembuskan dari sang maestro, Yusuf Kalla. Berita itu pun menyebar tidak hanya di seluruh penjuru Jogja dan Klaten, tapi sampe ke peloksok negeri. Hari berganti, bulan pun ikut bergeser... dari mei sampai menjelang tutup tahun....&lt;br /&gt;Janji yang terlanjur keluar dari pemimpin yang terhormat pun ternyata hanya sebuah sampah..&lt;br /&gt;Beruntunglah... hanya sebagian kecil warga jogja dan klaten yang percaya dengan janji tersebut..&lt;br /&gt;sehingga, saat warga mulai berbenah untuk memulai proses pemulihan, hanya secuil warga yang melarang rumahnya dibenahi hanya karena menunggu janji yang harus diverifikasi terlebih dahulu...&lt;br /&gt;sungguh menyedihkan tentunya, teramat menyedihkan ketika pemerintah tidak lagi percaya dengan warganya...&lt;br /&gt;ketika turunnya kewajiban negara harus diverifikasi bukan oleh warga nya sendiri, tapi harus dari pemerintah...&lt;br /&gt;dan yang lebih menyedihkan adalah... janji yang tidak ditepati. apalagi janji yang keluar dari seorang pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi kebutuhan dasar itu kewajiban, bukan bantuan.. apalagi santunan&lt;br /&gt;Setiap ternjadi bencana, selalu kita mendengar kata2 bantuan pemerintah, bantuan presiden, wakil presiden, meteri social, menkokesra dll. Penyerahan pun dilakukan dengan seremonial panjang dengan liputan pers. Sebelumnya, disiapkan acara penyerahan tersebut, jika perlu dilakukan gladi resik. Dipilih siapa wakil masyarakat yagn akan menerima, harus mengucapkan apa saat bantuan diserahkan. Jika perlu lagi.. harus diiringi tangisan sebagai bentuk rasa terimakasih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh memuakan tontonan ini. betulkah barang yang diberikan adalah bantuan dari individu sang pejabat? Atau diambilkan dari kas negara. Presiden, Wapres, menteri atau gubernur hanyalah penyalur saja. Tidak hanya seremonial yang tidak perlu, tapi juga manipulasi kata2 ketika “bantuan” tersebut ternyata diambil dari uang negara, uang rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemerintah, memenuhi seluruh kebutuhan dasar serta membangun kembali paska bencana adalah kewajiban. Kewajiban tersebut tidak hanya saat dan paska kejadian, tapi juga berbagai upaya meminimalisasi atau kerennya mereduksi risiko dan dampak bencana. Kewajiban tersebut jelas tertuang sebagai mandat negara dalam pembukaan Undang2.&lt;br /&gt;Sebuah penghianatan tentunya ketika kewajiban tersebut tidak dijalankan. Sebuah penipuan juga ketika kewajiban tersebut disulap menjadi sebuah santunan. Yang artinya, harus diterima sekalipun tidak mencukupi. Ketika tidak terpenuhipun, gak jadi soal. La wong namanya aja bantuan, atau santunan. Ngasih boleh, gak juga gak pa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlihat sepele manipulasi kata tersebut. Tapi bermakna dalam. Sangat dalam. Bahkan, kata-kata tersebut telah mafhum dan menghilangkan makna sejatinya. Warga tidak lagi menuntut haknya sebagai warga negara. Pemerintah yang mendapatkan segenap fasilitas dari rakyat pun tidak merasa harus menjalankan kewajibannya. Ketika bencana terjadi pun, cukup menunjukan rasa peduli, memberikan bantuan atau santunan, dan mengucapkan : “ini musibah, dan harus tegar menerima ujian dari Tuhan”. Aku bosan, begitu Iwan Fals dalam salah satu syairnya menkritisi para pejabat ketika mensikapi sebuah bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jika dicermati, semua kejadian bencana yang merenggut ribuat nyawa tidak lepas dari tidak dijalankannya kewajiban pemerintah sebagai pelaksana jalannya negara ini. Informasi ancaman bencana tidak pernah disikapi dengan serius. Tidak ada tindakan preventif untuk mereduksi risiko dan dampak dari ancaman. Tata ruang, kebijakan dan sikap. Sekalipun Indonesia telah mendapatkan label republik bencana, tidak melandasi seluruh kebijakannya yang berperspektif reduksi bencana. tidak pernah ada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan untuk mensikapi negeri ini berada di ring of fire dan himpitan 3 lembeng dunia. RUU pengelolaan bencana pun tidak kunjung selesai. Instansi yang mengurus pengelolaan bencana tidak jelas. Anggaran bencana disulap menjadi berbagai keperluan yang tidak masuk diakal. Dari mulai untuk asuransi dewan, sarana olah raga, perumahan dewan sampe untuk membeli mobil dinas.&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa jaminan atas keselamatan dan perlindungan untuk warga negara di bumi seribu bencana… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lets dance to republic of disasters….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-116283752851250854?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/116283752851250854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=116283752851250854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116283752851250854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/116283752851250854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/11/lets-dance-to-republic-of-disasters.html' title='lets dance to republic of disasters'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-114996375522815114</id><published>2006-06-11T00:22:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T01:27:03.496+07:00</updated><title type='text'>bencana lagi.. lagi bencana</title><content type='html'>Entah.. apakah ini feeling atau apa..&lt;br /&gt;yang jelas.. 2 hari sebelum gempa bumi yang menjadi bencana di bumi Jogja dan klaten.. aku merasa harus segera pulang.&lt;br /&gt;saat pertemuan dengan kawan KPJ (kelompok pengamen jalanan) untuk mendiskusikan rencana hari lingkungan, perasaan ini telah sampai di Jogja. Sekalipun keputusan pertemuan akan dilanjutkan minggu malam, aku sangat akan tetap pulang Jogja, sekalipun hanya satu hari... Ya.. sabtu pagi ke Jogja dan minggu sore harus kembali ada di Jakarta untuk melanjutkan pertemuan teknis. &lt;br /&gt;Waktu memang sangat mefet untuk menggelar kegiatan yang spektakuler memperingati hari lingkungan dengan mengumpulkan 100 seniman lukis untuk berekpresi tentang bencana ekologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi buta, aku udah berangkat ke bandara. setelah ceck in bergegas menuju ruang tunggu..&lt;br /&gt;Pesawat ditunda karena di Jogja ada gempa bumi.&lt;br /&gt;Akh.. itu sih bisa.. gumam ku dalam hati. karena memang dari sumatra sampai papua merupakan daerah gempa. hanya kalimantan yang aman dari gempa dan tsunami.&lt;br /&gt;Pengumuman berikutnya adalah... kemungkinan tidak tidak bisa mendarat di Jogja karena bandara ditutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duk.. mendadak terasa sesak dada ini dan mungkin beberapa saat jantung ini berhenti berdetak. Jika bandara sampe tidak beroperasi, berarti bukan gempa vulkanik. Harap maklum.. saat itu memang merapi lagi berulah.. bikin repot seluruh pejabat. ampe presiden tidur di tenda pengungsi (tapi tentu dengan fasiltias bintang 2 dong.. tanpa ac karena emang di Magelang udah dingin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku coba hubungi keluargaku.. tidak bisa tersambung. Penumpang yang dapat berkomunikasi langsung dengan kerabat atau keluarganya di jogja tampak panik. Banyak rumah yang retak.. bahkan roboh.&lt;br /&gt;tiba-tiba Hp ku berdering.. dari sang tatang.. dan mengabarkan gempa dahsyat telah menghancurkan kampungnnya.. dan mungkin Jogja. meminta segera menyiapkan bantuan terutama medis. Tatang, kawanku memperkirakan jumlah korban lebih dari 2000 orang hanya untuk bantul. dia telah berkeliling ke beberapa tempat di seputaran bantul dan kota jogja dan banyak bangunan runtuh. Kejadian pada pagi hari dapat dipastikan menimbulkan banyak korban, terutama diperkotaan. karena warga umumnya masih tidur atau tidur kembali. apalagi hari sabtu merupakan hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat cemas.. namun tetap berusaha untuk tenang. sialnya.. pulsa hp ku juga sekarat. batre pun ikut sekarat. sampe akhirnya istriku menghubungiku..&lt;br /&gt;terjadi gempa.. dan rumah retak-retak. kondisinya parah dan gak mungkin bisa dipake. tapi semua anak2 selamat. hanya anakku yang besar sedikit luka dan memar tertimpa batu bata yang jatuh dari atas rumah. demikian juga istriku yang tertimpa batu bata dan kaki terluka akibat panik melindungi anak kami yang paling kecil yang masih tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooooh Tuhan.. kenapa amuk alam begitu suka mampir ke negeri ini. belum hilang ingatan kita atas bencana gempa dan tsunami, disusul aceh tenggara, jember, banjarnegara serta padang dengan banjir bandang dan longsor. Trenggalek yang tenggelam akibat banjir. demikian juga Sumbawa yang menyebabkan ribuan orang mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini memang rawan bencana... 83 % kawasan kita rawan bencana. dan jika di overlay dengan kerentanan penduduknya.. maka bisa mencapai 98 %. artinya.. negeri ini memang harus merelakan penduduknya menjadi korban dari kejadian alam yang menjadi bencana.&lt;br /&gt; Tidak sedikitpun pemerintah negeri ini belajar dari kejadian yang ada. Jika mereka mengatak sudah.. itu BOHONG belaka. BOHONG BESARRRRR....&lt;br /&gt;mereduksi risiko dan dampak ancaman bencana tidak akan selesai dengan tersusunnya RUU penanggulangan bencana yang tidak selesai2. tidak akan selesai dengan rapat seperti yang dilakukan BAPPENAS, LIPI dan banyak NGO's. apalagi hanya sekedar ucapan kosong sang presiden dan wakil presiden, para menteri atau gubernur dan bupati. TIDAK PERNAH ADA KESIAPSIAGAAN, apalagi MITIGASI. TIDAK SATUPUN KEBIJAKAN YANG MENGARAH UNTUK MELINDUNGI DAN MENYELAMATKAN WARGA NEGARA DARI ANCAMAN BENCANA.&lt;br /&gt;padahal... sangat jelas janji negeri ini saat memprokmirkan kemerdekaannya. sangat gamblang.. bahwa akan melindungi segenap bangsa dan tumpah darah.... itu termuat dalam pembukaan UUD 45. Janji pelaksana jalannya negari ini.. PEMERINTAH. untuk itulah.. 220 juta rakyat merelakan mereka mendapatkan gaji dan segenap fasilitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... mereka ternyata melalaikan tugas yang paling hakiki. tugas paling utama, baik sebagai pemerintah maupun sebagai manusia yang mempunyai kewenangan, kesempatan dan MANDAT. mereka, para pesuruh rakyat lebih suka makan pagar tuannya.. &lt;br /&gt;menangani bencana hanya dicukupkan dengan menunjungi warga yang menjadi korban bencana. cuap-cuap tanpa makna meminta para warga yang menjadi korban akibat ketidak becusan pemegang mandat untuk sabar, tawakal dan menerima cobaan..&lt;br /&gt;Huuuhhh... enak sekaleee....&lt;br /&gt;tidak cukup bapak2 yang tidak terhormat.. yang dibutuhkan seluruh warga negeri ini adalah jaminan atas keselamatan dan perlindungan dari ancaman bencana, baik yang bersumber dari alam atau akibat manusia atau keduanya. buatlah kebijakan yang untuk itu dan dijalankan secara benar. kebijakan tidak akan mempunyai arti apa2 tanpa dilaksanakan. Hukum mereka yang telah lalai menjalankan tugasnya.. termasuk para peneliti dari akademisi yang tidak menyebarkan apa yang mereka ketahui kepada rakyat yang rentan dikawasan rawan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhkhkh..... memang negeri ini negeri gila.. para penjahat, para penghianat atau orang2 yang lalai dan bersalah justru dijadikan pahlawan. kebijakan tanpa dasar seperti bantuan 30 juta untuk warga masyarakat yang rumahnya roboh.. para akademisi yang berpidato dan bercuap-cuap manis dalam seminar dan diskusi tentang temuan2 atau prediksinya atas bencana yang terjadi, atau perusahaan perusak lingkungan dan pelanggar HAM yang memberikan bantuan berupa mie instan dan beras... SEMUA JADI PAHLAWAN.. PAHLAWAN KEMANUSIAAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 juta.. bisa membangun rumah seperti apa? apalagi daerah tersebut telah terbukti rawan bencana. paling tidak, rumah yang akan dibangun kembali harus tahan gempa. Lah.. justru mereka yang rumahnya ambruk, selain mereka tidak memahami atau tidak tahu kalau daerahnya rawan bencana (gak ada juga yang kasih tahu...) kebanyakan adalah meraka yang miskin sehingga tidak mampu membangun rumah yang kuat. 30 juta untuk membangun rumah dari mana perhitungannya???? padahal... komunitas korban.. tidak lagi mempunyai aset lain untuk mendapatkan tambahan..&lt;br /&gt;apakah meraka akan kembali dikorbankan untuk ancaman bencana yang masih mengintai????&lt;br /&gt;kalau dilihat dari kesalahan.. justru kesalahan terbesar ada pada pemerintahan sendiri. tidak memberikan informasi tentang kawasannya rawan bencana, tidak memberi pemahanan dan peningkatan kapasitas, atau bahkan tidak menyiapkan cadangan anggaran untuk kebutuhan emergency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari jumlah homeless yang mencapai angka 500 ribu (setara dengan aceh dan nias), paling tidak dibutuhkan anggaran 4,5 trilyun. akan membengkak jika ditambah dengan infrastuktur dan bangunan pemerintah yang ikut hancur dan pusat-pusat pelayanan publik. Anggaran pemerintah sendiri hanya 1 trilyun untuk seluruh Indonesia yang diperuntukan bagi bencana alam. itu pun dengan mekanisme yang berbelit. salah satu contoh riil adalah bencana banjir bandang bahorok yang telah lebih dari 2 tahun. dana 50 milyar untuk rekonstruksi baru 50 % dicairkan. sisanya entah kapan.. dan pengungisi sampai saat ini masih tinggal dibarak yang tidak layak. demikian juga dengan masyarakat di pacet, nabire dan banyak daerah lain..&lt;br /&gt;tentang kebutuhan yang besar untuk rekonstruksi.. kekurangannya akan dipenuhi melalui hutang luar negeri. saat ini pemerintah telah mengajukan utang baru melalui CGI. &lt;br /&gt;BANGSAT BETULLLLLL.....!!!!! BANGSAT SE-BANGSAT BANGSATNYA..&lt;br /&gt;berkaca dari pengalaman Aceh.. dari pinjaman yang diajukan, menurut catatan KAU (Koalisi Anti Utang), sampai semptember 2005, tidak sesen pun bisa dicairkan. sampai desember baru 10 % dari total utang yang diajukan. Namun, negeri ini telah harus membayar komitmen fee sebesar Rp. 18 milyar dan bunganya. &lt;br /&gt;Kemana kah otak para pejabat negeri ini. menjual bencana untuk hutang.. hutang yang tidak bisa diakses oleh publik.. tapi justru membebani negara dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang perlu dicermati adalah dampak lingkungan untuk proses pembangunan kembali paska bencana. kebutuhan kayu telah ditaksir lebih dari 1 juta M3. belum galian c berupa batu dan pasir, kebutuhan semen dll. berkaca dari kasus aceh.. alasan untuk memenuhi kebutuhan kayu adalah dengan mengaktifkan 5 HPH dari 11 HPH yang masih memiliki izin. padahal.. telah cukup tersedia kayu-kayu sitaan, rampasan dan temuan lebih dari 2 juta M3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu... Bencana sesungguhnya untuk negeri ini adalah apa????????&lt;br /&gt;Perlukan rakyat dipersenjatai dan membuat hukum sendiri dan memutuskan hukuman bagi penghianat negeri ini????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-114996375522815114?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/114996375522815114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=114996375522815114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/114996375522815114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/114996375522815114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/06/bencana-lagi-lagi-bencana.html' title='bencana lagi.. lagi bencana'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-114054983197023705</id><published>2006-02-22T02:09:00.001+07:00</published><updated>2006-02-22T02:27:14.380+07:00</updated><title type='text'>ACEH KOE...</title><content type='html'>Udah lama bgt gak ngisi blog ku ini.. ya… udah ampr 2 bulan..&lt;br /&gt;Saat kembali ke bumi rencong, tidak ada lagi tanda-tanda kalau propinsi ini hancur lebur karena tsunami.&lt;br /&gt;Tidak terasa… saat berjalan menyusuri jalanan dimana dulu bergelimpangan mayat.. bertumpuk puing2.. dan lahan nan rata di sepanjang pesisir..&lt;br /&gt;Sunyi.. senyap.. hanya satu dua orang yang mencoba membaranikan diri ke pinggir pantai memungut sisa2 barang yang masih bisa dipakai.. untuk mempertahankan hidup..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kini… bangunan-bangunan baru telah kembali tumbuh.. sekalipun masih ada tenda lusuh terkoyak.. hanya dijadikan sebagai garasi motor .. dan baru..&lt;br /&gt;Ya.. konon.. untuk membali motor, kita harus pesan dan 1 bulan baru penanan diantar (tentu kalau disetujuai kreditnya...)&lt;br /&gt;Di jalanan.. berkeliaran mobil2 mewah.. yang juarang banget gw liat di kota kelahiran gw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika senja mulai merayap.. warung-warung kopi dipenuhi pengunjung.. sekedar ingin bersantai.. berdiskusi secara serius atau membuat deal-deal bisnis..&lt;br /&gt;Aceh.. begitu cepat engkau menggeliat.. sampai engkau mampu menipu banyak orang yang tidak sempat menyaksikan amuk tsunami di akhir Desember 2004. &lt;br /&gt;Namun.. cerita duka masih terdengar.. 500.000 pengungsi masih menempati tenda-tenda dan barak sementara.. lalu dimanakah geranagan mereka? Warga telah memulai hidup baru. Menempati rumah2 hasil urulan tangan.. perahu2 telah membelah ombak lautan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berapa ikan yang ini bang?”,  ”90 ribu dik”, gw cm melongo ky orang bego. Ikan yang kagak gw kenal (karena emang kagak tahu jenis ikan selain kakap merah, cumi2 atau kerapu) sebesar 1,5 telapak tangan seharga 10 dolar amrik. ”Satu ya bang”, jawab kawanku santai.. seolah harga segitu emang normal2 aja..&lt;br /&gt;Kami pun  memilih tempat duduk yang agak sepi biar bisa ngobrol santai. Gw Cuma bisa menelan ludah dan menekan perasaan..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam berikutnya, kami berempat makan malam di simpang surabaya. Tempat dimana saat awal tsunami berjajar ribuan mayat sebelum diangkut ke kuburan masal. Tidak begitu ramai. Maklum jam telah menunjukan pukul 2.40 dini hari. Tapi, warung disitu masih juga buka dan belum ada tanda2 akan tutup. Ini bertanda.. kehidupan belum akan berakhir. Tidak terlalu mahal saat itu, cukup 37 ribu untuk 4 orang makan nasi goreng plus juss. Tapi jangan tanya jika kita makan malam di bawah jam 11 malam, disaat pengunjung ramai. Karena sebelumnya, dengan makanan yang sama, 2 orang gw hrs mengeluarkan 35 ribu.&lt;br /&gt;Paginya, gw coba pesan martabak aceh.. 3.500. begitu malam naik 500, menjadi 4000 perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aneh.. kok harga bisa suka-suka gitu ya.. harga ramai dengan sepi beda. Yang gw inget.. harga kopi hitam yang tetap sama, 1000 perak untuk gelas kecil. Dari mulai ulee kareng buka kembali sampai sekarang. Di tempat laen pun sama.. 1000 perak.&lt;br /&gt;Aceh.. memang luar biasa.. begitu cepat engkau berubah..&lt;br /&gt;Secepat harga sewa rumah.. secepat melambungnya honor para pekerja yang katanya untuk kemanusiaan.. &lt;br /&gt;Secepat.. akh... jika dilanjutkan pasti akan menambah dosa gw yang udah segunung..&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang gw gak terima.. sama juga dengan kawan2 gw yang sekarang masih ngendon di NGO internasional..&lt;br /&gt;Ternyata terjadi diskriminasi yang luar biasa antara bangsa kita dan bangsa luar..&lt;br /&gt;Lalu.. dimana kesataraan itu.. dimana demokrasi itu.. dimana...&lt;br /&gt;Akh... nanti nambah dosa lagi deh...&lt;br /&gt;Tapi dari pada gw kena strok.. mending gw keluarin juga kejengkelan gw sekarang...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BANGSAT PENIPUUUUUUUUUU...............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-114054983197023705?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/114054983197023705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=114054983197023705' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/114054983197023705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/114054983197023705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2006/02/aceh-koe.html' title='ACEH KOE...'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-113559861688612553</id><published>2005-12-26T17:49:00.000+07:00</published><updated>2005-12-26T19:03:36.916+07:00</updated><title type='text'>1 tahun bencana gempa dan tsunami..</title><content type='html'>ya, telah satu tahun berlalu.. &lt;br /&gt;Di hari libur, dimana keceriaan terakumulasi. Tawa canda menghiasi sepanjang pagi yang tidak begitu cerah. Gempa mulai menggoyang jam 7.20. sebuah peringatan. Gempa susulan yang lebih keras menggetarkan seluruh sisa kegembiraan ribuan warga Aceh dan Nias. 15 menit berikutnya... sebuah tangan-tangan kokoh dari laut mulai menerkam. mencengkram dan meremas semua yang ada di hadapannya. Gelombang laut yang begitu tinggi naik melebihi kebiasaannya. Jauh melangkah sampai 5 Km dari garis pasang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika, jerit ketakutan membelah bumi Aceh. Hanya hitungan menit, seluruh maha karya manusia dilumat. gelombak ke dua yang lebih dahsyat menggiling kehidupan.&lt;br /&gt;Ya, itu satu tahun yang lalu. disaat bencana maha dahsyat meluluh lantakan sepanjang pesir barat-utara propinsi yang juga dibalut konflik bersenjata.&lt;br /&gt;di sisi lain, solidaritas luar biasa terbangun sesaat. menyeruak batas-batas yang kerap menjadi penghalang. keyakinan, politik, perbedaan pandangan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak kurang dari 47 trilyun telah ditangan pemerintah sebagai bentuk solidaritas. nilai ini akan jauh lebih banyak jika digabungkan dengan berbagai bantuan yang tidak melalui pemerintah, berbentuk barang atau tenaga. Sebuah kebanggaan dari sisi kelam banyaknya korban jiwa akibat bencana. pertanda nilai2 kemanusiaan masih cukup lekat pada banyak manusia penghuni bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah kah para survivor terpenuhi kebutuhan dasarnya? Jika berteori, dari banyaknya bantuan materi, sumber daya dan teknologi... seharunya pemulihan dan pembangunan kembali telah dirasakan para pengungsi dan warga aceh lainnya.&lt;br /&gt;ya.. teori tinggal teori. kenyataan yang menentukan. setiap hari, jerit pengungsi masih terus merobek hati nurani. BRR yang memang dibentuk untuk itu tak berdaya. NGO Internasional dengan segundang sumber daya pun demikian. tak berkutik. sama halnya dengan ratusan LSM yang eksis atas nama kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi sangat kontras dipertontonkan. ketidak mampuan dan ketidak berdayaan atas kerja-kerja berat membangun kembali aceh ditutup dengan berbagai aksi memuakan. kemewahan, gaji segunung dan janji2 gombal. sementara jeritan pengungsi dan ribuan rakyat aceh lain tak dapat diredam. Hanya kepongahan yang menggelegar. mengatakan bahwa, tugas telah dilaksanakan dengan baik dan dengan hasil yang sangat memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelucon bodoh ditunjukan. syair ketololon didendangkan. muak... sungguh memuakan. bagaimana bisa seorang dengan gaji 2 kali di atas gaji persiden RI mengatakan dengan bangga pembangunan negeri ini digantungkan kepada pihak luar. tidak pantas bagi si otak cerdas membandingkan kemampuan pembangunan rumah di aceh dengan perumnas. sementara dana pemerintah sendiri belum secuil pun keluar untuk membangun rumah rakyat. lalu dimana tanggung jawab negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu tahun telah berlalu... saat jerit tangis menyayat memenuhi bumi serambi mekah. sekalipun penyebabnya adalah karena gejala alam. namun menjadi bencana itu sendiri lebih diakibatkan oleh kelalaian manusia. sudah tahu rawan bencana, kok tidak disiapkan rakyatnya mereduksi bencana. meminimalisasi kerentanan dengan mitigasi, penguatan masyarakat, sistem dan kebijakan. sudah tahu rawan tsunami, la kok pengembangan kawasan dan pembangunan terus menarah ke pesisir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aaaaakkkkhhhh.... bodoh.... sungguh bodoh negeri ini. negeri yang diperjuangkan dengan mengorbankan jutaan rakyat untuk merdeka. tapi kenapa setelah merdeka, justru kita kembali di jajah oleh bangsa sendiri. dibiarkannya rakyat untuk melindungi dirinya sendiri dari ancaman bencana. lalu apa artinya alinea ke IV pembukaan UUD 45. Apa artinya sila ke 2 dan ke 5 dari pancasila yang di-sakti-kan. GOMBALLLLLL.. lalu buat apa ada negara. buat apa kita semua, seluruh rakyat mengaji para aparat pemerintah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setahun telah berjalan. tidak satupun pelajaran dari ketidak siapan, ketidak berdayaan dan upaya mereduksi dipetik. rentetan bencana terus terjadi. bahkan di tanah sendiri. GIla... Negari yang memang sangat gila. bahkan dana kemanusiaan pun bisa dijadikan bisnis yang menggiurkan. wakil rakyat pula terlibat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya... sekarang aku semakin yakin, jika revolusi adalah jalan untuk merubah negeri ini. tidak ada kata lain.. revolusi. sekali pun itu akan kembai mengorbankan banyak jiwa-jiwa rakyat. sebuah pilihan... terbunuh dalam proses pembenahan negara yang lebih baik.. atau terbunuh konyol karena bencana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-113559861688612553?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/113559861688612553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=113559861688612553' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/113559861688612553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/113559861688612553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2005/12/1-tahun-bencana-gempa-dan-tsunami.html' title='1 tahun bencana gempa dan tsunami..'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-112853463456994702</id><published>2005-10-06T00:50:00.000+07:00</published><updated>2005-10-06T00:50:34.593+07:00</updated><title type='text'>eyanks</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-112853463456994702?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/112853463456994702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=112853463456994702' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112853463456994702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112853463456994702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2005/10/eyanks_06.html' title='eyanks'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-112827206518556334</id><published>2005-10-02T14:05:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T00:07:41.336+07:00</updated><title type='text'>sebuah catatan perjalanan.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/SSGP12681.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 64px; CURSOR: hand; HEIGHT: 78px" height="239" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/SSGP12681.jpg" width="118" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;WALHI&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ya.. sebuah organisasi lingkungan terbesar di indonesia.. hadirannya banyak bikin orang merinding.. panik.. sekaligus bikin sebagian orang terdorong motifasinya.. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;paling enggak.. itu selalu gw rasain hampir 13 tahun jalan bareng walhi. dari mulai cuma ikut rapat anggota, ampe akhirnya terjerumus masuk struktur.. dan 2 kali di eksekutif daerah sebagai pengambil kebijakan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;WALHI Jogja.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;jogja... kota yang damai.. kota merubah hidupku jadi kaya gini.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/47M900032.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" height="159" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/47M900032.jpg" width="201" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;My Story to follow environment organization&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ini berawal dari kegemaran maen di hutan and naek gunung.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sebelumnya.. dari kecil aku emang udah suka aktifitas yang kata orang berbahaya. dari mulai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/47M900031.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;manjat pohon&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/47M90003.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang tinggi, ampe papalidan (mengikuti arus deras pake ban dalam mobil; sekarang dengan fasilitas perahu karet di kenal dengan rafting) dan terjun dari dari atas jembatan. smp kelas 2, aku bersama 10 orang dewasa nerabas lebatnya hutan ujung kulon.. dan tersesat. oleh2 dari jalan2 itu... gw positif kena malaria dan harus KO di rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kapok... no way, aku mulai mengalihkan kegemaran naek gunung. gunung2 di jawa barat jadi sasaran. gak puas, aku menyebrang ke pulau andalas dengan sasaran kerinci dan dempo. masa sma adalah masa semakin aku menemukan keasyikan... yeah.. maklum, gw pisah dari orang tua untuk sekolah di kota udang, cirebon. dan gunung cereme adalah tempat pelampiasan kerinduan ke gunung. sesekali ke merapi sambil ke tempat kakak2 ku yang pada sekolah di sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;lepas sma.. aku melihat jogja begitu indah.. surga buat petualang. paling enggak, gw merasakan itu saat naek gunung merapi. anak2 gunung (pencinta alam) melewatkan malam minggu di bebeng dan kinahrejo. begitu akrabnya mereka.. bagai sesama saudara.. saling berbagi.. dan mengisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tahun 1991 aku putuskan untuk masuk ke perguruan tinggi di jogja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sejujurnya... gw memilih perguruan tinggi bukan karena aku tertarik sama ilmu atau jurusannya. aku justru tertarik dengan organisasi pencinta alamnya. yang sepengetahuanku.. cukup bagus.. and kuat menjaga etika. ya.. gw masuk IAIN.. dan masuk menjadi anggota PA, MAPALASKA. dan itu pula yang mengenalkan aku dengan organisasi lain selain PA yang mirip2. WALHI FORDA DI Yogyakarta. kebetulan, MAPALASKA adalah salah satu organiasi anggota WALHI. saat itu, hampir semua organisasi PA menjadi anggota WALHI. seluruh anggota waktu itu gak kurang dari 160 organisasi... sebuah organisasi forum yang betul2 besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;iya... aku cuma ikut saat ada undangan rapat anggota. datang, mendengar (tanpa mengerti) dan pulang. trus share dengan kawan2 apa yang dirapatin. selesai.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;begitu terus...&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/kappala.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 69px; CURSOR: hand; HEIGHT: 50px" height="104" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/kappala.jpg" width="148" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sampe tahun 1994, aku mencoba ikut pendidikan lingkungan yang diadakan KAPPALA Indonesia. kelompok yang juga orang2 PA. mmmm... ya, aku ikut karena emang kagak ada orang yang berminat. kebetulan aku pengang div. operasional di MAPALASKA. so... karena duitnya juga udah turun dari rektorat, maka ikutlah aku tanpa ada minat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapi itu lah awal perubahan pikiran, sikap dan prilaku gw ampe sekarang...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;seluruh peserta pelatihan di minta berkumpul di pintu gerbang objek wisata kaliurang. itu saja surat yang gw dapet selain persyaratan untuk membawa perlengkapan standar alam bebas. dari mulai tas punggung, alat masak ampe sleeping bag untuk 6 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;cuma 6 hari... itu sih biasa. karena gw pernah tinggal digunung ampe 3 minggu. so, 6 hari bukan apa2 bt orang gunung kayak gw. kami pun berkenalan dengan sesama peserta. beberapa udah kenal, seperti brewok dari argawa stie kerjasama, tajib yang suka caving dari arwana serta bagug dari panorama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;seeetttt... pesertanya cuma 6 orang. tambah 2 lagi dari kappala sendiri. jadi 8 orang. apa emang kagak ada yang minat ya... may be... karena emang pelatihan yang dilakukan atas kerjasama dengan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;OXFAM GB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; ini secara keseluruhan memakan waktu cukup lama, 3 bulan dengan 4 tempat berbeda. merapi - jogjakarta - karst gunungsewu dan bromo tengger semeru, jawa timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/DSC00082.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" height="151" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/DSC00082.jpg" width="212" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ini lah awal refleksi atas sikap, prilaku dan paradigma. ya... selama 3 hari, kita hanya makan, tidur, ngobrol. begitu terus. tidak ada kegiatan apa2. di kalikuning yang sejuk dan berair jernih, kami dibiarkan begitu saja sama pelaksana kegiatan. panitia yang merangkap peserta pun tidak mengetahui apa agenda selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku mulai menganal eko teguh, koordinator kappala yang juga dosen UPN. mantan PA dari kelompok TMS 7 ini hanya menebar senyum. datang dan pulang dengan membawa si kecil galih (buah karya cinta ET dengan Mak Ninuk). sampe hari ke 4 kita udah gak tahan. dan menanyakan ketika ET datang. ya.. waktu jam 4 sore. "sebenernya kita disini mau apa?, kalau emang mau pelatihan, kenapa gak dimulai dari kemerin2...". begitulah kira2 kami protes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dengan enteng, ET bilang : lah, kalau kalian emang mau pelatihan, yo hayu. kita bisa mulai dari sekarang?. tentu kami makin bingung. karena yang namanya pelatihan, tentu ada materi yang disampaikan.. ada jadwal, ada tata tertib bla... bla... tapi ini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kami sempet marah merasa dipermainkan. kalau emang kappala gak siap dengan pelatihan, ya kita bisa akhiri pelatihan ini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;kalian ini pencinta alam.. dari CV kalian yang di kirim, kalian adalah para jagoan2. kalian udah segudang punya pengalaman. apakah cuma ini yang kalian bisa? protes dan mutung mau pulang. kalau memang pencinta alam itu cuma segitu, aku salah menilai.. dan aku akan coret pencinta alam dari perbendaharaan kataku. dan mungkin kappala pun akan kita ganti.. tidak lagi menggunakan nama pencinta alam"&lt;/em&gt; begitu kira2 ET memancing amarah kami yang sudah mulai naik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;perdebatan tentang pencinta alam pun terjadi dengan sengit.. argumentasi demi argument dikeluarkan. bukti2 sumbangsih PA dikeluarkan.. baik buat masyarakat, maupun untuk lingkungan... pokoknya seru lah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tidak terasa... diskusi telah berjalan berjam-jam. sampe akhirnya kita lelah.. dan MARAH...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kami istirahat dengan kemarahan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pagi hari, selepas sarapan kita berkumpul dan mulai melanjutkan diskusi. belum terjadi titik temu tentang 2 perbedaan, diskusi diputus. Ya, ituah materi pertama dari pelatihan ini. sebuah pelatihan tidak harus dari narasumber. karena kita semua adalah narasumber. kita semua punya kapasitas, baik pengetahuan maupun pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kami kaget.. lo kok...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ternyata, kami mulai dikenalkan dengan apa itu pertisipasi. selanjutnya, dari diskusi tersebut, kita dapat tugas untuk membuat agenda sendiri. bebas.. mau apa juga boleh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kami berdiskusi ringan setelah ditohok melalui proses yang gak pernah diduga2. kayak kempo.. kita dijatuhkan dengan serangan kita sendiri... dan KO. disepakati, kita akan melakukan assessment. kebetulan, bebeng yang 4 tahun lalu masih asri dengan warung2 bambu barusan di bangun. kita mungkin perlu lebih dalam menanyakan kepada pemilik2 warung apa yang dia rasakan... kita juga akan menggali informasi masyarakat lain, penambang, peternak, petani dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;jalanlah kami... gak ada pembagian tugas. semua bebas berkreasi untuk mendapatkan data... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ternyata, 4 tahun kami bergelut di merapi, naik turun gunung, tidur, bercanda dan mungkin pacaran... kita gak tahu apa2 tentang masyarakat. begitu egoisnya kami.. sang pencinta alam ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kami betul2 dibikin malu.. ternyata banyak masalah ditingkat mereka. dan mereka mengatasinya sendiri. berjubalnya pencita alam yang datang setiap malam minggu, ya hanya dianggap sebagai tamu saja. oke... buat sebagian orang yang berjualan, kedatangan mereka sangat dinanti2kan. tapi itu sangat kecil dibandingkan penduduk yang tinggal di lereng selatan gunung merapi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2 kali kami ditohok lewat proses... kami berdiskusi dan tidak menemukan jawaban. apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat. kemampuan kita cuma naek gunung. dan kalau ada yang ilang, kemampuan itu gak banyak pengaruh. karena tetap saja masyarakat lokal yang berada didepan. ooohhh... pencinta alam yang gagah perkasa!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;selanjutnya kita merumuskan lagi kegiatan lain. disepakati yang hasilnya kongkrit. bersih2 sampah yang ada di objek wisata. kami dibagi 2 kelompok. pagi2, kita udah mulai ke lokasi. sampah anorganik kita kumpulkan. tas punggung ukuran jumbo yang biasa buat bawa perbekalan berpetualang berubah fungsi jadi tempat sampah. luar bisa.. begitu banyak sampah.. dan kita tidak akan mampu membersihkannya. dan kami pun menemukan banyak kerusakan. banyak jalan2 dibuka hanya sekedar untuk mendapatkan tempat tersembunyi untuk pacaran..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam terakhir kami diskusi kembali. melakukan refleksi selama kegiatan berlangsung. hasilnya.. tohokan terakhir dan sangat menyakitkan... inilah pencinta alam. dan kita harus akui.. hanya segini kemampuannya. bersih2 sampah.. dan besok kembali akan kotor kembali...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;HA.... HA.... HA.......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;jujur.. inilah awal terbukanya pikiran.. akal dan hati... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;thanks MTG (sebutan kami di kappala), thanks Uwik (almarhum, semoga ini menjadi amal di alam baka), thanks semua yang telah membukakan mata hatiku selama ini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kegiatan berlanjut dan akhirnya selesai... selesai dari sisi kegiatan, tapi terus berlanjut dari sisi komuniasi. dan ini juga awal aku terjerumus ke dunia aktifist Ornop..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku menjadi volunteer KAPPALA, sampe akhirnya pegang sekretaris eksekutif (koordinator)tahun 1996. terjadi perubahan struktur, aku pegang direktur dari 1999 ampe 2002.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/050605_233200.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 105px; CURSOR: hand; HEIGHT: 81px" height="156" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/050605_233200.jpg" width="213" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/050423_224559.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 97px; CURSOR: hand; HEIGHT: 81px" height="100" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/050423_224559.jpg" width="141" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/PRA4.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 63px; CURSOR: hand; HEIGHT: 80px" height="207" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/PRA4.jpg" width="140" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/GUMUK.jpg"&gt;&lt;img style="WIDTH: 111px; CURSOR: hand; HEIGHT: 80px" height="101" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/GUMUK.jpg" width="141" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1994 juga awal aku mulai tidak hanya sekedar datang ke rapat WALHI, mendengar dan pulang..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku mulai mewarnai WALHI FORDA DIY yang waktu itu dipegang 3 presidium; hidayat rahz, ari suseta (almarhum) dan ripana. 1996, aku dipilih sebagai mahkamah anggota daerah saat walhi diy dipegang dadang juliantara. dan 1999 aku aku udah dieksekutif dareah sebagai presidum program bersama farid dan teguh purnomo. 2002 - 2005 aku pegang direkutur eksekutif WALHI Jogjakarta...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;bersambung..........................&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-112827206518556334?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/112827206518556334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=112827206518556334' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112827206518556334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112827206518556334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2005/10/sebuah-catatan-perjalanan.html' title='sebuah catatan perjalanan.....'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-112817084142619231</id><published>2005-10-01T18:33:00.000+07:00</published><updated>2005-10-01T19:47:21.433+07:00</updated><title type='text'>kemana negara ini akan di bawa....???</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Kemana negeri ini akan di bawa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/100_0291.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 167px" height="128" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/100_0291.jpg" width="172" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan lama.. sangat lama.. tapi tidak akan pernah out to date..&lt;br /&gt;karena pertenyaan itu sudah mucul seiring terbentuknya budaya..&lt;br /&gt;berarti... saat manusia itu menghuni bumi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu kita sudah cape kalau kembali memperdebatkan.. kita berasal dari mana???&lt;br /&gt;dari adam.. atau hasil evolusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah lah.. itu gak begitu penting.. karena itu akan kembali pada keyakinan kita masing2.&lt;br /&gt;perbedaan dan sikap bukan untuk memunculkan permusuhan kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke pertany&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/47I30005.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/47I30005.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aan awal... ini tentu lekat dengan kebijakan pemerintahan orang indonesia yang menaikan harga BBM sampe 120 %. kebijakan yang konon untuk kepentingan orang miskin... memotong mata rantai penyelundupan BBM dan kebijakan yang akan menyelamatkan negara ini dari kebangkrutan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demo boleh-boleh saja, tapi jangan anarkis.. tapi toh pemerintah tidak akan merubah kebijakannya. lalu... untuk apa demo itu.. apa makna demo itu...&lt;br /&gt;apakah bentuk ungkapan lewat demo tidak memiliki makna apa2? ya semacam tontonan pentas musik dangdut lah... begitu????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;kemana negara ini akan di bawa???&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;korupsi.. kolusi dan nepotis semakin hebat. tontonan kemewahan dan ketidak pedulian pun semakin dipertontonkan. menyumpah2 pemborosan uang rakyat.. tapi minta naik gaji dan tunjuangan yang luas biasa. teriak korupsi, percaloan makin gila..&lt;br /&gt;luas biasanya lagi... dana kemanusiaan bencana pun di sikat.. dan fee 10 - 30 % akan didapat.&lt;br /&gt;luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kemana negara ini akan di bawa????&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/P1070456.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 171px; CURSOR: hand; HEIGHT: 131px" height="193" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/P1070456.jpg" width="224" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;9 bulan yang lalu, kita dibuat tidak bisa berkata-kata atas munculnya mega bencana di bumi aceh yang masih dilanda konflik bersenjata selama 30 tahun dan nias. gempa dan tsunami meluluh lantakan kota dan desa sepanjang pesisir dari selatan sampe utara aceh serta kepulauan nias. ratusan ribu orang dalam sekecap menjadi mayat. hasil kerja keras rakyat selama puluhan tahun menata hidup musnah. pun hasil pembangunan yang bersumber dari dana rakyat...&lt;br /&gt;3 bulan berikutnya.. tepatnya 28 Maret 2006, kembali daerah itu di goyang gempa dengan kekuatan yang hanya kurang 0,2 dari bencana awal. kembali tak ada kata2 yang bisa terucap menyaksikan jiwa2 tak berdosa melayang sia-sia. status penangan bencana masuk fase rehabiliasi dan rekonstruksi tak lagi memiki makna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tuhan... kemana negeri ini akan dibawa????&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/garuda.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 49px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px" height="169" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/200/garuda.gif" width="232" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kemana hak2 kami, sebagai warga negara.. sebagai manusia untuk mendapat kan perlindungan dan keselamatan dari ancaman bencana... mendapatkan lingkungan baik dan sehat... atau mendapatkan kehidupan yang bermartabat??? kemana????&lt;br /&gt;hak mendapatkan informasi, mendapatkan peringatan dini, penyelamatan darurat, atau mendapatkan kebutuhan dasar.. kemana itu??? &lt;em&gt;&lt;strong&gt;GARUDA ku udah semakin kurus rupanya....&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhhhh....&lt;br /&gt;tidak seharusnya memang kita hanya marah dan mengumpat... berteriak pun tak ada guna..&lt;br /&gt;ribuan orang berdemo pun tak ada mendapat respon..&lt;br /&gt;berbagai sikap kekecewaan dari ribuan ibu-ibu rumah tangga yang antri mendapatkan minyak tanah.. ibu2, bapak2 dan anak2 sekolah yang harus bertengkar dengan kernet karena naiknya ongkos, kecemasan seluruh rakyat atas kenaikan harga2 kebutuhan pokok..&lt;br /&gt;apakah semua begitu saja bisa hilang dengan senyum sebagian orang yang menerima sumbagan negara kompensasi BBM yang 100 ribu. kebanggaan dapat memberi 3 juta per sekolah dasar per tahun...????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kemana negeri ini akan di bawa???&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haruskah &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;revolusi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; jawabannya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;revolusi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;???? merinding rasanya mendengar kata itu. karena akan timbul chaos yang luas bisa. akan mengalir darah2 rakyat sebagai resikonya.. akan hilang ratusan ribu jiwa, harta dan benda..&lt;br /&gt;tapi jika itu memang jawabannya.. kenapa kita harus takut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk merebut kemerdekaan fisik, kita telah buktikan pengorbanan itu.. jiwa dan harta. bangsa ini telah siap dengan itu semua. 40 tahun yang lalu... sekelompok orang dengan kayakinannya pun talah mengorbankan hidup dia dan keluarganya. demi sebuah keyakinan membawa negeri ini untuk lebih baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah orang-orang kita, yang hidup dengan berbagai fasilitas memang telah berubah penakut..&lt;br /&gt;egois.. hendonis... yang gak mau tahu dan hanya memanfaatkan situasi untuk keuntungannya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;REVOLUSI...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi kalimat indah untuk negeri ini yang telah berada di di ketiak pemerintahan &lt;strong&gt;Amrik&lt;/strong&gt; dan antek2nya. bertekuk lutut di kaki kotor penuh racun &lt;strong&gt;IMF - WB - ADB&lt;/strong&gt; dan sejenisnya. menyembah2 investor perusak lingkungan dan penindas rakyat.. &lt;strong&gt;freeport, newmont, KPC, INCO&lt;/strong&gt; dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menjadi suara merdu karena pemerintahan kita yang tidak tahu diri... perusahaan negera kita yang tertular virus penindas.. &lt;strong&gt;pertamina, PTP, PLN, Telkom...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhhhhh..... &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;aku menjadi pengumpat...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-112817084142619231?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/112817084142619231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=112817084142619231' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112817084142619231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112817084142619231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2005/10/kemana-negara-ini-akan-di-bawa.html' title='kemana negara ini akan di bawa....???'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17332998.post-112816540890461360</id><published>2005-10-01T18:03:00.000+07:00</published><updated>2005-10-02T20:13:27.990+07:00</updated><title type='text'>Thanks for your visit.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/CIMG2660.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" height="153" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/CIMG2660.jpg" width="210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Makaciiih buanyak...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; buat semua kawan2 yg udah nyempetin liat hasil karya iseng ku ini..&lt;br /&gt;aku sangat berharap, apa yang gw lakuin (sekalipun sambil iseng.. ) bisa manfaat buat yang baca...&lt;br /&gt;karena kalau bt gw.. so pasti deh. karena ini merupakan ajang proses untuk selalu mendokumentasikan apa yang ada dipikiran dan perasaan..&lt;br /&gt;yaaap... ini gak lepas dari kawan2 terbaiku, terutama &lt;strong&gt;ijul&lt;/strong&gt;, (&lt;em&gt;yang galak banget&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;tatang&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;yang selalu kandas ditengah jalan untuk urusan cinta&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;yaya&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;yang cuma senyum2 kalau ditanya pendamping idup&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;agi&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;yang cueeeekkkk bebek&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;ai&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(yang suka ngambek&lt;/em&gt;) and &lt;strong&gt;wilda&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;yang sering bengong&lt;/em&gt;).. &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sorry kawan2.. apapun itu, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;you are my best fr&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;iend&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.. kalau pun kadang bikin gw jengkel, he... he...&lt;br /&gt;juga kawan terbaekku yang laen..: feri (walhi jambi), budi art (JKMA), ramadana (WWF), bambang aceh, ET (kappala), yanti, rena, banu dan iskandar leman (oxfam), didit (LB) and masih buanyak yang gak bisa disebutin satu2 (nanti page bisa penuh sama nama orang dong...)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/CIMG20801.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 113px; CURSOR: hand; HEIGHT: 77px" height="91" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/CIMG20801.JPG" width="156" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/CIMG24741.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 60px; CURSOR: hand; HEIGHT: 77px" height="171" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/CIMG24741.JPG" width="120" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/DSCN1797.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 103px; CURSOR: hand; HEIGHT: 76px" height="113" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/DSCN1797.jpg" width="161" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/IMAGE_127.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 98px; CURSOR: hand; HEIGHT: 75px" height="76" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/IMAGE_127.jpg" width="106" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;bicara tentang dokumentasi.. sangat unik. bangsa ini telah merdeka 60 tahun. udah py negara sejak zaman beheula.. paling enggak majapahit-sriwijaya-samudra pasai dan sederetan kerajaan lain di bumi nusantara ini. bahkan kalau dari sisi budayanya... kita dulu (konon) lebih maju dari orang barat (really...). liat aja brobudur yang udah kita bangun abad ke VIII. gak cuma sekedar bangunannya yang masuk 7 keajaiban dunia, tapi juga peruntukan ruangnya. eh... jadi inget kawan terbaikku juga nih... om koko and reza (yang udah mau punya momongan. temen merokok kala otak buntu...). tapi, budaya tulis kita masiiii staknan. berenti di zaman flinstone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"BANGSAAAATTTT !!!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; .. umpatan itu pasti keluar ketika kita menemukan sebuah dokument yang kita cari2 udah lama di perpustakaan umum. entah itu buku, makalah atau apapun.."&lt;em&gt;gila banget, dokument sepenting ini kagak diurus"&lt;/em&gt;. apalagi kalau dokument itu, selain penuh debu, juga udah dinikmati oleh rayap. &lt;em&gt;"untung masih bisa ke baca.."&lt;/em&gt; atau&lt;em&gt; "untung kita temuin.. kalau enggak, pasti kita akan kehilangan dokument penting ini".&lt;/em&gt; &lt;em&gt;kita udah nyari kemana-mana, bahkan udah kotak2 kan sama mr xxx di belanda, mrs xx di amrik, atau mr/mrs di negeri mana lagi yang gw gak pernah kunjungi. "ternyata disini masih ada&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/2 jam kemudian, umpatan itu udah jadi makian kolektif ketika kita berkumpul dengan kawan2 kita. bangsat.. bajingan.. atau bahasa yang familier di komunitas bromocorah.. semua menyalahkan tentang bagaimana mengelola dokumentasi.. bagaimana selalu terjadi pengulangan kegiatan, pemborosan sumber daya, waktu sampe pengeluaran cost untuk membuat dok. bahkan mungkin eksrimnya.. kehilangan sejarah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi.. kadang kita lupa pada apa yang kita lakukan sendiri terhadap data atau dokument yang kita miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "&lt;em&gt;kita punya tuh data itu. kita udah melakukan riset tentang&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/100_0203.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" height="144" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/100_0203.jpg" width="211" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; itu, dahsyat deh.. karena kita melakukannya lewat investigasi yang mendalam. atau kita melakukan dengan melibatkan rakyat.. atau kita melibatkan para pakar dibidangnnya...". &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;* bisa aku mita data itu sekarang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- wah.. sorry, gw kudu cari dulu tuh.. soalnya kemarin di pinjem si A, atau kemarin sih datanya di pegang si B atau segudang alasan yang intinya.. data itu tidak siap saji, kayak kita mau beli pisang goreng..&lt;br /&gt;- besok sore aja ya...?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;betulkah data itu besok udah bisa kita kasih buat yang membutuhkan? kalau diitung2.. mungkin 90 % enggak??? entah membutuhkan berapa waktu lagi untuk bisa disampaikan. kebanyakannya lupa tertutup pekerjaan kita yang gak pernah ada habisnya. tertimpa isu baru yang harus kita respon. persis kaya sekarang, isu kenaikan BBM tertutup dengan ledakan bom di bali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yach.. harus diakui... selain budaya kita yang masih oral.. budaya zaman batu, pengelolaan dok. kita juga masih sangat nora. orang hilang, data juga bisa ikut hilang.. baik yang udah tertulis apalagi yang masih ada di kepalanya sang pemilik data..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita telah menyadari betul tentang itu... tapi terlalu sulit rupanya untuk merubahnya. sama sulitnya mencabut kumis JK yang menggemaskan (bikin orang pingin narik..). lalu kenapa kita begitu mudahnya mengumpat.. sementara kita kelakuan kita gak beda jauuuh dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah ajaibnya manusia... merasa diri lebih hebat dari yang lain. egoissss.....&lt;br /&gt;tapi kata psikolog, ego itu perlu. tanpa ego, kita kagak bisa idup.. what????&lt;br /&gt;ya.. hanya orang mati yang gak punya ego.. ooooooo.... gitu????? cuma sebagai mahluk yang dikasih akal, kudu ngatur ego tersebut... oooo... begitu tho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya... lewat nulis di blog ini, paling enggak aku bisa lah sedikit2 mendokumentasikan apa yang ada di pikiran dan perasaan... juga gagasan liar yang kadang datang gak bilang2...&lt;br /&gt;nanti bisa dilihat lagi.. apakah gagasan itu mempunyai dampak yang signifikan. juga gw bisa nulis apa pengalaman idup gw.. yeaaah.. mungkin bisa dijadikan sebagai bahan refleksi.. atau sekedar share buat kawan2 lain yang menyempatkan diri untuk singgah di blog gw ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dokument itu penting... tentu...&lt;br /&gt;menjadi penting juga bagaimana mendokumentasikannya.. ooo.. itu juga dong&lt;br /&gt;tapi lebih penting lagi.. kalau dokumentasi itu dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat..&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;ITU MAH PASTI ATTTTUUUUUHHHHHHHHHH.......!!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;hijau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; pembebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/1600/eyanks%20tea.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 108px; CURSOR: hand; HEIGHT: 74px" height="179" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6468/1668/320/eyanks%20tea.jpg" width="225" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17332998-112816540890461360?l=sofyan-eyanks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/feeds/112816540890461360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17332998&amp;postID=112816540890461360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112816540890461360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17332998/posts/default/112816540890461360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sofyan-eyanks.blogspot.com/2005/10/thanks-for-your-visit.html' title='Thanks for your visit.....'/><author><name>Eyanks</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_JYnrYHsuiR0/TFMSEuT689I/AAAAAAAAAL4/ACx9-ykX2dc/S220/IMG_1806sm.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
